<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejoli di Lubuklinggau Tewas Usai Minum Miras Dicampur Racun Ikan</title><description>Diduga sejoli tersebut keracunan minuman keras (miras) oplosan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/15/610/2153432/sejoli-di-lubuklinggau-tewas-usai-minum-miras-dicampur-racun-ikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/15/610/2153432/sejoli-di-lubuklinggau-tewas-usai-minum-miras-dicampur-racun-ikan"/><item><title>Sejoli di Lubuklinggau Tewas Usai Minum Miras Dicampur Racun Ikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/15/610/2153432/sejoli-di-lubuklinggau-tewas-usai-minum-miras-dicampur-racun-ikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/15/610/2153432/sejoli-di-lubuklinggau-tewas-usai-minum-miras-dicampur-racun-ikan</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2020 22:00 WIB</pubDate><dc:creator>Era Neizma Wedya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/15/610/2153432/sejoli-di-lubuklinggau-tewas-usai-minum-miras-dicampur-racun-ikan-ediHuWbvGX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/15/610/2153432/sejoli-di-lubuklinggau-tewas-usai-minum-miras-dicampur-racun-ikan-ediHuWbvGX.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>LUBUKLINGGAU - Seorang pekerja salah satu kafe, Hani Safira (22) dan salah seorang pria bernama Dedi Ariyesta (40), ditemukan tewas di dalam salah satu kamar. Diduga sejoli tersebut keracunan minuman keras (miras) oplosan.

Kronologi yang didapat dari informasi yang dihimpun, pada Rabu sekira pukul 00.00 WIB, Dedi datang ke kafe tersebut menggunakan mobil Innova BG 1668 HV menemui Hani.

Keduanya sempat mengobrol di lantai satu kafe yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Sumatera Selatan tersebut.

Kemudian sekitar pukul 02.00 WIB, keduanya naik ke lantai dua. Di lantai tersebut terdapat lima kamar yang hanya disekat triplek. Keduanya masuk ke kamar nomor 4.



Paginya sekitar pukul 05.00 WIB, dari bilik yang ditempati Hani dan Dedi, terdengar suara ngorok yang begitu keras. Awalnya teman-teman Hani menduga keduanya lelap tidur.

Namun, karena merasa curiga beberapa menit kemudian, salah satu teman Hani mengintip dari atas sekat yang terbuka dan melihat keduanya sedang kejang-kejang, dengan mulut berbusa dan mata melotot.

Melihat kondisi keduanya, teman Hani itu memberitahukan teman-temannya yang lain. Kemudian mereka ke luar untuk memberi tahukan pemilik kafe.

Sekira pukul 06.00 WIB, kejadian itu dilaporkan ke Polsek  Lubuklinggau Utara dan Polres Lubuklinggau. Menerima laporan itu polisi  langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi mayat  keduanya ke Rumah Sakit (RS) dr Sobirin.

Sementara itu, menurut keterangan Yadi (40), warga setempat, kematian  kedua tersangka baru diketahuinya setelah polisi datang ke TKP. Saat  polisi datang, keduanya masih berpakaian lengkap dalam kondisi  telentang.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono menyatakan bahwa di TKP  ditemukan botol minuman keras, dan kantong plastik diduga berisi  bongkahan putas atau racun ikan.

&amp;ldquo;Dugaan sementara dua orang ini meminum miras yang mereka campur bahan kimia,&amp;rdquo; jelasnya.

Saat ini, kasus kematian sejoli ini masih dalam penyelidikan lebih  lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian keduanya. Sejauh ini  kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

</description><content:encoded>LUBUKLINGGAU - Seorang pekerja salah satu kafe, Hani Safira (22) dan salah seorang pria bernama Dedi Ariyesta (40), ditemukan tewas di dalam salah satu kamar. Diduga sejoli tersebut keracunan minuman keras (miras) oplosan.

Kronologi yang didapat dari informasi yang dihimpun, pada Rabu sekira pukul 00.00 WIB, Dedi datang ke kafe tersebut menggunakan mobil Innova BG 1668 HV menemui Hani.

Keduanya sempat mengobrol di lantai satu kafe yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Sumatera Selatan tersebut.

Kemudian sekitar pukul 02.00 WIB, keduanya naik ke lantai dua. Di lantai tersebut terdapat lima kamar yang hanya disekat triplek. Keduanya masuk ke kamar nomor 4.



Paginya sekitar pukul 05.00 WIB, dari bilik yang ditempati Hani dan Dedi, terdengar suara ngorok yang begitu keras. Awalnya teman-teman Hani menduga keduanya lelap tidur.

Namun, karena merasa curiga beberapa menit kemudian, salah satu teman Hani mengintip dari atas sekat yang terbuka dan melihat keduanya sedang kejang-kejang, dengan mulut berbusa dan mata melotot.

Melihat kondisi keduanya, teman Hani itu memberitahukan teman-temannya yang lain. Kemudian mereka ke luar untuk memberi tahukan pemilik kafe.

Sekira pukul 06.00 WIB, kejadian itu dilaporkan ke Polsek  Lubuklinggau Utara dan Polres Lubuklinggau. Menerima laporan itu polisi  langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi mayat  keduanya ke Rumah Sakit (RS) dr Sobirin.

Sementara itu, menurut keterangan Yadi (40), warga setempat, kematian  kedua tersangka baru diketahuinya setelah polisi datang ke TKP. Saat  polisi datang, keduanya masih berpakaian lengkap dalam kondisi  telentang.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono menyatakan bahwa di TKP  ditemukan botol minuman keras, dan kantong plastik diduga berisi  bongkahan putas atau racun ikan.

&amp;ldquo;Dugaan sementara dua orang ini meminum miras yang mereka campur bahan kimia,&amp;rdquo; jelasnya.

Saat ini, kasus kematian sejoli ini masih dalam penyelidikan lebih  lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian keduanya. Sejauh ini  kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

</content:encoded></item></channel></rss>
