<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Signifikan Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek</title><description>BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/08/337/2150505/operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-signifikan-turunkan-intensitas-hujan-lebat-jabodetabek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/08/337/2150505/operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-signifikan-turunkan-intensitas-hujan-lebat-jabodetabek"/><item><title>Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Signifikan Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/08/337/2150505/operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-signifikan-turunkan-intensitas-hujan-lebat-jabodetabek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/08/337/2150505/operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-signifikan-turunkan-intensitas-hujan-lebat-jabodetabek</guid><pubDate>Rabu 08 Januari 2020 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/08/337/2150505/operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-signifikan-turunkan-intensitas-hujan-lebat-jabodetabek-UzhXeCG7x6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hujan mengguyur DKI Jakarta. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/08/337/2150505/operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-signifikan-turunkan-intensitas-hujan-lebat-jabodetabek-UzhXeCG7x6.jpg</image><title>Ilustrasi hujan mengguyur DKI Jakarta. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan BPPT dan TNI dengan dukungan BNPB berhasil menurunkan intensitas hujan sedang hingga lebat yang seharusnya tiba di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), seperti pada Senin 6 Januari 2020. BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakam pada Selasa (7/1/2020), pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, barat laut. Total bahan semai NaCl untuk penyemaian mencapai 6,4 ton.
&amp;ldquo;Berdasarkan laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/1/2020).



Pada sorti pertama menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek. Berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg, mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda. Sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek. Terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.
&amp;ldquo;BNPB bekerja sama dengan BPPT dan TNI akan terus melakukan operasi TMC mengingat manfaat TMC untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi jatuh di wilayah Jabodetabek,&amp;rdquo; ucapnya.

Agus menjelaskan, sejak dilakukan pada 3 Januari 2020, operasi TMC  melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan  total bahan semai NaCl mencapai 32 ton.
&amp;ldquo;Penerapan TMC bertujuan menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan  jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat  penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa. Hujan yang  turun dimodifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang  ditebarkan ke bibit awan melalui pesawat Casa 212-200 dan CN-295,&amp;rdquo;  tuturnya.

Baca Juga : Mengungsi ke Hutan, Seratusan Korban Banjir Bandang Lebak Kondisinya Memprihatinkan

Agus mengatakan, pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana  banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan  pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus  dipantau secara berkesinambungan. Oleh sebab itu, guna membantu  pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama  dengan BMKG untuk analisis data cuaca yang tersedia dari radar Stasiun  Meteorologi Cengkareng.

Baca Juga : Cerita Tentang Sampah Banjir, Dibuang dan Dipungut
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan BPPT dan TNI dengan dukungan BNPB berhasil menurunkan intensitas hujan sedang hingga lebat yang seharusnya tiba di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), seperti pada Senin 6 Januari 2020. BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakam pada Selasa (7/1/2020), pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, barat laut. Total bahan semai NaCl untuk penyemaian mencapai 6,4 ton.
&amp;ldquo;Berdasarkan laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/1/2020).



Pada sorti pertama menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek. Berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg, mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda. Sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek. Terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.
&amp;ldquo;BNPB bekerja sama dengan BPPT dan TNI akan terus melakukan operasi TMC mengingat manfaat TMC untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi jatuh di wilayah Jabodetabek,&amp;rdquo; ucapnya.

Agus menjelaskan, sejak dilakukan pada 3 Januari 2020, operasi TMC  melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan  total bahan semai NaCl mencapai 32 ton.
&amp;ldquo;Penerapan TMC bertujuan menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan  jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat  penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa. Hujan yang  turun dimodifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang  ditebarkan ke bibit awan melalui pesawat Casa 212-200 dan CN-295,&amp;rdquo;  tuturnya.

Baca Juga : Mengungsi ke Hutan, Seratusan Korban Banjir Bandang Lebak Kondisinya Memprihatinkan

Agus mengatakan, pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana  banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan  pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus  dipantau secara berkesinambungan. Oleh sebab itu, guna membantu  pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama  dengan BMKG untuk analisis data cuaca yang tersedia dari radar Stasiun  Meteorologi Cengkareng.

Baca Juga : Cerita Tentang Sampah Banjir, Dibuang dan Dipungut
</content:encoded></item></channel></rss>
