<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dorong Efisiensi Anggaran Militer, Jokowi Ingin Hidupkan Industri Strategis</title><description>Presiden Jokowi mengatakan bahwa belanja pertahanan harus diubah menjadi investasi pertahanan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/23/337/2157233/dorong-efisiensi-anggaran-militer-jokowi-ingin-hidupkan-industri-strategis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/23/337/2157233/dorong-efisiensi-anggaran-militer-jokowi-ingin-hidupkan-industri-strategis"/><item><title>Dorong Efisiensi Anggaran Militer, Jokowi Ingin Hidupkan Industri Strategis</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/23/337/2157233/dorong-efisiensi-anggaran-militer-jokowi-ingin-hidupkan-industri-strategis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/23/337/2157233/dorong-efisiensi-anggaran-militer-jokowi-ingin-hidupkan-industri-strategis</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2020 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/23/337/2157233/dorong-efisiensi-anggaran-militer-jokowi-ingin-hidupkan-industri-strategis-IxgeaHUTem.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/23/337/2157233/dorong-efisiensi-anggaran-militer-jokowi-ingin-hidupkan-industri-strategis-IxgeaHUTem.jpg</image><title>Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) mengatakan bahwa belanja pertahanan harus diubah menjadi investasi pertahanan. Kepala Negara ingin pemerintah menghidupkan industri strategis Indonesia.
Jokowi telah membahas industri strategis tersebut bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Ia ingin industri di bidang pertahanan itu bisa bergerak dan mandiri.
&quot;Yang saya lihat di negara yang lain, minimal industri-industri ini harus diberikan pesanan order itu 15 tahun minimal, sehingga rencana investasinya menjadi terarah, mana yang akan dituju itu menjadi jelas,&quot; kata Jokowi dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri Tahun 2020, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Jokowi: Prabowo ke Luar Negeri Bukan Sekadar Jalan-Jalan
Presiden mengingatkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan mengharuskan adanya transfer teknologi, kerja sama produksi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), serta pengembangan rantai produksi antara BUMN dengan korporasi swasta dan usaha kecil dan menengah (UKM).
&quot;Oleh sebab itu, pemanfaatan APBN harus betul-betul benar, efisien, dimulai dari perencanaan dan kemudian di dalam pelaksanaan anggaran. Dan perlu saya informasikan supaya tahu semuanya bahwa Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi APBN terbesar sejak 2016 sampai sekarang,&quot; ungkapnya.Kementerian Pertahanan mendapatkan anggaran sebesar Rp127 triliun  pada 2020. Jokowi mengingatkan agar anggaran tersebut bisa digunakan  dengan semestinya, tanpa adanya penyelewengan, sehingga bisa mendukung  industri strategis Indonesia.
&quot;Tapi saya yakin Pak Menhan ini  kalau urusan anggaran itu detail, berkali-kali dengan saya, hampir hafal  di luar kepala. Saya juga merasa aman untuk urusan Rp127 triliun ini.  Harus efisien, bersih, tidak boleh ada mark-up lagi, dan yang paling  penting mendukung industri dalam negeri kita,&quot; ujarnya.
Terkait  dengan kemungkinan kerja sama pengembangan alat utama sistem  persenjataan (alutsista) dengan negara lain, Presiden menyebut bahwa  Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah menjajaki kemungkinan kerja  sama dengan beberapa negara.
&quot;Beberapa sudah dijajaki oleh Pak  Menhan, baik dengan Perancis, baik dengan Korea Selatan, baik dengan  negara-negara di Eropa Timur, dan segera akan diputuskan dan minggu  depan kita akan rapat terbatas dengan Pak Menhan nanti di Surabaya,&quot;  kata Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) mengatakan bahwa belanja pertahanan harus diubah menjadi investasi pertahanan. Kepala Negara ingin pemerintah menghidupkan industri strategis Indonesia.
Jokowi telah membahas industri strategis tersebut bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Ia ingin industri di bidang pertahanan itu bisa bergerak dan mandiri.
&quot;Yang saya lihat di negara yang lain, minimal industri-industri ini harus diberikan pesanan order itu 15 tahun minimal, sehingga rencana investasinya menjadi terarah, mana yang akan dituju itu menjadi jelas,&quot; kata Jokowi dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri Tahun 2020, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Jokowi: Prabowo ke Luar Negeri Bukan Sekadar Jalan-Jalan
Presiden mengingatkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan mengharuskan adanya transfer teknologi, kerja sama produksi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), serta pengembangan rantai produksi antara BUMN dengan korporasi swasta dan usaha kecil dan menengah (UKM).
&quot;Oleh sebab itu, pemanfaatan APBN harus betul-betul benar, efisien, dimulai dari perencanaan dan kemudian di dalam pelaksanaan anggaran. Dan perlu saya informasikan supaya tahu semuanya bahwa Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi APBN terbesar sejak 2016 sampai sekarang,&quot; ungkapnya.Kementerian Pertahanan mendapatkan anggaran sebesar Rp127 triliun  pada 2020. Jokowi mengingatkan agar anggaran tersebut bisa digunakan  dengan semestinya, tanpa adanya penyelewengan, sehingga bisa mendukung  industri strategis Indonesia.
&quot;Tapi saya yakin Pak Menhan ini  kalau urusan anggaran itu detail, berkali-kali dengan saya, hampir hafal  di luar kepala. Saya juga merasa aman untuk urusan Rp127 triliun ini.  Harus efisien, bersih, tidak boleh ada mark-up lagi, dan yang paling  penting mendukung industri dalam negeri kita,&quot; ujarnya.
Terkait  dengan kemungkinan kerja sama pengembangan alat utama sistem  persenjataan (alutsista) dengan negara lain, Presiden menyebut bahwa  Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah menjajaki kemungkinan kerja  sama dengan beberapa negara.
&quot;Beberapa sudah dijajaki oleh Pak  Menhan, baik dengan Perancis, baik dengan Korea Selatan, baik dengan  negara-negara di Eropa Timur, dan segera akan diputuskan dan minggu  depan kita akan rapat terbatas dengan Pak Menhan nanti di Surabaya,&quot;  kata Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
