<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Pengikut Keraton Agung Sejagat, Dijanjikan Gaji Besar tapi Malah Nombok</title><description>Mereka merupakan orang-orang lama yang pernah aktif dalam Kabupaten Kulonprogo Development Comitee (KKP Dec) pada 2014.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/16/510/2153832/cerita-pengikut-keraton-agung-sejagat-dijanjikan-gaji-besar-tapi-malah-nombok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/16/510/2153832/cerita-pengikut-keraton-agung-sejagat-dijanjikan-gaji-besar-tapi-malah-nombok"/><item><title>Cerita Pengikut Keraton Agung Sejagat, Dijanjikan Gaji Besar tapi Malah Nombok</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/16/510/2153832/cerita-pengikut-keraton-agung-sejagat-dijanjikan-gaji-besar-tapi-malah-nombok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/16/510/2153832/cerita-pengikut-keraton-agung-sejagat-dijanjikan-gaji-besar-tapi-malah-nombok</guid><pubDate>Kamis 16 Januari 2020 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/16/510/2153832/cerita-pengikut-keraton-agung-sejagat-dijanjikan-gaji-besar-tapi-malah-nombok-ygrMfx9ZU9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sudadi mengaku rugi saat ikut Keraton Agung Sejagat (Foto: Kuntadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/16/510/2153832/cerita-pengikut-keraton-agung-sejagat-dijanjikan-gaji-besar-tapi-malah-nombok-ygrMfx9ZU9.jpg</image><title>Sudadi mengaku rugi saat ikut Keraton Agung Sejagat (Foto: Kuntadi)</title></images><description>KULONPROGO - Ada lima warga Kulonprogo ikut dalam kirab dan deklarasi lahirnya Keraton Agung Agung Sejagat (KAS) di Dusun Pogung Desa Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Mereka merupakan orang-orang lama yang pernah aktif dalam Kabupaten Kulonprogo Development Comitee (KKP Dec) pada 2014.

Salah satu yang ikut menghadiri kegiatan tersebut adalah Sudadi, yang merupakan mantan Kepala Desa Plumbon, Temon.



Dia bersama empat warga lainnya ikut menghadiri kirab dan persidangan yang dipimpin oleh Agung Santoso Hadiningrat dan Ratu Fanni Aminadia.

Baca Juga: Keraton Agung Sejagat Dinilai Tak Perlu Dibesar-Besarkan

&amp;ldquo;Kami berangkat berlima dari sini, saya yang rental mobil,&amp;rdquo; jelas Sudadi, di rumahnya (16/1/2020).

Sudadi sendiri tidak merinci siapa saja yang ikut ke Purworejo. Namun ada warga Desa Triharjo, Desa Bojong, dan Desa Temon Kulon yang dulu pernah aktif di KKP Dec, menyatakan tujuan awal organisasi tersebut untuk kemasyarakatan dan sosial.

Sudadi mengaku saat ini dirinya tidak aktif lagi dalam KKP Dec, ia hanya aktif dalam kurun waktu 2014-2018. Kelompok tersebut dibentuk untuk mencairkan dana kemanusiaan yang ada di luar negeri.

Dana tersebut diklaim jumlahnya sangat besar dan akan dibagikan untuk  kesejahteraan masyarakat. Begitu juga para pengurusnya akan mendapatkan  honor yang nilainya fantastis. Tapi fakta yang diterimanya bertolak  belakang.

&amp;ldquo;Jangankan dapat gaji, selama ini saya nombok. Untuk sewa mobil, makan dan iuran,&amp;rdquo; jelasnya.

Terkait dengan keraton, Sudadi mengaku tidak pernah tahu ikhwal  lahirnya. Dia hanya diminta datang untuk deklarasi sekaligus formalitas  sebagai rangkaian mencairkan dana. Hanya saja untuk ikut harus membeli  baju seragam yag mencapai Rp2 juta. Selain baju juga ada celana, topi  dan juga beberapa lambang dan tanda kehormatan.

&amp;ldquo;Sebelum ke sana saya pernah juga menghadiri ritual di Prambanan, Dieng,&amp;rdquo; terangnya.

Sudadi sendiri mengaku tidak tahu menahu dengan keraton tersebut.  Hanya dengan Totok dia cukup akrab semasa sama-sama mengurusi KKP Dec.
</description><content:encoded>KULONPROGO - Ada lima warga Kulonprogo ikut dalam kirab dan deklarasi lahirnya Keraton Agung Agung Sejagat (KAS) di Dusun Pogung Desa Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Mereka merupakan orang-orang lama yang pernah aktif dalam Kabupaten Kulonprogo Development Comitee (KKP Dec) pada 2014.

Salah satu yang ikut menghadiri kegiatan tersebut adalah Sudadi, yang merupakan mantan Kepala Desa Plumbon, Temon.



Dia bersama empat warga lainnya ikut menghadiri kirab dan persidangan yang dipimpin oleh Agung Santoso Hadiningrat dan Ratu Fanni Aminadia.

Baca Juga: Keraton Agung Sejagat Dinilai Tak Perlu Dibesar-Besarkan

&amp;ldquo;Kami berangkat berlima dari sini, saya yang rental mobil,&amp;rdquo; jelas Sudadi, di rumahnya (16/1/2020).

Sudadi sendiri tidak merinci siapa saja yang ikut ke Purworejo. Namun ada warga Desa Triharjo, Desa Bojong, dan Desa Temon Kulon yang dulu pernah aktif di KKP Dec, menyatakan tujuan awal organisasi tersebut untuk kemasyarakatan dan sosial.

Sudadi mengaku saat ini dirinya tidak aktif lagi dalam KKP Dec, ia hanya aktif dalam kurun waktu 2014-2018. Kelompok tersebut dibentuk untuk mencairkan dana kemanusiaan yang ada di luar negeri.

Dana tersebut diklaim jumlahnya sangat besar dan akan dibagikan untuk  kesejahteraan masyarakat. Begitu juga para pengurusnya akan mendapatkan  honor yang nilainya fantastis. Tapi fakta yang diterimanya bertolak  belakang.

&amp;ldquo;Jangankan dapat gaji, selama ini saya nombok. Untuk sewa mobil, makan dan iuran,&amp;rdquo; jelasnya.

Terkait dengan keraton, Sudadi mengaku tidak pernah tahu ikhwal  lahirnya. Dia hanya diminta datang untuk deklarasi sekaligus formalitas  sebagai rangkaian mencairkan dana. Hanya saja untuk ikut harus membeli  baju seragam yag mencapai Rp2 juta. Selain baju juga ada celana, topi  dan juga beberapa lambang dan tanda kehormatan.

&amp;ldquo;Sebelum ke sana saya pernah juga menghadiri ritual di Prambanan, Dieng,&amp;rdquo; terangnya.

Sudadi sendiri mengaku tidak tahu menahu dengan keraton tersebut.  Hanya dengan Totok dia cukup akrab semasa sama-sama mengurusi KKP Dec.
</content:encoded></item></channel></rss>
