<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sultan Sepuh Cirebon Minta Pemerintah Data Seluruh Keraton di Indonesia</title><description>Arief Natadiningrat, menyayangkan adanya kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/15/525/2153208/sultan-sepuh-cirebon-minta-pemerintah-data-seluruh-keraton-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/15/525/2153208/sultan-sepuh-cirebon-minta-pemerintah-data-seluruh-keraton-di-indonesia"/><item><title>Sultan Sepuh Cirebon Minta Pemerintah Data Seluruh Keraton di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/15/525/2153208/sultan-sepuh-cirebon-minta-pemerintah-data-seluruh-keraton-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/15/525/2153208/sultan-sepuh-cirebon-minta-pemerintah-data-seluruh-keraton-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2020 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fathnur Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/15/525/2153208/sultan-sepuh-cirebon-minta-pemerintah-data-seluruh-keraton-di-indonesia-QvJcIoprPN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keraton Kasepuhan Cirebon (Foto: Okezone/Fathnur)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/15/525/2153208/sultan-sepuh-cirebon-minta-pemerintah-data-seluruh-keraton-di-indonesia-QvJcIoprPN.jpg</image><title>Keraton Kasepuhan Cirebon (Foto: Okezone/Fathnur)</title></images><description>CIREBON - Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, menyayangkan adanya kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Ia meminta agar Pemerintah segera mendata keraton-keraton di Indonesia agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Arief yang saat ini menjadi Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) merasa bingung, karena Keraton Agung Sejagat tiba-tiba mengklaim sebagai penerus dari Kerajaan Majapahit. Menurut Arief, di dalam FKSN tidak ada yang namanya Keraton Agung Sejagat.

Baca Juga: Sultan Kasepuhan Cirebon Geram Munculnya Keraton Agung Sejagat

Dijelaskan Arief, kerajaan yang muncul setelah Majapahit runtuh adalah Kerajaan Demak. Kemudian, saat Demak runtuh, muncul Kerajaan Pajang. Lalu, seiring bubarnya Kerajaan Pajang, munculah Kerajaan Mataram. Arief mengatakan, Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta menjadi penurus Kerajaan Mataram yang sudah runtuh.



&quot;Kita kaget dia (Keraton Agung Sejagat) menyatakan sebagai keturunan Selendra dan Dinasti Madang. Itu abad ke 7 dan 8, sangat jauh sekali. Susah terpelihara silsilahnya. Mereka juga mengatakan sebagai penerus kerajaan Majapahit. Padahal tidak ada keraton itu (Keraton Agung Sejagat),&quot; kata Arief kepada wartawan, di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (15/1/2020).

Disampaikan Arief, penting untuk pemerintah agar segera mengumumkan keraton-keraton apa saja yang dianggap resmi. Supaya, tidak ada lagi orang tidak bertanggung jawab yang secara tiba-tiba mengaku atau mendirikan keraton baru.

Arief mengusulkan agar pemerintah juga membuat undang-undang khusus  untuk keraton. Hal tersebut perlu dilakukan agar keraton-keraton di  Indonesia memiliki payung hukum yang jelas, sehingga perlindungan untuk  keraton itu ada.

&quot;Yang membina keraton ini adalah Kemendagri dan Kemendikbud. Sampai  dengan sekarang belum ada pengumuman resmi berapa banyak sih keraton  saat ini. Keraton-keraton yang lain itu masih ada, masih merawat adat  dan tradisinya. Perlu ada undang-undang khusus keraton, &quot; ujar Arief.

Ia berharap agar kejadian seperti munculnya Keraton Agung Sejagat ini  tidak terulang kembali. Mengingat, kemunculan keraton tersebut bahkan  tidak diketahui oleh masyarakat sekitar, sehingga menimbulkan keresahan  saja.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemunculan Keraton Agung Sejagat  beberapa waktu lalu menghebohkan masyarakat. Mereka mengklaim bahwa  kerajaannya itu sebagai penerus imperium Majapahit. Tidak  tanggung-tanggung, mereka bahkan mengklaim jika seluruh dunia berada di  dalam kekuasannya.
</description><content:encoded>CIREBON - Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, menyayangkan adanya kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Ia meminta agar Pemerintah segera mendata keraton-keraton di Indonesia agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Arief yang saat ini menjadi Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) merasa bingung, karena Keraton Agung Sejagat tiba-tiba mengklaim sebagai penerus dari Kerajaan Majapahit. Menurut Arief, di dalam FKSN tidak ada yang namanya Keraton Agung Sejagat.

Baca Juga: Sultan Kasepuhan Cirebon Geram Munculnya Keraton Agung Sejagat

Dijelaskan Arief, kerajaan yang muncul setelah Majapahit runtuh adalah Kerajaan Demak. Kemudian, saat Demak runtuh, muncul Kerajaan Pajang. Lalu, seiring bubarnya Kerajaan Pajang, munculah Kerajaan Mataram. Arief mengatakan, Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta menjadi penurus Kerajaan Mataram yang sudah runtuh.



&quot;Kita kaget dia (Keraton Agung Sejagat) menyatakan sebagai keturunan Selendra dan Dinasti Madang. Itu abad ke 7 dan 8, sangat jauh sekali. Susah terpelihara silsilahnya. Mereka juga mengatakan sebagai penerus kerajaan Majapahit. Padahal tidak ada keraton itu (Keraton Agung Sejagat),&quot; kata Arief kepada wartawan, di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (15/1/2020).

Disampaikan Arief, penting untuk pemerintah agar segera mengumumkan keraton-keraton apa saja yang dianggap resmi. Supaya, tidak ada lagi orang tidak bertanggung jawab yang secara tiba-tiba mengaku atau mendirikan keraton baru.

Arief mengusulkan agar pemerintah juga membuat undang-undang khusus  untuk keraton. Hal tersebut perlu dilakukan agar keraton-keraton di  Indonesia memiliki payung hukum yang jelas, sehingga perlindungan untuk  keraton itu ada.

&quot;Yang membina keraton ini adalah Kemendagri dan Kemendikbud. Sampai  dengan sekarang belum ada pengumuman resmi berapa banyak sih keraton  saat ini. Keraton-keraton yang lain itu masih ada, masih merawat adat  dan tradisinya. Perlu ada undang-undang khusus keraton, &quot; ujar Arief.

Ia berharap agar kejadian seperti munculnya Keraton Agung Sejagat ini  tidak terulang kembali. Mengingat, kemunculan keraton tersebut bahkan  tidak diketahui oleh masyarakat sekitar, sehingga menimbulkan keresahan  saja.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemunculan Keraton Agung Sejagat  beberapa waktu lalu menghebohkan masyarakat. Mereka mengklaim bahwa  kerajaannya itu sebagai penerus imperium Majapahit. Tidak  tanggung-tanggung, mereka bahkan mengklaim jika seluruh dunia berada di  dalam kekuasannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
