<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Merasa Ditipu, Pengikut Keraton Agung Sejagat: Ini Perjuangan</title><description>Para pengikut Keraton Agung Sejagat yang ada di Klaten, Jawa Tengah, mayoritas mengaku tak merasa ditipu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/19/512/2155124/tak-merasa-ditipu-pengikut-keraton-agung-sejagat-ini-perjuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/19/512/2155124/tak-merasa-ditipu-pengikut-keraton-agung-sejagat-ini-perjuangan"/><item><title>Tak Merasa Ditipu, Pengikut Keraton Agung Sejagat: Ini Perjuangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/19/512/2155124/tak-merasa-ditipu-pengikut-keraton-agung-sejagat-ini-perjuangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/19/512/2155124/tak-merasa-ditipu-pengikut-keraton-agung-sejagat-ini-perjuangan</guid><pubDate>Minggu 19 Januari 2020 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/19/512/2155124/tak-merasa-ditipu-pengikut-keraton-agung-sejagat-ini-perjuangan-IkfoHph7RV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tempat Pertemuan Pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten, Jawa Tengah (foto: Okezone/Bramantyo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/19/512/2155124/tak-merasa-ditipu-pengikut-keraton-agung-sejagat-ini-perjuangan-IkfoHph7RV.jpg</image><title>Tempat Pertemuan Pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten, Jawa Tengah (foto: Okezone/Bramantyo)</title></images><description>KLATEN - Para pengikut Keraton Agung Sejagat yang ada di Klaten, Jawa Tengah, mayoritas mengaku tak merasa ditipu oleh Toto Santoso Hadiningrat dan teman perempuannya, Dyah Gitarja.

Meskipun kini kedua orang yang mengaku sebagai Raja dan Ratu, telah diamankan Polda Jawa Tengah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tempat-Tempat Ini Berpotensi Muncul Keraton Baru&amp;nbsp;
Salah satu pengikut Keraton Agung Sejagat berinisial SS mengatakan, meskipun secara materi dia tak memungkiri telah dirugikan. Namun, apa yang mereka lakukan untuk Keraton Agung Sejagat, adalah sebagai bentuk perjuangan dan pengabdian.

&quot;Kalau masalah kehilangan uang memang ada. Tapi itu semua bentuk perjuangan kami dan pengabdian kami terhadap Keraton,&quot; ujar SS saat ditemui di Ndalem Prambanan, Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Klaten, tempat yang digunakan Pengikut Keraton Agung Sejagat berkumpul, Minggu (19/1/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wMS8xNS8xLzEyMTE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Menurut SS, di Kabupaten Klaten, ada sekira 28 pengikut Keraton Agung Sejagat. Di mana, setiap anggota atau Abdi Ndalem Keraton Agung Sejagat, merogoh kocek lebih dari Rp2 juta.

Uang tersebut, kata SS, untuk membeli seragam, membuat Kartu Tanda Anggota (KTA), iuran kirab deklarasi Rp50 ribu untuk membuat kursi sidang.

&quot;Untuk seragam itu Rp2 juta, sisanya beli seragam, Kartu Tanda Anggota (KTA), iuran kirab deklarasi dan untuk membuat kursi sidang,&quot; ucap SS yang juga pemilik sanggar Awan Mukti.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bumbu Halusinasi dan Sisa Sejarah Daya Tarik Munculnya Keraton Baru di Indonesia&amp;nbsp;
SS menerangkan, Toto pernah datang ke tempatnya pada 8 Oktober 2018 untuk menandatangani batu besar yang akan dijadikan prasasti.

Dia juga mengaku baru dua kali menggunakan seragam kebesaran Keraton Agung Sejagat, yaitu saat deklarasi 10 Januari 2020 lalu.</description><content:encoded>KLATEN - Para pengikut Keraton Agung Sejagat yang ada di Klaten, Jawa Tengah, mayoritas mengaku tak merasa ditipu oleh Toto Santoso Hadiningrat dan teman perempuannya, Dyah Gitarja.

Meskipun kini kedua orang yang mengaku sebagai Raja dan Ratu, telah diamankan Polda Jawa Tengah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tempat-Tempat Ini Berpotensi Muncul Keraton Baru&amp;nbsp;
Salah satu pengikut Keraton Agung Sejagat berinisial SS mengatakan, meskipun secara materi dia tak memungkiri telah dirugikan. Namun, apa yang mereka lakukan untuk Keraton Agung Sejagat, adalah sebagai bentuk perjuangan dan pengabdian.

&quot;Kalau masalah kehilangan uang memang ada. Tapi itu semua bentuk perjuangan kami dan pengabdian kami terhadap Keraton,&quot; ujar SS saat ditemui di Ndalem Prambanan, Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Klaten, tempat yang digunakan Pengikut Keraton Agung Sejagat berkumpul, Minggu (19/1/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wMS8xNS8xLzEyMTE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Menurut SS, di Kabupaten Klaten, ada sekira 28 pengikut Keraton Agung Sejagat. Di mana, setiap anggota atau Abdi Ndalem Keraton Agung Sejagat, merogoh kocek lebih dari Rp2 juta.

Uang tersebut, kata SS, untuk membeli seragam, membuat Kartu Tanda Anggota (KTA), iuran kirab deklarasi Rp50 ribu untuk membuat kursi sidang.

&quot;Untuk seragam itu Rp2 juta, sisanya beli seragam, Kartu Tanda Anggota (KTA), iuran kirab deklarasi dan untuk membuat kursi sidang,&quot; ucap SS yang juga pemilik sanggar Awan Mukti.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bumbu Halusinasi dan Sisa Sejarah Daya Tarik Munculnya Keraton Baru di Indonesia&amp;nbsp;
SS menerangkan, Toto pernah datang ke tempatnya pada 8 Oktober 2018 untuk menandatangani batu besar yang akan dijadikan prasasti.

Dia juga mengaku baru dua kali menggunakan seragam kebesaran Keraton Agung Sejagat, yaitu saat deklarasi 10 Januari 2020 lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
