<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peristiwa 24 Januari: Kelahiran Jenderal Soedirman hingga Wafatnya Eks Ketua MUI</title><description>Beberapa peristiwa dan catatan sejarah penting terjadi baik dalam maupun luar negeri yang terjadi pada tanggal 24 Januari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/24/337/2157519/peristiwa-24-januari-kelahiran-jenderal-soedirman-hingga-wafatnya-eks-ketua-mui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/24/337/2157519/peristiwa-24-januari-kelahiran-jenderal-soedirman-hingga-wafatnya-eks-ketua-mui"/><item><title>Peristiwa 24 Januari: Kelahiran Jenderal Soedirman hingga Wafatnya Eks Ketua MUI</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/24/337/2157519/peristiwa-24-januari-kelahiran-jenderal-soedirman-hingga-wafatnya-eks-ketua-mui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/24/337/2157519/peristiwa-24-januari-kelahiran-jenderal-soedirman-hingga-wafatnya-eks-ketua-mui</guid><pubDate>Jum'at 24 Januari 2020 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/24/337/2157519/peristiwa-24-januari-kelahiran-jenderal-soedirman-hingga-wafatnya-eks-ketua-mui-JtY7DuJJgG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/24/337/2157519/peristiwa-24-januari-kelahiran-jenderal-soedirman-hingga-wafatnya-eks-ketua-mui-JtY7DuJJgG.jpg</image><title>Foto: Ist</title></images><description>JAKARTA - Beberapa peristiwa dan catatan sejarah penting terjadi baik dalam maupun luar negeri yang terjadi pada tanggal 24 Januari tiap tahunnya.

Beberapa diantaranya adalah, kelahiran dari Jenderal Soedirman hingga kematian eks Ketua MUI.

Untuk mengingat ataupun menambah wawasan sejarah, Okezone telah merangkum sejumlah peristiwa dan kejadian penting di tanggal 24 Januari dari Wikipedia, antara lain:

1. Kelahiran Jenderal Soedirman



Jenderal Besar Raden Soedirman lahir 24 Januari 1916 adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Sebagai panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah sosok yang dihormati di Indonesia.

Terlahir dari pasangan rakyat biasadi Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin.

Ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah. Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam.

Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937.

Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas.

Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, namun kemudian diasingkan ke Bogor.

2. Putra Pangeran Antasari Gugur oleh Belanda

Sultan Muhammad Seman bin almarhum Pangeran Antasari adalah Sultan  Banjar Raja Kerajaan Kastapura dalam pemerintahan pada masa 1862&amp;mdash;1905.

Nama lahirnya Gusti Matseman. dilahirkan sekitar tahun 1897.[3] Ia  adalah putra dari Pangeran Antasari yang disebut Pagustian Kesultanan  Banjar yang Baru sebagai penerus Kesultanan Banjar yang telah dihapuskan  Belanda.

Di zaman Sultan Muhammad Seman, pemerintahan Banjar berada di Muara  Teweh, di hulu sungai Barito. Sultan Muhammad Seman merupakan anak dari  Pangeran Antasari dengan Nyai Fatimah.

Nyai Fatimah adalah saudara perempuan dari Tumenggung Surapati,  panglima Dayak(Siang) dalam Perang Barito. Sultan Muhammad Seman  merupakan Sultan Banjar yang berdarah Dayak dari pihak ibunya.

3. Pesawat jet Boeing 707 Air India jatuh di Mont Blanc

Pada 24 Januari 1966, kejadian mengenaskan terjadi saat Pesawat jet Boeing 707 Air India jatuh di Mont Blanc.
Tepatnya di perbatasan antara Perancis dan Italia. Dalam kejadian itu setidaknya telah menewaskan 117 orang.

4. Ketua MUI M. Ahmad Sahal Meninggal Dunia

Dr. (HC). KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh meninggal di Pati, Jawa  Tengah, 24 Januari2014 pada umur 76 tahun adalah Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) sejak tahun 2000 hingga 2014.

Sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga 2014.
</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa peristiwa dan catatan sejarah penting terjadi baik dalam maupun luar negeri yang terjadi pada tanggal 24 Januari tiap tahunnya.

Beberapa diantaranya adalah, kelahiran dari Jenderal Soedirman hingga kematian eks Ketua MUI.

Untuk mengingat ataupun menambah wawasan sejarah, Okezone telah merangkum sejumlah peristiwa dan kejadian penting di tanggal 24 Januari dari Wikipedia, antara lain:

1. Kelahiran Jenderal Soedirman



Jenderal Besar Raden Soedirman lahir 24 Januari 1916 adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Sebagai panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah sosok yang dihormati di Indonesia.

Terlahir dari pasangan rakyat biasadi Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin.

Ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah. Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam.

Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937.

Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas.

Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, namun kemudian diasingkan ke Bogor.

2. Putra Pangeran Antasari Gugur oleh Belanda

Sultan Muhammad Seman bin almarhum Pangeran Antasari adalah Sultan  Banjar Raja Kerajaan Kastapura dalam pemerintahan pada masa 1862&amp;mdash;1905.

Nama lahirnya Gusti Matseman. dilahirkan sekitar tahun 1897.[3] Ia  adalah putra dari Pangeran Antasari yang disebut Pagustian Kesultanan  Banjar yang Baru sebagai penerus Kesultanan Banjar yang telah dihapuskan  Belanda.

Di zaman Sultan Muhammad Seman, pemerintahan Banjar berada di Muara  Teweh, di hulu sungai Barito. Sultan Muhammad Seman merupakan anak dari  Pangeran Antasari dengan Nyai Fatimah.

Nyai Fatimah adalah saudara perempuan dari Tumenggung Surapati,  panglima Dayak(Siang) dalam Perang Barito. Sultan Muhammad Seman  merupakan Sultan Banjar yang berdarah Dayak dari pihak ibunya.

3. Pesawat jet Boeing 707 Air India jatuh di Mont Blanc

Pada 24 Januari 1966, kejadian mengenaskan terjadi saat Pesawat jet Boeing 707 Air India jatuh di Mont Blanc.
Tepatnya di perbatasan antara Perancis dan Italia. Dalam kejadian itu setidaknya telah menewaskan 117 orang.

4. Ketua MUI M. Ahmad Sahal Meninggal Dunia

Dr. (HC). KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh meninggal di Pati, Jawa  Tengah, 24 Januari2014 pada umur 76 tahun adalah Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) sejak tahun 2000 hingga 2014.

Sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga 2014.
</content:encoded></item></channel></rss>
