<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Kecil Kemungkinan Asap Australia Menyebar ke Indonesia</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan asap kebakaran hutan yang terjadi di Australia hingga hari ini masih meluas</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/17/337/2154538/bmkg-kecil-kemungkinan-asap-australia-menyebar-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/17/337/2154538/bmkg-kecil-kemungkinan-asap-australia-menyebar-ke-indonesia"/><item><title>BMKG: Kecil Kemungkinan Asap Australia Menyebar ke Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/17/337/2154538/bmkg-kecil-kemungkinan-asap-australia-menyebar-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/17/337/2154538/bmkg-kecil-kemungkinan-asap-australia-menyebar-ke-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 17 Januari 2020 23:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/17/337/2154538/bmkg-kecil-kemungkinan-asap-australia-menyebar-ke-indonesia-gMnFW6Yvby.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/17/337/2154538/bmkg-kecil-kemungkinan-asap-australia-menyebar-ke-indonesia-gMnFW6Yvby.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan asap kebakaran hutan yang terjadi di Australia hingga hari ini masih meluas.

Bahkan, lembaga antariksa AS, NASA mengumumkan, asap dari kebakaran hutan di bagian selatan dan tenggara Australia tersebut sudah mengelilingi dunia.

&quot;Pada tanggal 10 Januari 2020, NASA menyampaikan bahwa asap hasil kebakaran hutan di Australia telah menyebar hingga Benua Amerika dan berpotensi mempengaruhi atmosfer secara global,&quot; ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG Afrizal, Jumat (17/1/2020).

Herizal menyebut muncul kekhawatiran di sebagian masyarakat bahwa asap kebakaran hutan di Australia ini juga akan menyebar ke seluruh permukaan bumi termasuk wilayah Indonesia.

Baca Juga: Hujan Deras Padamkan Kebakaran Australia, tapi Banjir Menerjang

Sehingga, BMKG menyampaikan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer pada awal hingga pertengahan Januari 2020, menunjukkan pergerakan penyebaran asap dominan terjadi di belahan bumi selatan.

Asap ini menyebar dari Australia ke arah timur karena dipengaruhi oleh &quot;polar jet stream&quot; yaitu aliran angin kencang pada sekitar 60 derajat Lintang Selatan dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam, yang bergerak konsisten ke arah timur.

Adapun, Polar jet stream ini telah membawa asap kebakaran hutan  Australia menyeberangi Samudera Pasifik bagian selatan pada ketinggian  atmosfer sekitar 16 kilometer, dan menyebar sampai ke negara Benua  Amerika bagian selatan, antara lain Chili, Argentina, dan Uruguay.

&quot;Hingga akhir Januari 2020, diperkirakan polar jet stream masih cukup  kuat, sehingga potensi penyebaran asap masih dominan ke arah timur,&quot;  terang Herizal.

Ia menegaskan, kecil kemungkinan asap kebakaran hutan Australia akan  secara langsung menyebar ke wilayah Indonesia karena dinamika atmosfer  Australia didominasi aliran angin kencang yang konsisten ke arah timur,  dan di Indonesia sendiri dinamika atmosfer didominasi oleh angin baratan  atau monsun Asia.

&quot;Kejadian kebakaran hutan Australia pada tahun 2019/2020 ini termasuk  salah satu  kejadian yang paling parah dalam sejarah kebakaran hutan.  Meskipun, tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan perubahan iklim,  tetapi kenaikan suhu udara global telah meningkatkan risiko kebakaran  hutan sehingga akan lebih sering terjadi,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan asap kebakaran hutan yang terjadi di Australia hingga hari ini masih meluas.

Bahkan, lembaga antariksa AS, NASA mengumumkan, asap dari kebakaran hutan di bagian selatan dan tenggara Australia tersebut sudah mengelilingi dunia.

&quot;Pada tanggal 10 Januari 2020, NASA menyampaikan bahwa asap hasil kebakaran hutan di Australia telah menyebar hingga Benua Amerika dan berpotensi mempengaruhi atmosfer secara global,&quot; ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG Afrizal, Jumat (17/1/2020).

Herizal menyebut muncul kekhawatiran di sebagian masyarakat bahwa asap kebakaran hutan di Australia ini juga akan menyebar ke seluruh permukaan bumi termasuk wilayah Indonesia.

Baca Juga: Hujan Deras Padamkan Kebakaran Australia, tapi Banjir Menerjang

Sehingga, BMKG menyampaikan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer pada awal hingga pertengahan Januari 2020, menunjukkan pergerakan penyebaran asap dominan terjadi di belahan bumi selatan.

Asap ini menyebar dari Australia ke arah timur karena dipengaruhi oleh &quot;polar jet stream&quot; yaitu aliran angin kencang pada sekitar 60 derajat Lintang Selatan dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam, yang bergerak konsisten ke arah timur.

Adapun, Polar jet stream ini telah membawa asap kebakaran hutan  Australia menyeberangi Samudera Pasifik bagian selatan pada ketinggian  atmosfer sekitar 16 kilometer, dan menyebar sampai ke negara Benua  Amerika bagian selatan, antara lain Chili, Argentina, dan Uruguay.

&quot;Hingga akhir Januari 2020, diperkirakan polar jet stream masih cukup  kuat, sehingga potensi penyebaran asap masih dominan ke arah timur,&quot;  terang Herizal.

Ia menegaskan, kecil kemungkinan asap kebakaran hutan Australia akan  secara langsung menyebar ke wilayah Indonesia karena dinamika atmosfer  Australia didominasi aliran angin kencang yang konsisten ke arah timur,  dan di Indonesia sendiri dinamika atmosfer didominasi oleh angin baratan  atau monsun Asia.

&quot;Kejadian kebakaran hutan Australia pada tahun 2019/2020 ini termasuk  salah satu  kejadian yang paling parah dalam sejarah kebakaran hutan.  Meskipun, tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan perubahan iklim,  tetapi kenaikan suhu udara global telah meningkatkan risiko kebakaran  hutan sehingga akan lebih sering terjadi,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
