<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Korban Banjir Antre 3 Jam Gunakan Mesin Cuci di Pengungsian</title><description>Supinah yang ikut mengantre mengatakan, dirinya sudah mengantre sejak Pukul 12.30 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/08/338/2150841/cerita-korban-banjir-antre-3-jam-gunakan-mesin-cuci-di-pengungsian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/08/338/2150841/cerita-korban-banjir-antre-3-jam-gunakan-mesin-cuci-di-pengungsian"/><item><title>Cerita Korban Banjir Antre 3 Jam Gunakan Mesin Cuci di Pengungsian</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/08/338/2150841/cerita-korban-banjir-antre-3-jam-gunakan-mesin-cuci-di-pengungsian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/08/338/2150841/cerita-korban-banjir-antre-3-jam-gunakan-mesin-cuci-di-pengungsian</guid><pubDate>Rabu 08 Januari 2020 22:15 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/08/338/2150841/cerita-korban-banjir-antre-3-jam-gunakan-mesin-cuci-di-pengungsian-99hN0PhJFy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone.com/Sarah Hutagaol)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/08/338/2150841/cerita-korban-banjir-antre-3-jam-gunakan-mesin-cuci-di-pengungsian-99hN0PhJFy.jpg</image><title>(Foto: Okezone.com/Sarah Hutagaol)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ada yang berbeda di depan pengungsian Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang jadi tempat pengungsian korban banjir. Puluhan ibu-ibu antre di dekat dua buah mesin cuci lengkap dengan pengering yang diletakkan di atas mobil pikap.
Pantauan Okezone, Rabu (8/1/2020), ibu-ibu itu menunggu pakaiannya sedang dicuci dan dikeringkan. Sedangkan yang belum mendapat giliran menunggu di dekat mesin cuci.
Supinah yang ikut mengantre mengatakan, dirinya sudah mengantre sejak Pukul 12.30 WIB. Namun, karena hanya terdapat dua mesin cuci, maka ia baru mendapat giliran sekitar pukul 16.00 WIB.
&quot;Mungkin yang duluan mah dari pagi naruh bajunya. Kalau saya kan baru dadakan bawa. Tinggal ikutin barisnya saja. Teratur sih ini antreannya,&quot; kata Supinah saat berbincang dengan Okezone.

Karena antreannya panjang, Supihah berharap mesin cuci yang disediakan di pengungsian bisa ditambah. Mengingat jumlah pengungsi yang berada di sana masih ratusan orang.
&quot;Iya, kalau bisa mah lebih banyak lagi,&quot; kata dia sembari tertawa.
Salah satu relawan yang menyediakan mesin cuci bagi pengungsi banjir, Hendra mengakusenang sudah bisa memenuhi salah satu kebutuhan pengungsi di sana. Walau hanya dua mesin cuci, ia melihat hal itu sudah cukup membantu.
&quot;Ya kita lihat saja kondisi di sini. Di sini kan posko banyak yang cuci baju di sini. Jadi secara bergantian saja, berurutan, dan mengantre saja,&quot; kata Hendra.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ada yang berbeda di depan pengungsian Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang jadi tempat pengungsian korban banjir. Puluhan ibu-ibu antre di dekat dua buah mesin cuci lengkap dengan pengering yang diletakkan di atas mobil pikap.
Pantauan Okezone, Rabu (8/1/2020), ibu-ibu itu menunggu pakaiannya sedang dicuci dan dikeringkan. Sedangkan yang belum mendapat giliran menunggu di dekat mesin cuci.
Supinah yang ikut mengantre mengatakan, dirinya sudah mengantre sejak Pukul 12.30 WIB. Namun, karena hanya terdapat dua mesin cuci, maka ia baru mendapat giliran sekitar pukul 16.00 WIB.
&quot;Mungkin yang duluan mah dari pagi naruh bajunya. Kalau saya kan baru dadakan bawa. Tinggal ikutin barisnya saja. Teratur sih ini antreannya,&quot; kata Supinah saat berbincang dengan Okezone.

Karena antreannya panjang, Supihah berharap mesin cuci yang disediakan di pengungsian bisa ditambah. Mengingat jumlah pengungsi yang berada di sana masih ratusan orang.
&quot;Iya, kalau bisa mah lebih banyak lagi,&quot; kata dia sembari tertawa.
Salah satu relawan yang menyediakan mesin cuci bagi pengungsi banjir, Hendra mengakusenang sudah bisa memenuhi salah satu kebutuhan pengungsi di sana. Walau hanya dua mesin cuci, ia melihat hal itu sudah cukup membantu.
&quot;Ya kita lihat saja kondisi di sini. Di sini kan posko banyak yang cuci baju di sini. Jadi secara bergantian saja, berurutan, dan mengantre saja,&quot; kata Hendra.</content:encoded></item></channel></rss>
