<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemimpin Oman Sultan Qaboos Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun</title><description>Sultan Qaboos memerintah Oman selama hampir lima dekade.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/11/18/2151694/pemimpin-oman-sultan-qaboos-meninggal-dunia-di-usia-79-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/11/18/2151694/pemimpin-oman-sultan-qaboos-meninggal-dunia-di-usia-79-tahun"/><item><title>Pemimpin Oman Sultan Qaboos Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/11/18/2151694/pemimpin-oman-sultan-qaboos-meninggal-dunia-di-usia-79-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/11/18/2151694/pemimpin-oman-sultan-qaboos-meninggal-dunia-di-usia-79-tahun</guid><pubDate>Sabtu 11 Januari 2020 09:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/11/18/2151694/pemimpin-oman-sultan-qaboos-meninggal-dunia-di-usia-79-tahun-lGixNBoayJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sultan Qaboos dari Oman meninggal dunia di usia 79 tahun. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/11/18/2151694/pemimpin-oman-sultan-qaboos-meninggal-dunia-di-usia-79-tahun-lGixNBoayJ.jpg</image><title>Sultan Qaboos dari Oman meninggal dunia di usia 79 tahun. (Foto: Reuters)</title></images><description>MUSCAT &amp;ndash; Sultan Qaboos bin Said Al Said dari Oman meninggal dunia di usia 79 tahun pada Jumat 10 Januari 2020. Mangkatnya penguasa terlama di dunia Arab itu baru dilaporkan media pemerintah pada Sabtu pagi.
Bulan lalu Sultan Qaboos, yang dilaporkan menderita kanker, baru kembali ke rumah setelah menjalani pemeriksaan medis dan perawatan di Belgia. Kesultanan Oman telah mengumumkan tiga hari berkabung untuk mengenai Sang Sultan.
Sultan Qaboos menggulingkan ayahnya dalam kudeta tidak berdarah dengan dukungan Inggris pada 1970. Dengan menggunakan kekayaan minyaknya, ia kemudian memimpin Oman menuju jalur pembangunan.
BACA JUGA: Presiden Yaman Ditolak Masuk Wilayah Kesultanan Oman
Menurut laporan BBC, dia belum menikah dan tidak memiliki ahli waris atau penerus yang ditunjuk.
Menurut Statuta Dasar kesultanan, Dewan Keluarga Kerajaan yang terdiri dari sekira 50 anggota laki-laki harus memilih sultan baru dalam waktu tiga hari setelah kosongnya takhta.
Jika keluarga tidak bisa setuju, anggota dewan pertahanan dan ketua Mahkamah Agung, Dewan Konsultasi dan Dewan Negara akan membuka amplop tertutup di mana Qaboos diam-diam mencatat pilihannya dan menobatkan orang itu.
Ada beberapa tokoh yang dilaporkan memiliki kemungkinan besar untuk menjadi Sultan Oman berikutnya, di antaranya tiga saudara lelaki yang merupakan sepupu Qaboos, yakni Menteri Kebudayaan Haitham bin Tariq Al Said; Wakil Perdana Menteri Asaad bin Tariq Al Said; dan Shihab bin Tariq Al Said, seorang mantan komandan Angkatan Laut Oman yang menasihati sultan.
Sultan adalah pembuat keputusan terpenting di Oman dan juga memegang posisi perdana menteri, komandan tertinggi angkatan bersenjata, menteri pertahanan, menteri keuangan dan menteri luar negeri.
Selama hampir lima dekade, Sultan Qaboos sepenuhnya mendominasi kehidupan politik Oman, yang merupakan rumah bagi 4,6 juta orang, yang sekira 43 persen  di antaranya adalah ekspatriat.
Pada usia 29 tahun Sultan Qaboos menggulingkan ayahnya, Said bin Taimur, seorang penguasa yang tertutup dan ultra-konservatif yang melarang berbagai hal, termasuk mendengarkan radio atau memakai kacamata hitam, dan memutuskan siapa yang bisa menikah, dididik, atau meninggalkan negara.


Setelah kudeta tak berdarah itu, Sultan Qaboos segera menyatakan  bahwa ia bermaksud mendirikan pemerintahan modern dan menggunakan uang  dari kekayaan minyak Oman untuk membangun negaranya. Di Oman saat itu  hanya ada jalan beraspal sepanjang 10 kilometer dan tiga sekolah.
Dalam beberapa tahun pertama masa pemerintahannya dia mendapat  bantuan dari pasukan khusus Inggris untuk menekan pemberontakan suku di  Provinsi Dhofar yang didukung oleh Republik Yaman.
BACA JUGA: Oman Reshuffle Kabinet Besar-besaran
Sultan Qaboos mengambil jalan netral dalam urusan luar negeri dan  mampu memfasilitasi pembicaraan rahasia antara Amerika Serikat (AS) dan  Iran pada 2013 yang mengarah pada kesepakatan nuklir yang penting dua  tahun kemudian.
Sultan Qaboos digambarkan sebagai pemimpin karismatik dan visioner,  dan ia secara luas dianggap populer. Tetapi dia juga seorang raja  absolut dan membungkam suara-suara yang berbeda pendapat.
Tidak ada kerusuhan besar di Oman selama Arab Spring 2011, tetapi  ribuan orang turun ke jalan-jalan di seluruh negeri untuk menuntut upah  yang lebih baik, lebih banyak pekerjaan yang mengakhiri korupsi.
Protes yang kemudian berakhir dengan kerusuhan, dua orang tewas, dan  ratusan lainnya ditahan atau dikriminalisasi itu gagal menghasilkan  perubahan besar di Oman. Tetapi Sultan Qaboos kemudian memecat beberapa  menteri lama yang dianggap korup, memperluas kekuasaan Dewan  Konsultatif, dan berjanji untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan  sektor publik.</description><content:encoded>MUSCAT &amp;ndash; Sultan Qaboos bin Said Al Said dari Oman meninggal dunia di usia 79 tahun pada Jumat 10 Januari 2020. Mangkatnya penguasa terlama di dunia Arab itu baru dilaporkan media pemerintah pada Sabtu pagi.
Bulan lalu Sultan Qaboos, yang dilaporkan menderita kanker, baru kembali ke rumah setelah menjalani pemeriksaan medis dan perawatan di Belgia. Kesultanan Oman telah mengumumkan tiga hari berkabung untuk mengenai Sang Sultan.
Sultan Qaboos menggulingkan ayahnya dalam kudeta tidak berdarah dengan dukungan Inggris pada 1970. Dengan menggunakan kekayaan minyaknya, ia kemudian memimpin Oman menuju jalur pembangunan.
BACA JUGA: Presiden Yaman Ditolak Masuk Wilayah Kesultanan Oman
Menurut laporan BBC, dia belum menikah dan tidak memiliki ahli waris atau penerus yang ditunjuk.
Menurut Statuta Dasar kesultanan, Dewan Keluarga Kerajaan yang terdiri dari sekira 50 anggota laki-laki harus memilih sultan baru dalam waktu tiga hari setelah kosongnya takhta.
Jika keluarga tidak bisa setuju, anggota dewan pertahanan dan ketua Mahkamah Agung, Dewan Konsultasi dan Dewan Negara akan membuka amplop tertutup di mana Qaboos diam-diam mencatat pilihannya dan menobatkan orang itu.
Ada beberapa tokoh yang dilaporkan memiliki kemungkinan besar untuk menjadi Sultan Oman berikutnya, di antaranya tiga saudara lelaki yang merupakan sepupu Qaboos, yakni Menteri Kebudayaan Haitham bin Tariq Al Said; Wakil Perdana Menteri Asaad bin Tariq Al Said; dan Shihab bin Tariq Al Said, seorang mantan komandan Angkatan Laut Oman yang menasihati sultan.
Sultan adalah pembuat keputusan terpenting di Oman dan juga memegang posisi perdana menteri, komandan tertinggi angkatan bersenjata, menteri pertahanan, menteri keuangan dan menteri luar negeri.
Selama hampir lima dekade, Sultan Qaboos sepenuhnya mendominasi kehidupan politik Oman, yang merupakan rumah bagi 4,6 juta orang, yang sekira 43 persen  di antaranya adalah ekspatriat.
Pada usia 29 tahun Sultan Qaboos menggulingkan ayahnya, Said bin Taimur, seorang penguasa yang tertutup dan ultra-konservatif yang melarang berbagai hal, termasuk mendengarkan radio atau memakai kacamata hitam, dan memutuskan siapa yang bisa menikah, dididik, atau meninggalkan negara.


Setelah kudeta tak berdarah itu, Sultan Qaboos segera menyatakan  bahwa ia bermaksud mendirikan pemerintahan modern dan menggunakan uang  dari kekayaan minyak Oman untuk membangun negaranya. Di Oman saat itu  hanya ada jalan beraspal sepanjang 10 kilometer dan tiga sekolah.
Dalam beberapa tahun pertama masa pemerintahannya dia mendapat  bantuan dari pasukan khusus Inggris untuk menekan pemberontakan suku di  Provinsi Dhofar yang didukung oleh Republik Yaman.
BACA JUGA: Oman Reshuffle Kabinet Besar-besaran
Sultan Qaboos mengambil jalan netral dalam urusan luar negeri dan  mampu memfasilitasi pembicaraan rahasia antara Amerika Serikat (AS) dan  Iran pada 2013 yang mengarah pada kesepakatan nuklir yang penting dua  tahun kemudian.
Sultan Qaboos digambarkan sebagai pemimpin karismatik dan visioner,  dan ia secara luas dianggap populer. Tetapi dia juga seorang raja  absolut dan membungkam suara-suara yang berbeda pendapat.
Tidak ada kerusuhan besar di Oman selama Arab Spring 2011, tetapi  ribuan orang turun ke jalan-jalan di seluruh negeri untuk menuntut upah  yang lebih baik, lebih banyak pekerjaan yang mengakhiri korupsi.
Protes yang kemudian berakhir dengan kerusuhan, dua orang tewas, dan  ratusan lainnya ditahan atau dikriminalisasi itu gagal menghasilkan  perubahan besar di Oman. Tetapi Sultan Qaboos kemudian memecat beberapa  menteri lama yang dianggap korup, memperluas kekuasaan Dewan  Konsultatif, dan berjanji untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan  sektor publik.</content:encoded></item></channel></rss>
