<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Investigasi KNKT, Sopir Bus Sriwijaya Gagal Lakukan Pengereman Sebelum Jatuh</title><description>Pimpinan Tim Investigasi KNKT, Ahmad Wildan mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kecelakaan tunggal mobil Bus Sriwijaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/10/337/2151386/hasil-investigasi-knkt-sopir-bus-sriwijaya-gagal-lakukan-pengereman-sebelum-jatuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/10/337/2151386/hasil-investigasi-knkt-sopir-bus-sriwijaya-gagal-lakukan-pengereman-sebelum-jatuh"/><item><title>Hasil Investigasi KNKT, Sopir Bus Sriwijaya Gagal Lakukan Pengereman Sebelum Jatuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/10/337/2151386/hasil-investigasi-knkt-sopir-bus-sriwijaya-gagal-lakukan-pengereman-sebelum-jatuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/10/337/2151386/hasil-investigasi-knkt-sopir-bus-sriwijaya-gagal-lakukan-pengereman-sebelum-jatuh</guid><pubDate>Jum'at 10 Januari 2020 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/10/337/2151386/hasil-investigasi-knkt-sopir-bus-sriwijaya-gagal-lakukan-pengereman-sebelum-jatuh-C9YzfhS8Gj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KNKT cek kondisi bus di PO Sriwijaya Ekspres Pratama (Foto: Okezone/Demon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/10/337/2151386/hasil-investigasi-knkt-sopir-bus-sriwijaya-gagal-lakukan-pengereman-sebelum-jatuh-C9YzfhS8Gj.jpg</image><title>KNKT cek kondisi bus di PO Sriwijaya Ekspres Pratama (Foto: Okezone/Demon)</title></images><description>BENGKULU - Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menemukan titik terang penyebab kecelakaan bus Sriwijaya Express-Pratama, di liku Lematang Indah Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dipo Selatan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel), yang terjadi pada Selasa 24 Desember 2019.

Di mana beberapa penyebab kecelakaan disimpulkan berdasarkan hasil keterangan saksi, melihat geometrik Jalan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang-Pagar Alam, Sumsel, keterkaitan dengan sistem kerja Kendaraan Bermotor, temuan pada kendaraan serta kronologis kegagalan pengereman bus Sriwijaya.

Pimpinan Tim Investigasi KNKT, Ahmad Wildan mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kecelakaan tunggal mobil Bus Sriwijaya. Salah satunya, adanya kegagalan pengereman, brake fading atau tekanan angin tekor.

Baca Juga: Bus Sriwijaya Ternyata Tak Punya Trayek ke Palembang

Kegagalan pengereman itu, terang Wildan, dipicu karena sopir mengemudi dengan tidak menggunakan prosedur dengan benar. Selain itu, kata dia, kondisi teknis mobil bus yang di bawah standar.

Penyebab lainnya, terang Wildan, desain pagar pengaman jalan pada jembatan Lematang, perlu direview. Seperti, penggunaan Concrete Barrirer (CB) yang lebih kecil dibandingkan dengan di bagian tengah (gaya sentrifugal terletak pada CB yang kecil).

''Hasil investigasi kecelakaan tunggal bus Sriwijaya sudah saya paparkan di Kemenhub,'' kata Wildan, ketika di konfirmasi, Kamis, 9 Januari 2020.



Dari kesimpulan tersebut, terang Wildan, KNKT memberikan beberapa poin rekomendasi yang musti dilakukan. Mulai dari perbaikan pagar pengaman jalan, edukasi dan sosialisasi secara masif tentang prosedur mengemudi (jangka pendek) serta memasukkan topik prosedur mengemudi pada ujian teori dan praktek SIM B1 dan B2 (menengah).

Tidak hanya itu, lanjut Wildan, pihaknya juga merekomendasi prosedur mengemudi dan pemahaman tentang sistem rem.

Selanjutnya, melakukan survei inspeksi keselamatan jalan pada ruas  jalan Manna, Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu-Pagar Alam-Palembang,  Sumsel, untuk mengidentifikasi risk dan hazard serta menyusun program  mitigasinya.

Terakhir, rekomendasi program pilot project implementasi Sistem  Manajemen Keselamatan (SMK) angkutan umum (jangka pendek), mengevaluasi  secara komprehensif implementasi SMK angkutan umum pada perusahaan  angkutan umum (jangka menengah), dan menjadikan SMK sebagai syarat utama  diberikannya izin trayek (jangka panjang).

Catatan rekomendasi itu, sambung Wildan, akan disampaikan ke  Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen  Hubdat Kemhub), Balai Jalan dan Jembatan, Sumsel.

''Ini adalah laporan pendahuluan, rekomendasi segera disampaikan.  Nanti masih ada proses analisa lebih lanjut. Dari Kementerian  Perhubungan sudah membuat langkah-langkah cepat, untuk menindaklanjuti  rekomendasi KNKT tersebut,'' jelas Wildan.

''Ditjen Darat akan membuat pilot project pembinaan SMK terhadap 26  perusahaan. Rencananya, dimulai pada Februari 2020, untuk  menindaklanjuti rekomendasi KNKT,'' sambung Wildan.

</description><content:encoded>BENGKULU - Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menemukan titik terang penyebab kecelakaan bus Sriwijaya Express-Pratama, di liku Lematang Indah Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dipo Selatan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel), yang terjadi pada Selasa 24 Desember 2019.

Di mana beberapa penyebab kecelakaan disimpulkan berdasarkan hasil keterangan saksi, melihat geometrik Jalan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang-Pagar Alam, Sumsel, keterkaitan dengan sistem kerja Kendaraan Bermotor, temuan pada kendaraan serta kronologis kegagalan pengereman bus Sriwijaya.

Pimpinan Tim Investigasi KNKT, Ahmad Wildan mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kecelakaan tunggal mobil Bus Sriwijaya. Salah satunya, adanya kegagalan pengereman, brake fading atau tekanan angin tekor.

Baca Juga: Bus Sriwijaya Ternyata Tak Punya Trayek ke Palembang

Kegagalan pengereman itu, terang Wildan, dipicu karena sopir mengemudi dengan tidak menggunakan prosedur dengan benar. Selain itu, kata dia, kondisi teknis mobil bus yang di bawah standar.

Penyebab lainnya, terang Wildan, desain pagar pengaman jalan pada jembatan Lematang, perlu direview. Seperti, penggunaan Concrete Barrirer (CB) yang lebih kecil dibandingkan dengan di bagian tengah (gaya sentrifugal terletak pada CB yang kecil).

''Hasil investigasi kecelakaan tunggal bus Sriwijaya sudah saya paparkan di Kemenhub,'' kata Wildan, ketika di konfirmasi, Kamis, 9 Januari 2020.



Dari kesimpulan tersebut, terang Wildan, KNKT memberikan beberapa poin rekomendasi yang musti dilakukan. Mulai dari perbaikan pagar pengaman jalan, edukasi dan sosialisasi secara masif tentang prosedur mengemudi (jangka pendek) serta memasukkan topik prosedur mengemudi pada ujian teori dan praktek SIM B1 dan B2 (menengah).

Tidak hanya itu, lanjut Wildan, pihaknya juga merekomendasi prosedur mengemudi dan pemahaman tentang sistem rem.

Selanjutnya, melakukan survei inspeksi keselamatan jalan pada ruas  jalan Manna, Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu-Pagar Alam-Palembang,  Sumsel, untuk mengidentifikasi risk dan hazard serta menyusun program  mitigasinya.

Terakhir, rekomendasi program pilot project implementasi Sistem  Manajemen Keselamatan (SMK) angkutan umum (jangka pendek), mengevaluasi  secara komprehensif implementasi SMK angkutan umum pada perusahaan  angkutan umum (jangka menengah), dan menjadikan SMK sebagai syarat utama  diberikannya izin trayek (jangka panjang).

Catatan rekomendasi itu, sambung Wildan, akan disampaikan ke  Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen  Hubdat Kemhub), Balai Jalan dan Jembatan, Sumsel.

''Ini adalah laporan pendahuluan, rekomendasi segera disampaikan.  Nanti masih ada proses analisa lebih lanjut. Dari Kementerian  Perhubungan sudah membuat langkah-langkah cepat, untuk menindaklanjuti  rekomendasi KNKT tersebut,'' jelas Wildan.

''Ditjen Darat akan membuat pilot project pembinaan SMK terhadap 26  perusahaan. Rencananya, dimulai pada Februari 2020, untuk  menindaklanjuti rekomendasi KNKT,'' sambung Wildan.

</content:encoded></item></channel></rss>
