<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Konflik Natuna, Ketua DPR: Kedaulatan Harga Mati, tapi Tetap Kedepankan Diplomasi</title><description>Pemerintah Indonesia akan mengedepankan penyelesaian konflik perairan Natuna di Kepulauan Riau (Kepri) dengan metode diplomasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/20/337/2155643/soal-konflik-natuna-ketua-dpr-kedaulatan-harga-mati-tapi-tetap-kedepankan-diplomasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/20/337/2155643/soal-konflik-natuna-ketua-dpr-kedaulatan-harga-mati-tapi-tetap-kedepankan-diplomasi"/><item><title>Soal Konflik Natuna, Ketua DPR: Kedaulatan Harga Mati, tapi Tetap Kedepankan Diplomasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/20/337/2155643/soal-konflik-natuna-ketua-dpr-kedaulatan-harga-mati-tapi-tetap-kedepankan-diplomasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/20/337/2155643/soal-konflik-natuna-ketua-dpr-kedaulatan-harga-mati-tapi-tetap-kedepankan-diplomasi</guid><pubDate>Senin 20 Januari 2020 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/20/337/2155643/soal-konflik-natuna-ketua-dpr-kedaulatan-harga-mati-tapi-tetap-kedepankan-diplomasi-O0uPJemilw.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR RI, Puan Maharani bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam kunker ke Yogyakarta (Foto: Okezone.com/Kuntadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/20/337/2155643/soal-konflik-natuna-ketua-dpr-kedaulatan-harga-mati-tapi-tetap-kedepankan-diplomasi-O0uPJemilw.JPG</image><title>Ketua DPR RI, Puan Maharani bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam kunker ke Yogyakarta (Foto: Okezone.com/Kuntadi)</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia akan mengedepankan penyelesaian konflik perairan Natuna di Kepulauan Riau (Kepri) dengan metode diplomasi. Meski begitu, kedaulatan bangsa tetap menjadi harga mati.
&amp;ldquo;Kedaulatan bangsa adalah harga mati, tetapi kita kedepankan proses diplomasi,&amp;rdquo; ungkap Ketua DPR, Puan Maharani usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (20/1/2020).
Ikut hadir dalam pertemuan ini, unsur muspida di lingkungan Pemda DIY. Sementara Puan didampingi dua politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari yang duduk di parlemen Senayan yakni Idham Samawi dan Esti Wijayati. Keduanya merupakan wakil rakyat dari Dapil DIY.

Menurut Puan, sampai saat ini presiden belum akan menambah armada pasukan penjaga perbatasan. Pemerintah kata dia akan tetap menjaga kedaulatan bangsa sambil mengedepankan diplomasi.
&amp;ldquo;Kedulatan bangsa harus sama-sama dihormati. Kita kedepankan diplomasi,&amp;rdquo; katanya lagi.</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia akan mengedepankan penyelesaian konflik perairan Natuna di Kepulauan Riau (Kepri) dengan metode diplomasi. Meski begitu, kedaulatan bangsa tetap menjadi harga mati.
&amp;ldquo;Kedaulatan bangsa adalah harga mati, tetapi kita kedepankan proses diplomasi,&amp;rdquo; ungkap Ketua DPR, Puan Maharani usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (20/1/2020).
Ikut hadir dalam pertemuan ini, unsur muspida di lingkungan Pemda DIY. Sementara Puan didampingi dua politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari yang duduk di parlemen Senayan yakni Idham Samawi dan Esti Wijayati. Keduanya merupakan wakil rakyat dari Dapil DIY.

Menurut Puan, sampai saat ini presiden belum akan menambah armada pasukan penjaga perbatasan. Pemerintah kata dia akan tetap menjaga kedaulatan bangsa sambil mengedepankan diplomasi.
&amp;ldquo;Kedulatan bangsa harus sama-sama dihormati. Kita kedepankan diplomasi,&amp;rdquo; katanya lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
