<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>830 Kasus Virus Korona Terkonfirmasi, Korban Meninggal Bertambah Jadi 25 Orang</title><description>Jumlah korban meninggal dunia akibat wabah virus korona Wuhan kembali bertambah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/24/18/2157566/830-kasus-virus-korona-terkonfirmasi-korban-meninggal-bertambah-jadi-25-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/24/18/2157566/830-kasus-virus-korona-terkonfirmasi-korban-meninggal-bertambah-jadi-25-orang"/><item><title>830 Kasus Virus Korona Terkonfirmasi, Korban Meninggal Bertambah Jadi 25 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/24/18/2157566/830-kasus-virus-korona-terkonfirmasi-korban-meninggal-bertambah-jadi-25-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/24/18/2157566/830-kasus-virus-korona-terkonfirmasi-korban-meninggal-bertambah-jadi-25-orang</guid><pubDate>Jum'at 24 Januari 2020 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/24/18/2157566/830-kasus-virus-korona-terkonfirmasi-korban-meninggal-bertambah-jadi-25-orang-OOJZyeu01n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/24/18/2157566/830-kasus-virus-korona-terkonfirmasi-korban-meninggal-bertambah-jadi-25-orang-OOJZyeu01n.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BEIJING - Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) telah memperbarui jumlah kasus infeksi virus korona baru di seluruh negeri menjadi 830 kasus terkonfirmasi, 25 korban meninggal dunia, dan 8.420 kasus &amp;ldquo;kontak jarak dekat&amp;rdquo; dengan pasien.
Pengumuman itu disampaikan NHC setelah Pimpinan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan wabah virus korona jenis baru, yang untuk saat ini disebut sebagai 2019-nCoV, belum dapat dimasukkan dalam status &amp;ldquo;darurat global&amp;rdquo;.
BACA JUGA: Virus Korona Wuhan Renggut 17 Nyawa, WHO Belum Akan Deklarasikan &quot;Darurat Global&quot;
&amp;ldquo;Namun jangan salah, ini adalah keadaan darurat di China,&amp;rdquo; kata Ghebreyesus sebagaimana dilansir RT, Jumat (24/1/2020).
Dia menambahkan, virus itu masih mungkin dianggap menjadi &amp;ldquo;kondisi darurat kesehatan global&amp;rdquo; jika penyebarannya semakin luas.
BACA JUGA: Ada Wabah Virus Korona, China: Jangan Pergi ke Wuhan!
Virus korona  2019-nCoV telah menyebar melampaui pusat wabah di Wuhan, ke daerah-daerah sekitar, bahkan ke negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan dan Singapura. Kota Wuhan sendiri pada Rabu telah diisolasi, dengan semua perjalanan keluar-masuk kota ditutup tanpa batas waktu sebagai upaya menahan penyebaran virus tersebut.
Pada Kamis, pejabat China mengumumkan akan meningkatkan upaya karantina, memperluas pembatasan perjalanan ke Kota Huanggang dan Ezhou. Beijing juga membatalkan semua pertemuan publik besar, termasuk perayaan Tahun Baru Imlek yang akan digelar pada akhir bulan ini.
</description><content:encoded>BEIJING - Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) telah memperbarui jumlah kasus infeksi virus korona baru di seluruh negeri menjadi 830 kasus terkonfirmasi, 25 korban meninggal dunia, dan 8.420 kasus &amp;ldquo;kontak jarak dekat&amp;rdquo; dengan pasien.
Pengumuman itu disampaikan NHC setelah Pimpinan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan wabah virus korona jenis baru, yang untuk saat ini disebut sebagai 2019-nCoV, belum dapat dimasukkan dalam status &amp;ldquo;darurat global&amp;rdquo;.
BACA JUGA: Virus Korona Wuhan Renggut 17 Nyawa, WHO Belum Akan Deklarasikan &quot;Darurat Global&quot;
&amp;ldquo;Namun jangan salah, ini adalah keadaan darurat di China,&amp;rdquo; kata Ghebreyesus sebagaimana dilansir RT, Jumat (24/1/2020).
Dia menambahkan, virus itu masih mungkin dianggap menjadi &amp;ldquo;kondisi darurat kesehatan global&amp;rdquo; jika penyebarannya semakin luas.
BACA JUGA: Ada Wabah Virus Korona, China: Jangan Pergi ke Wuhan!
Virus korona  2019-nCoV telah menyebar melampaui pusat wabah di Wuhan, ke daerah-daerah sekitar, bahkan ke negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan dan Singapura. Kota Wuhan sendiri pada Rabu telah diisolasi, dengan semua perjalanan keluar-masuk kota ditutup tanpa batas waktu sebagai upaya menahan penyebaran virus tersebut.
Pada Kamis, pejabat China mengumumkan akan meningkatkan upaya karantina, memperluas pembatasan perjalanan ke Kota Huanggang dan Ezhou. Beijing juga membatalkan semua pertemuan publik besar, termasuk perayaan Tahun Baru Imlek yang akan digelar pada akhir bulan ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
