<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ritual Keraton Agung Sejagat Ganggu Ibadah Warga</title><description>Warga merasa terganggu dengan ritual Keraton Agung Sejagat karena meski azan berkumandang, mereka tetap melaksanakan kegiatannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/16/512/2153865/ritual-keraton-agung-sejagat-ganggu-ibadah-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/16/512/2153865/ritual-keraton-agung-sejagat-ganggu-ibadah-warga"/><item><title>Ritual Keraton Agung Sejagat Ganggu Ibadah Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/16/512/2153865/ritual-keraton-agung-sejagat-ganggu-ibadah-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/16/512/2153865/ritual-keraton-agung-sejagat-ganggu-ibadah-warga</guid><pubDate>Kamis 16 Januari 2020 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/16/512/2153865/ritual-keraton-agung-sejagat-ganggu-ibadah-warga-wMv8lpt3XN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga mendatangi Keraton Agung Sejagat. (Foto : Sindo/Kuntadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/16/512/2153865/ritual-keraton-agung-sejagat-ganggu-ibadah-warga-wMv8lpt3XN.jpg</image><title>Warga mendatangi Keraton Agung Sejagat. (Foto : Sindo/Kuntadi)</title></images><description>PURWOREJO &amp;ndash; Tertangkapnya Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat disambut gembira warga Purworejo, Jawa Tengah. Mereka mengaku bersyukur karena selama ini merasa terganggu dengan aktivitas keraton yang dinilai tak mengenal waktu.

Keraton itu berdiri di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Ratusan pengikut dari berbagai daerah berdatangan untuk mengikuti ritual yang dilakukan hingga malam hari.

&quot;Kegiatan mereka itu tidak mengenal waktu. Saat magrib dia masih ada kegiatan. Waktu Asar hingga Isya juga tetap melanjutkan kegiatan,&quot; kata ibu muda Tri Widati, Kamis (16/1/2020).

Perempuan yang akrab disapa Wiwik itu menyampaikan, meski Azan berkumandang, kegiatan mereka tetap berjalan. Akibatnya, warga merasa terganggu karena tak dapat beribadah dengan nyaman dan tenang.



&quot;Dia (pihak keraton-red) tidak menghormati kami sebagai yang muslim pada waktu Asar, Isya juga mereka tetap melanjutkan kegiatan tersebut. Padahal azan itu berkumandang dekat sekali,&quot; tuturnya.

&quot;Mohon kepada aparat keamanan untuk segera menindaklanjuti ini supaya semuanya tuntas dan desa kami kembali aman dan damai. Kami bisa beribadah dengan tenang dan saudara-saudara kami juga bisa tenang kembali,&quot; tuturnya.
Sekadar diketahui, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, yaitu Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat onar dan melakukan penipuan.

Baca Juga : Cerita Pengikut Keraton Agung Sejagat, Dijanjikan Gaji Besar tapi Malah Nombok

Kedua pelaku diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Baca Juga : Curhat Warga Pogung soal Pakaian Keraton Agung Sejagat Mirip Dagelan



</description><content:encoded>PURWOREJO &amp;ndash; Tertangkapnya Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat disambut gembira warga Purworejo, Jawa Tengah. Mereka mengaku bersyukur karena selama ini merasa terganggu dengan aktivitas keraton yang dinilai tak mengenal waktu.

Keraton itu berdiri di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Ratusan pengikut dari berbagai daerah berdatangan untuk mengikuti ritual yang dilakukan hingga malam hari.

&quot;Kegiatan mereka itu tidak mengenal waktu. Saat magrib dia masih ada kegiatan. Waktu Asar hingga Isya juga tetap melanjutkan kegiatan,&quot; kata ibu muda Tri Widati, Kamis (16/1/2020).

Perempuan yang akrab disapa Wiwik itu menyampaikan, meski Azan berkumandang, kegiatan mereka tetap berjalan. Akibatnya, warga merasa terganggu karena tak dapat beribadah dengan nyaman dan tenang.



&quot;Dia (pihak keraton-red) tidak menghormati kami sebagai yang muslim pada waktu Asar, Isya juga mereka tetap melanjutkan kegiatan tersebut. Padahal azan itu berkumandang dekat sekali,&quot; tuturnya.

&quot;Mohon kepada aparat keamanan untuk segera menindaklanjuti ini supaya semuanya tuntas dan desa kami kembali aman dan damai. Kami bisa beribadah dengan tenang dan saudara-saudara kami juga bisa tenang kembali,&quot; tuturnya.
Sekadar diketahui, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, yaitu Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat onar dan melakukan penipuan.

Baca Juga : Cerita Pengikut Keraton Agung Sejagat, Dijanjikan Gaji Besar tapi Malah Nombok

Kedua pelaku diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Baca Juga : Curhat Warga Pogung soal Pakaian Keraton Agung Sejagat Mirip Dagelan



</content:encoded></item></channel></rss>
