<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jejak Harimau Kembali Ditemukan Dekat Perkampungan Warga Kampar</title><description>Jejak si raja hutan itu terdeteksi di dekat pemukiman warga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/23/340/2157348/jejak-harimau-kembali-ditemukan-dekat-perkampungan-warga-kampar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/23/340/2157348/jejak-harimau-kembali-ditemukan-dekat-perkampungan-warga-kampar"/><item><title>Jejak Harimau Kembali Ditemukan Dekat Perkampungan Warga Kampar</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/23/340/2157348/jejak-harimau-kembali-ditemukan-dekat-perkampungan-warga-kampar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/23/340/2157348/jejak-harimau-kembali-ditemukan-dekat-perkampungan-warga-kampar</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2020 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/23/340/2157348/jejak-harimau-kembali-ditemukan-dekat-perkampungan-warga-kampar-yXK5lqkoJQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/23/340/2157348/jejak-harimau-kembali-ditemukan-dekat-perkampungan-warga-kampar-yXK5lqkoJQ.jpg</image><title>(Foto: Istimewa)</title></images><description>PEKANBARU - Jejak harimau sumatera (phanthera tigris sumatrae) kembali ditemukan di daerah Kabupaten Kampar, Riau. Jejak si raja hutan itu terdeteksi di dekat pemukiman warga.
Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terjun ke lokasi. Tim BBKSDA mendatangi dua desa di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Dari penelurusan, ditemukan beberapa jejak harimau seperti yang disebutkan warga.
&quot;Tim diturunkan ke Desa Trimanunggal dan Desa Mukti Sari. Beberapa hari sebelumnya, warga diresahkan dengan munculnya seekor harimau di kawasan kebun plasma sawit dekat pemukiman masyarakat,&quot; ucap Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Kamis (23/01/2020).
Setelah mendapat jejak harimau yang dimaksud, petugas mengambil data lapangan dengan mengukur jejak harimau. &quot;Tapak tersebut panjang 14 sentimeter  dan lebar 12 sentimeter,&quot; ujarnya.

Tim kemudian melakukan sosialisasi ke masyarakat membagikan poster cara penanganan jika berhadapan dengan satwa dilindungi tersebut. BBKSDA meminta warga untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum terhadap harimau. Petugas juga meminta agar warga mengurangi aktivitas.
&quot;Kita mengimbau kepada masyarakat agar sementara mengurangi aktivitas berkebun di malam hari, serta apabila melakukan aktivitas diharapkan untuk berkelompok, tidak seorang diri. Apabila kembali menemukan jejak baru, sisa kotoran, atau bekas cakaran harimau segera melapor ke petugas,&quot; pinta Suharyono.
Dalam dua bulan terakhir, warga beberapa kali menemukan jejak harimau di daerah Kecamatan Tapung dan Kecamatan Tambang, Kampar dan juga Kota Pekanbaru. Kemunculan hewan predator ini diduga untuk mencari kekuasaan baru. Sejauh ini harimau itu tidak menggangu warga.</description><content:encoded>PEKANBARU - Jejak harimau sumatera (phanthera tigris sumatrae) kembali ditemukan di daerah Kabupaten Kampar, Riau. Jejak si raja hutan itu terdeteksi di dekat pemukiman warga.
Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terjun ke lokasi. Tim BBKSDA mendatangi dua desa di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Dari penelurusan, ditemukan beberapa jejak harimau seperti yang disebutkan warga.
&quot;Tim diturunkan ke Desa Trimanunggal dan Desa Mukti Sari. Beberapa hari sebelumnya, warga diresahkan dengan munculnya seekor harimau di kawasan kebun plasma sawit dekat pemukiman masyarakat,&quot; ucap Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Kamis (23/01/2020).
Setelah mendapat jejak harimau yang dimaksud, petugas mengambil data lapangan dengan mengukur jejak harimau. &quot;Tapak tersebut panjang 14 sentimeter  dan lebar 12 sentimeter,&quot; ujarnya.

Tim kemudian melakukan sosialisasi ke masyarakat membagikan poster cara penanganan jika berhadapan dengan satwa dilindungi tersebut. BBKSDA meminta warga untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum terhadap harimau. Petugas juga meminta agar warga mengurangi aktivitas.
&quot;Kita mengimbau kepada masyarakat agar sementara mengurangi aktivitas berkebun di malam hari, serta apabila melakukan aktivitas diharapkan untuk berkelompok, tidak seorang diri. Apabila kembali menemukan jejak baru, sisa kotoran, atau bekas cakaran harimau segera melapor ke petugas,&quot; pinta Suharyono.
Dalam dua bulan terakhir, warga beberapa kali menemukan jejak harimau di daerah Kecamatan Tapung dan Kecamatan Tambang, Kampar dan juga Kota Pekanbaru. Kemunculan hewan predator ini diduga untuk mencari kekuasaan baru. Sejauh ini harimau itu tidak menggangu warga.</content:encoded></item></channel></rss>
