<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ingin Pemerintah &amp; Pemda Bersinergi dalam Penanganan Banjir</title><description>Jokowi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi dan bekerja sama dengan baik dalam hal pengendalian banjir</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/08/337/2150806/jokowi-ingin-pemerintah-pemda-bersinergi-dalam-penanganan-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/08/337/2150806/jokowi-ingin-pemerintah-pemda-bersinergi-dalam-penanganan-banjir"/><item><title>Jokowi Ingin Pemerintah &amp; Pemda Bersinergi dalam Penanganan Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/08/337/2150806/jokowi-ingin-pemerintah-pemda-bersinergi-dalam-penanganan-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/08/337/2150806/jokowi-ingin-pemerintah-pemda-bersinergi-dalam-penanganan-banjir</guid><pubDate>Rabu 08 Januari 2020 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/08/337/2150806/jokowi-ingin-pemerintah-pemda-bersinergi-dalam-penanganan-banjir-vFbL4ejidO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Biro Pers Setpres</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/08/337/2150806/jokowi-ingin-pemerintah-pemda-bersinergi-dalam-penanganan-banjir-vFbL4ejidO.jpg</image><title>Foto: Biro Pers Setpres</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi dan bekerja sama dengan baik dalam hal pengendalian banjir dan bencana alam, utamanya di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

Jokowi ingin pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota dapat berjalan beriringan dalam menjalankan strategi pengendalian baik dalam jangka pendek maupun panjang.

&quot;Saya mengajak kita semua untuk mengevaluasi total sistem pengendalian banjir dan bencana alam dari hulu sampai hilir sehingga kita memiliki strategi besar jangka pendek, menengah, dan panjang,&quot; ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Jokowi mengatakan bahwa perencanaan terhadap strategi besar tersebut sebenarnya sudah dibuat sejak lama. Namun, diperlukan kerja sama yang lebih erat dan mendetail dari seluruh pihak untuk dapat menjalankannya.



&quot;Yang saya tahu masterplan ini sudah ada. Tetapi saya kira implementasi perlu lebih detail lagi kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota,&quot; kata Presiden.

Terdapat beberapa hal yang diinstruksikan Presiden dalam pertemuan tersebut. Pertama mengenai rehabilitasi hutan dan lahan yang menurutnya harus kembali digalakkan.

&quot;Rehabilitasi hutan, rehabilitasi lahan, dan reboisasi saya kira tidak bisa tidak, harus segera dikerjakan,&quot; ucapnya.

Baca Juga: BNPB: Titik Banjir Terbanyak Ada di Bekasi

Kepala Negara memberikan instruksi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyiapkan bibit-bibit tanaman yang diperlukan untuk menjalankan hal tersebut.

Presiden secara khusus juga menambahkan agar jajarannya turut melakukan penanaman tanaman-tanaman yang diketahui memiliki kemampuan untuk mencegah tanah longsor dan erosi seperti tanaman vetiver yang dapat menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah.

&quot;Saya kira tanaman vetiver, akar wangi, akan saya cari sebanyak-banyaknya bibit dan benih sehingga bisa kita lakukan penanaman terutama di Lebak dan Kabupaten Bogor,&quot; ucapnya.

Selain itu, Presiden meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Sukamahi  dan Ciawi di Kabupaten Bogor. Pembangunan kedua bendungan itu merupakan  bagian dari rencana induk pengendalian banjir Jakarta.

Kedua bendungan tersebut didesain untuk mengurangi debit air yang  masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung  Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke  Sungai Ciliwung.

&quot;Meskipun saya tahu progresnya kira-kira mungkin sudah 47 persen,  pembebasan tanah juga sudah 95 persen. Tinggal sisanya ini segera  diselesaikan,&quot; ujarnya.

Adapun untuk wilayah Ibu Kota, Presiden meminta agar penyelesaian  proyek sodetan dari Sungai Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT) juga  dapat diselesaikan segera. Kepala Negara berharap adanya kerja sama yang  erat antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membereskan kendala-kendala yang  ada terkait proyek tersebut.

&quot;Saya kira bisa secepatnya dengan Gubernur untuk menyelesaikan  masalah pembebasan lahannya. Juga pengerjaan-pengerjaan meneruskan  kembali baik normalisasi atau naturalisasi yang ada di sungai-sungai di  Jakarta,&quot; kata Presiden.

Mengakhiri arahannya, Presiden kembali menekankan bahwa dalam upaya  penanganan persoalan banjir, utamanya di Ibu Kota, tak dapat dilakukan  secara sendiri-sendiri. Baik pemerintah pusat dan daerah maupun antara  sesama kepala daerah yang mana wilayahnya saling berbatasan harus dapat  bersinergi dengan baik.

&quot;Jakarta sebagai Ibu Kota bukan daerah yang berdiri sendiri, tetapi  dikelilingi oleh wilayah Jawa Barat dan Banten. Saya berharap semua bisa  bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan masalah banjir yang ada di  Ibu Kota. Tanpa kerja sama itu saya kira penyelesaiannya tidak  komprehensif dan tidak bisa menyelesaikan masalah secepat-cepatnya,&quot;  tandasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti  Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet  Pramono Anung, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur DKI Jakarta Anies  Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Banten Wahidin  Halim, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Lebak Iti Octavia  Jayabaya, dan Bupati Bogor Ade Yasin.



</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi dan bekerja sama dengan baik dalam hal pengendalian banjir dan bencana alam, utamanya di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

Jokowi ingin pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota dapat berjalan beriringan dalam menjalankan strategi pengendalian baik dalam jangka pendek maupun panjang.

&quot;Saya mengajak kita semua untuk mengevaluasi total sistem pengendalian banjir dan bencana alam dari hulu sampai hilir sehingga kita memiliki strategi besar jangka pendek, menengah, dan panjang,&quot; ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Jokowi mengatakan bahwa perencanaan terhadap strategi besar tersebut sebenarnya sudah dibuat sejak lama. Namun, diperlukan kerja sama yang lebih erat dan mendetail dari seluruh pihak untuk dapat menjalankannya.



&quot;Yang saya tahu masterplan ini sudah ada. Tetapi saya kira implementasi perlu lebih detail lagi kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota,&quot; kata Presiden.

Terdapat beberapa hal yang diinstruksikan Presiden dalam pertemuan tersebut. Pertama mengenai rehabilitasi hutan dan lahan yang menurutnya harus kembali digalakkan.

&quot;Rehabilitasi hutan, rehabilitasi lahan, dan reboisasi saya kira tidak bisa tidak, harus segera dikerjakan,&quot; ucapnya.

Baca Juga: BNPB: Titik Banjir Terbanyak Ada di Bekasi

Kepala Negara memberikan instruksi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyiapkan bibit-bibit tanaman yang diperlukan untuk menjalankan hal tersebut.

Presiden secara khusus juga menambahkan agar jajarannya turut melakukan penanaman tanaman-tanaman yang diketahui memiliki kemampuan untuk mencegah tanah longsor dan erosi seperti tanaman vetiver yang dapat menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah.

&quot;Saya kira tanaman vetiver, akar wangi, akan saya cari sebanyak-banyaknya bibit dan benih sehingga bisa kita lakukan penanaman terutama di Lebak dan Kabupaten Bogor,&quot; ucapnya.

Selain itu, Presiden meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Sukamahi  dan Ciawi di Kabupaten Bogor. Pembangunan kedua bendungan itu merupakan  bagian dari rencana induk pengendalian banjir Jakarta.

Kedua bendungan tersebut didesain untuk mengurangi debit air yang  masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung  Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke  Sungai Ciliwung.

&quot;Meskipun saya tahu progresnya kira-kira mungkin sudah 47 persen,  pembebasan tanah juga sudah 95 persen. Tinggal sisanya ini segera  diselesaikan,&quot; ujarnya.

Adapun untuk wilayah Ibu Kota, Presiden meminta agar penyelesaian  proyek sodetan dari Sungai Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT) juga  dapat diselesaikan segera. Kepala Negara berharap adanya kerja sama yang  erat antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membereskan kendala-kendala yang  ada terkait proyek tersebut.

&quot;Saya kira bisa secepatnya dengan Gubernur untuk menyelesaikan  masalah pembebasan lahannya. Juga pengerjaan-pengerjaan meneruskan  kembali baik normalisasi atau naturalisasi yang ada di sungai-sungai di  Jakarta,&quot; kata Presiden.

Mengakhiri arahannya, Presiden kembali menekankan bahwa dalam upaya  penanganan persoalan banjir, utamanya di Ibu Kota, tak dapat dilakukan  secara sendiri-sendiri. Baik pemerintah pusat dan daerah maupun antara  sesama kepala daerah yang mana wilayahnya saling berbatasan harus dapat  bersinergi dengan baik.

&quot;Jakarta sebagai Ibu Kota bukan daerah yang berdiri sendiri, tetapi  dikelilingi oleh wilayah Jawa Barat dan Banten. Saya berharap semua bisa  bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan masalah banjir yang ada di  Ibu Kota. Tanpa kerja sama itu saya kira penyelesaiannya tidak  komprehensif dan tidak bisa menyelesaikan masalah secepat-cepatnya,&quot;  tandasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti  Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet  Pramono Anung, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur DKI Jakarta Anies  Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Banten Wahidin  Halim, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Lebak Iti Octavia  Jayabaya, dan Bupati Bogor Ade Yasin.



</content:encoded></item></channel></rss>
