<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Akan Pelajari Video Viral Tepuk Pramuka Bernuansa SARA</title><description>Polisi akan terlebih dahulu melakukan kroscek video viral pembina pramuka ajarkan tepuk berbau SARA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/16/510/2153474/polri-akan-pelajari-video-viral-tepuk-pramuka-bernuansa-sara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/16/510/2153474/polri-akan-pelajari-video-viral-tepuk-pramuka-bernuansa-sara"/><item><title>Polri Akan Pelajari Video Viral Tepuk Pramuka Bernuansa SARA</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/16/510/2153474/polri-akan-pelajari-video-viral-tepuk-pramuka-bernuansa-sara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/16/510/2153474/polri-akan-pelajari-video-viral-tepuk-pramuka-bernuansa-sara</guid><pubDate>Kamis 16 Januari 2020 03:53 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/16/510/2153474/polri-akan-pelajari-video-viral-tepuk-pramuka-bernuansa-sara-KrHPm5ousX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karopenmas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto: Dok Okezone/Muhamad Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/16/510/2153474/polri-akan-pelajari-video-viral-tepuk-pramuka-bernuansa-sara-KrHPm5ousX.jpg</image><title>Karopenmas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto: Dok Okezone/Muhamad Rizky)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mabes Polri akan melakukan pengecekan terhadap video viral tepuk pramuka yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di DI Yogyakarta. Mereka akan terlebih dahulu melakukan kroscek dan mempelajari video yang sempat membuat kegaduhan di kalangan masyarakat itu.
&quot;Perlu dicek terlebih dahulu kebenaran video tersebut,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono ketika dikonfirmasi Okezone, Kamis (16/1/2020).
Baca juga:   Heboh Pembina Pramuka di Yogyakarta Ajarkan Tepuk Bernuansa SARA&amp;nbsp;
 
Saat ditanya, apakah Polri akan mengerahkan tim ahli bahasa dan IT untuk mempelajari video tersebut? Argo menuturkan kembali bahwa dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polda DIY.
&quot;Dicek dulu ke Yogyakarta ya,&quot; tuturnya.
Sebagaimana diketahui, sebuah video viral tepuk pramuka di Yogyakarta dianggap menyinggung keyakinan keagamaan.
Masyarakat merasa tersinggung lantaran dalam yel-yel tepuk pramuka itu ada kata &quot;Kafir No&quot;. Tepuk pramuka kontroversial itu diajarkan kepada anak yang masih duduk di sekolah dasar.
Baca juga:   Kwarcab Pramuka Yogyakarta Minta Maaf Terkait Tepuk Berbau SARA&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mabes Polri akan melakukan pengecekan terhadap video viral tepuk pramuka yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di DI Yogyakarta. Mereka akan terlebih dahulu melakukan kroscek dan mempelajari video yang sempat membuat kegaduhan di kalangan masyarakat itu.
&quot;Perlu dicek terlebih dahulu kebenaran video tersebut,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono ketika dikonfirmasi Okezone, Kamis (16/1/2020).
Baca juga:   Heboh Pembina Pramuka di Yogyakarta Ajarkan Tepuk Bernuansa SARA&amp;nbsp;
 
Saat ditanya, apakah Polri akan mengerahkan tim ahli bahasa dan IT untuk mempelajari video tersebut? Argo menuturkan kembali bahwa dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polda DIY.
&quot;Dicek dulu ke Yogyakarta ya,&quot; tuturnya.
Sebagaimana diketahui, sebuah video viral tepuk pramuka di Yogyakarta dianggap menyinggung keyakinan keagamaan.
Masyarakat merasa tersinggung lantaran dalam yel-yel tepuk pramuka itu ada kata &quot;Kafir No&quot;. Tepuk pramuka kontroversial itu diajarkan kepada anak yang masih duduk di sekolah dasar.
Baca juga:   Kwarcab Pramuka Yogyakarta Minta Maaf Terkait Tepuk Berbau SARA&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
