<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Banjir, Warga Bekasi Mulai Diserang Penyakit   </title><description>Warga RT 08, RW 15 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi terserang gatal-gatal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/08/338/2150716/pasca-banjir-warga-bekasi-mulai-diserang-penyakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/08/338/2150716/pasca-banjir-warga-bekasi-mulai-diserang-penyakit"/><item><title>Pasca-Banjir, Warga Bekasi Mulai Diserang Penyakit   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/08/338/2150716/pasca-banjir-warga-bekasi-mulai-diserang-penyakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/08/338/2150716/pasca-banjir-warga-bekasi-mulai-diserang-penyakit</guid><pubDate>Rabu 08 Januari 2020 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/08/338/2150716/pasca-banjir-warga-bekasi-mulai-diserang-penyakit-ENVIVxwAL4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban banjir Bekasi ketika berobat (foto: Okezone.com/Wisnu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/08/338/2150716/pasca-banjir-warga-bekasi-mulai-diserang-penyakit-ENVIVxwAL4.jpg</image><title>Korban banjir Bekasi ketika berobat (foto: Okezone.com/Wisnu)</title></images><description>

BEKASI - Warga RT 08, RW 15 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi terserang gatal-gatal, pasca-banjir yang menerjang permukiman tersebut beberapa waktu lalu.

Seperti Maria (62) warga Perumahan Bekasi Jaya Indah, sempat beberapa kali mondar-mandir melakukan pemeriksaan ke Puskemas setempat, akibat banjir yang menerjang pada Rabu 1 Januari 2020.

&quot;Saya sudah bolak-balik periksa, karena gatel-gatel setelah banjir,&quot; kata Maria ketika ditemui Okezone, Rabu (8/1/2020).
Baca juga: DPRD Berencana Bentuk Pansus Selidiki Penyebab Banjir Jakarta
Selain gatal-gatal, diakui dia bahwa sejak banjir yang menerjang  awal tahun itu, dirinya juga kerap stres sehingga membuat tensi darah naik.

&quot;Pokoknya sejak banjir awal tahun itu menerjang, stres saya. Darah tinggi naik. Padahal gak punya riwayat darah tinggi,&quot; katanya.
Baca juga: Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi pada 8-12 Januari 2020 di Jabodetabek
Terlebih, kata dia, perumahanya baru kali ini diterjang banjir hingga leher orang dewasa. Karena banjir ini, dirinya stres. &quot;Bener lho, baru kali ini. Saya 20 tahun tinggal disini, tapi, baru kali ini kena darah tinggi,&quot; ujar dia.

Berbarengan dengan itu, pengamatan Okezone di Perumahan Bekasi Jaya Indah ada salah posko kesehatan. Terlihat banyak warga yang berobat dan mengeluhkan kondisinya.

Rata-rata mereka yang berobat selain karena gatal-gatal juga stres yang pada akhirnya membuat tensi darah tinggi. Mereka yang berobat didominasi kaum ibu-ibu.

Posko pengobatan ini, kata Ketua RT 08/15, M Muchtar karena ada permintaan dari salah satu relawan dari TSSI Peduli Banjir. Mereka meminta agar disedikan tempat untuk memeriksa kesehatan di RT08-09 Perumahan Bekasi Jaya Indah.

&quot;Jadi baru hari ini ada posko kesehatan. Sebelumnya tidak ada, karena mereka meminta maka kami sosialisasikan ke warga, dan banyak warga juga yang memeriksa,&quot; kata Muchtar ketika ditemui Okezone di tempat yang sama.

Sebelumnya, kata Muchtar, warga mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah di dalam lingkungan perumahan. Terlebih sampah-sampah sisa banjir itu sudah mulai ada yang bau.

&quot;Bantuan pemerintah, gak ada yang masuk. Ini juga dari dalam kita yang ngangkut untuk membuang ke titik yang ditentukan oleh pihak kelurahan,&quot; katanya.

Pengangkatan sampah-sampah di dalam lingkungan RT08/15 sendiri sampai saat ini masih di lakukan. Pasalanya, perumahan yang dekat dengan kali ini, masih terlihat sejumlah titik tumpukan sampah, baik itu di pelataran rumah maupun di lapangan.
</description><content:encoded>

BEKASI - Warga RT 08, RW 15 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi terserang gatal-gatal, pasca-banjir yang menerjang permukiman tersebut beberapa waktu lalu.

Seperti Maria (62) warga Perumahan Bekasi Jaya Indah, sempat beberapa kali mondar-mandir melakukan pemeriksaan ke Puskemas setempat, akibat banjir yang menerjang pada Rabu 1 Januari 2020.

&quot;Saya sudah bolak-balik periksa, karena gatel-gatel setelah banjir,&quot; kata Maria ketika ditemui Okezone, Rabu (8/1/2020).
Baca juga: DPRD Berencana Bentuk Pansus Selidiki Penyebab Banjir Jakarta
Selain gatal-gatal, diakui dia bahwa sejak banjir yang menerjang  awal tahun itu, dirinya juga kerap stres sehingga membuat tensi darah naik.

&quot;Pokoknya sejak banjir awal tahun itu menerjang, stres saya. Darah tinggi naik. Padahal gak punya riwayat darah tinggi,&quot; katanya.
Baca juga: Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi pada 8-12 Januari 2020 di Jabodetabek
Terlebih, kata dia, perumahanya baru kali ini diterjang banjir hingga leher orang dewasa. Karena banjir ini, dirinya stres. &quot;Bener lho, baru kali ini. Saya 20 tahun tinggal disini, tapi, baru kali ini kena darah tinggi,&quot; ujar dia.

Berbarengan dengan itu, pengamatan Okezone di Perumahan Bekasi Jaya Indah ada salah posko kesehatan. Terlihat banyak warga yang berobat dan mengeluhkan kondisinya.

Rata-rata mereka yang berobat selain karena gatal-gatal juga stres yang pada akhirnya membuat tensi darah tinggi. Mereka yang berobat didominasi kaum ibu-ibu.

Posko pengobatan ini, kata Ketua RT 08/15, M Muchtar karena ada permintaan dari salah satu relawan dari TSSI Peduli Banjir. Mereka meminta agar disedikan tempat untuk memeriksa kesehatan di RT08-09 Perumahan Bekasi Jaya Indah.

&quot;Jadi baru hari ini ada posko kesehatan. Sebelumnya tidak ada, karena mereka meminta maka kami sosialisasikan ke warga, dan banyak warga juga yang memeriksa,&quot; kata Muchtar ketika ditemui Okezone di tempat yang sama.

Sebelumnya, kata Muchtar, warga mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah di dalam lingkungan perumahan. Terlebih sampah-sampah sisa banjir itu sudah mulai ada yang bau.

&quot;Bantuan pemerintah, gak ada yang masuk. Ini juga dari dalam kita yang ngangkut untuk membuang ke titik yang ditentukan oleh pihak kelurahan,&quot; katanya.

Pengangkatan sampah-sampah di dalam lingkungan RT08/15 sendiri sampai saat ini masih di lakukan. Pasalanya, perumahan yang dekat dengan kali ini, masih terlihat sejumlah titik tumpukan sampah, baik itu di pelataran rumah maupun di lapangan.
</content:encoded></item></channel></rss>
