<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir di Bogor dan Lebak, Menteri LHK: 2.500 Hektare Lahan Akan Direboisasi</title><description>Menteri siti menambahkan penghijauan harus dilakukan bersamaan dengan pembangunan akses konservasi tanah dan air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/11/337/2151785/banjir-di-bogor-dan-lebak-menteri-lhk-2-500-hektare-lahan-akan-direboisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/11/337/2151785/banjir-di-bogor-dan-lebak-menteri-lhk-2-500-hektare-lahan-akan-direboisasi"/><item><title>Banjir di Bogor dan Lebak, Menteri LHK: 2.500 Hektare Lahan Akan Direboisasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/11/337/2151785/banjir-di-bogor-dan-lebak-menteri-lhk-2-500-hektare-lahan-akan-direboisasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/11/337/2151785/banjir-di-bogor-dan-lebak-menteri-lhk-2-500-hektare-lahan-akan-direboisasi</guid><pubDate>Sabtu 11 Januari 2020 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/11/337/2151785/banjir-di-bogor-dan-lebak-menteri-lhk-2-500-hektare-lahan-akan-direboisasi-BK9l6HWDFJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: SPTN TNGHS</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/11/337/2151785/banjir-di-bogor-dan-lebak-menteri-lhk-2-500-hektare-lahan-akan-direboisasi-BK9l6HWDFJ.jpg</image><title>Foto: SPTN TNGHS</title></images><description>BOGOR - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan akan segera melakukan penghijauan (reboisasi) di Lebak, Banten dan Bogor pasca-banjir dan longsor beberapa saat yang lalu.

Namun, Menteri siti menambahkan penghijauan harus dilakukan bersamaan dengan pembangunan akses konservasi tanah dan air.

&amp;ldquo;Ini akan dilaksanakan segera setelah akses Sukajaya, Bogor dan tempat-tempat di Lebak selesai ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU),&amp;rdquo; ujar Menteri Siti Nurbaya.

Hal tersebut dicetuskan Siti usai melakukan diskusi dengan dua bupati perempuan, yakni Bupati Bogor Ade MUnawaroh Yasin dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. &amp;ldquo;Saya yakin kita bisa tangani pascabencana di sana dengan baik,&amp;rdquo; ujar Menteri Siti.



Menteri Siti Nurbaya mengungkapkan, dirinya beserta jajaran KLHK menindaklanjuti arahan presiden dalam rangka penanganan holistik bencana Bogor, Lebak, dan lain-lain tempat terkait kawasan hutan dan konservasi dan secara umum wilayah hulu.

Baca Juga: Menteri LHK Terjunkan Tim Investigasi Pasca-Banjir dan Longsor di Bogor

&quot;Menurut rencana, akan dilakukan penanaman kembali (reboisasi) pada areal 2.500 hektare di Lebak dan Bogor  dan diantaranya dengan vetiver atau pohon akar wangi,&quot; jelasnya.

Dalam rangka teknis rinci lapangan, Menteri LHK Siti Nurbaya berkunjung ke lokasi Kebun Bibit Desa di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Kebun bibit ini bantuan Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), KLHK di lokasi di Kota Bogor karena kebutuhan ruang terbuka hijau kota Bogor.

Menteri diterima Walikota Bogor, Bima Arya yang pada kesempatan itu  juga menjelaskan dan meminta dukungan jalan keluar kepada menteri atau  pemerintah pusat untuk penyelesaian tempat pembuangan akhir sampah atau  TPA, serta terkait penanganan air limbah rumah tangga.

Menteri Siti langsung menugaskan Sekjen dan Dirjen  untuk memantapkan  kebun bibit sebanyak 60.000 batang  pohon dan untuk mengembangkan  ekoriparian, menata wilayah tersebut menjadi tempat yang nanti akan  menjadi spot  yang menarik ditata dengan taman dan lain-lain  sehingga  baik untuk swafoto dan hiburan masyarakat.



&amp;ldquo;Saya minta Dirjen siapkan kebun bibit yang akan dipakai tanamannya  dalam dua bulan ini untuk penghijauan. Dan bila lokasinya baik bisa  dikembangkan menjadi lokasi yang baik dan menarik dikunjungi. Ini juga  baik untuk Pemda,&amp;rdquo; katanya.

Dalam kaitan dengan penanganan sampah Menteri Siti menegaskan dan  memerintahkan Dirjen untuk segera rapat dengan Pemda Provinsi Jabar dan  Pemda Bogor serta Pemkab Bogor.

&amp;ldquo;Saya harus periksa kebun-kebun bibit dan kebun bibit rakyat,  ntuk  meyakinkan bahwa penghijauan berjalan baik di wilayah-wilayah  sebagaimana harapan Bapak Presiden,&amp;rdquo; katanya.

</description><content:encoded>BOGOR - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan akan segera melakukan penghijauan (reboisasi) di Lebak, Banten dan Bogor pasca-banjir dan longsor beberapa saat yang lalu.

Namun, Menteri siti menambahkan penghijauan harus dilakukan bersamaan dengan pembangunan akses konservasi tanah dan air.

&amp;ldquo;Ini akan dilaksanakan segera setelah akses Sukajaya, Bogor dan tempat-tempat di Lebak selesai ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU),&amp;rdquo; ujar Menteri Siti Nurbaya.

Hal tersebut dicetuskan Siti usai melakukan diskusi dengan dua bupati perempuan, yakni Bupati Bogor Ade MUnawaroh Yasin dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. &amp;ldquo;Saya yakin kita bisa tangani pascabencana di sana dengan baik,&amp;rdquo; ujar Menteri Siti.



Menteri Siti Nurbaya mengungkapkan, dirinya beserta jajaran KLHK menindaklanjuti arahan presiden dalam rangka penanganan holistik bencana Bogor, Lebak, dan lain-lain tempat terkait kawasan hutan dan konservasi dan secara umum wilayah hulu.

Baca Juga: Menteri LHK Terjunkan Tim Investigasi Pasca-Banjir dan Longsor di Bogor

&quot;Menurut rencana, akan dilakukan penanaman kembali (reboisasi) pada areal 2.500 hektare di Lebak dan Bogor  dan diantaranya dengan vetiver atau pohon akar wangi,&quot; jelasnya.

Dalam rangka teknis rinci lapangan, Menteri LHK Siti Nurbaya berkunjung ke lokasi Kebun Bibit Desa di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Kebun bibit ini bantuan Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), KLHK di lokasi di Kota Bogor karena kebutuhan ruang terbuka hijau kota Bogor.

Menteri diterima Walikota Bogor, Bima Arya yang pada kesempatan itu  juga menjelaskan dan meminta dukungan jalan keluar kepada menteri atau  pemerintah pusat untuk penyelesaian tempat pembuangan akhir sampah atau  TPA, serta terkait penanganan air limbah rumah tangga.

Menteri Siti langsung menugaskan Sekjen dan Dirjen  untuk memantapkan  kebun bibit sebanyak 60.000 batang  pohon dan untuk mengembangkan  ekoriparian, menata wilayah tersebut menjadi tempat yang nanti akan  menjadi spot  yang menarik ditata dengan taman dan lain-lain  sehingga  baik untuk swafoto dan hiburan masyarakat.



&amp;ldquo;Saya minta Dirjen siapkan kebun bibit yang akan dipakai tanamannya  dalam dua bulan ini untuk penghijauan. Dan bila lokasinya baik bisa  dikembangkan menjadi lokasi yang baik dan menarik dikunjungi. Ini juga  baik untuk Pemda,&amp;rdquo; katanya.

Dalam kaitan dengan penanganan sampah Menteri Siti menegaskan dan  memerintahkan Dirjen untuk segera rapat dengan Pemda Provinsi Jabar dan  Pemda Bogor serta Pemkab Bogor.

&amp;ldquo;Saya harus periksa kebun-kebun bibit dan kebun bibit rakyat,  ntuk  meyakinkan bahwa penghijauan berjalan baik di wilayah-wilayah  sebagaimana harapan Bapak Presiden,&amp;rdquo; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
