<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Mahasiswa Indonesia di China Menghadapi Kepungan Virus Korona</title><description>Perempuan bernama Hilyatu Millati Rusydiyah, mahasiswa program Doktoral berharap bisa selamat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/24/337/2157683/curhat-mahasiswa-indonesia-di-china-menghadapi-kepungan-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/24/337/2157683/curhat-mahasiswa-indonesia-di-china-menghadapi-kepungan-virus-korona"/><item><title>Curhat Mahasiswa Indonesia di China Menghadapi Kepungan Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/24/337/2157683/curhat-mahasiswa-indonesia-di-china-menghadapi-kepungan-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/24/337/2157683/curhat-mahasiswa-indonesia-di-china-menghadapi-kepungan-virus-korona</guid><pubDate>Jum'at 24 Januari 2020 13:56 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/24/337/2157683/curhat-mahasiswa-indonesia-di-china-menghadapi-kepungan-virus-korona-SU7HoAcAaY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hiyatu Millati Rusydiyah mahasiswa Indonesia yang kini tengah kuliah di China (foto:</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/24/337/2157683/curhat-mahasiswa-indonesia-di-china-menghadapi-kepungan-virus-korona-SU7HoAcAaY.jpg</image><title>Hiyatu Millati Rusydiyah mahasiswa Indonesia yang kini tengah kuliah di China (foto:</title></images><description>CHINA &amp;ndash; Tersebarnya wabah virus korona membuat penduduk dunia resah dibuatnya. Tercatat sudah 25 warga China tewas akibat serangan virus mematikan itu. Bagaimana dengan nasib WNI yang berada di negara tersebut? Diketahui tidak sedikit orang Indonesia yang berada di China, dari sekedar berlibur, bisnis hingga menempuh pendidikan.
Salah satunya, seorang mahasiswi asal Klaten yang sedang menempuh pendidikan di China, hingga kini masih tertahan di Kota Wuhan, China. Kota tersebut kini ditutup pemerintah China karena penyebaran virus korona yang telah menelan banyak korban jiwa.
Perempuan bernama Hilyatu Millati Rusydiyah, mahasiswa program Doktoral di School of Economic and Business Administration Chongqing University berharap bisa selamat dari wabah terbut.
Baca Juga: Korban Tewas Terserang Virus Korona Bertambah jadi 25 Orang
Hilyatu berbagi pengalaman sulitnya menghadapi hidup di tengah situasi mencekam ini.  Menurutnya, seharusnya kini dia disibukkan dengan persiapan registrasi ulang di kampusnya, di Chongqing, Provinsi Sichuan, Tiongkok.  Namun jangankan pergi ke Chongqing, dia bahkan tak bisa keluar dari apartemennya di Hongshan District, Kota Wuhan, Provinsi Hubei.
Kondisi ini disebabkan penutupan akses dari dan ke Kota Wuhan sejak Kamis (23/1/2020) pagi waktu setempat. Penutupan Wuhan menyusul temuan kasus  virus korona pada Desember 2019 dan menyebar ke berbagai negara serta menelan belasan korban meninggal dunia.
Sebelum kasus virus corona mendunia, perempuan asal Klaten ini menetap di Wuhan dalam setahun terakhir. Awalnya Hilyatu dan putrinya mengikuti sang suami, Ahmad Syaifuddin Zuhri, mahasiswa PhD Hubungan Internasional di Central China Normal University (CCNU) Wuhan. Mereka menyewa apartemen yang berjarak sekitar 27 km dari pasar ikan Huanan--tempat penemuan virus corona kali pertama.
Baca Juga: Ada Wabah Korona, China Minta Warganya Tak Pergi ke Wuhan
&amp;ldquo;Saya itu rencananya mau kembali Chongqing setelah Imlek [25 Januari] untuk mengurus new term registration baru pulang ke rumah [Indonesia]. Tapi, kalau kondisi begini saya bingung. Akses keluar tidak ada, tiket penerbangan saya pulang juga diminta pihak maskapai untuk dibatalkan,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Solopos.com melalui aplikasi Whatsapp, Kamis sore WIB.
Keadaan ini semakin membuatnya pusing karena Hilyatu sendirian tinggal di Wuhan. Suami dan putrinya sudah pulang lebih dulu ke Tanah Air sejak 10 Januari 2020 lalu.
Keduanya memutuskan mudik terlebih dahulu lantaran jatah registrasi ulang kampus sang suami baru dibuka Maret mendatang. Rencananya, perempuan peraih gelar magister Nanchang University ini bakal menyusul pulang setelah urusan di kampus rampung. Saat itu, kondisi Wuhan belum sekacau sekarang.
</description><content:encoded>CHINA &amp;ndash; Tersebarnya wabah virus korona membuat penduduk dunia resah dibuatnya. Tercatat sudah 25 warga China tewas akibat serangan virus mematikan itu. Bagaimana dengan nasib WNI yang berada di negara tersebut? Diketahui tidak sedikit orang Indonesia yang berada di China, dari sekedar berlibur, bisnis hingga menempuh pendidikan.
Salah satunya, seorang mahasiswi asal Klaten yang sedang menempuh pendidikan di China, hingga kini masih tertahan di Kota Wuhan, China. Kota tersebut kini ditutup pemerintah China karena penyebaran virus korona yang telah menelan banyak korban jiwa.
Perempuan bernama Hilyatu Millati Rusydiyah, mahasiswa program Doktoral di School of Economic and Business Administration Chongqing University berharap bisa selamat dari wabah terbut.
Baca Juga: Korban Tewas Terserang Virus Korona Bertambah jadi 25 Orang
Hilyatu berbagi pengalaman sulitnya menghadapi hidup di tengah situasi mencekam ini.  Menurutnya, seharusnya kini dia disibukkan dengan persiapan registrasi ulang di kampusnya, di Chongqing, Provinsi Sichuan, Tiongkok.  Namun jangankan pergi ke Chongqing, dia bahkan tak bisa keluar dari apartemennya di Hongshan District, Kota Wuhan, Provinsi Hubei.
Kondisi ini disebabkan penutupan akses dari dan ke Kota Wuhan sejak Kamis (23/1/2020) pagi waktu setempat. Penutupan Wuhan menyusul temuan kasus  virus korona pada Desember 2019 dan menyebar ke berbagai negara serta menelan belasan korban meninggal dunia.
Sebelum kasus virus corona mendunia, perempuan asal Klaten ini menetap di Wuhan dalam setahun terakhir. Awalnya Hilyatu dan putrinya mengikuti sang suami, Ahmad Syaifuddin Zuhri, mahasiswa PhD Hubungan Internasional di Central China Normal University (CCNU) Wuhan. Mereka menyewa apartemen yang berjarak sekitar 27 km dari pasar ikan Huanan--tempat penemuan virus corona kali pertama.
Baca Juga: Ada Wabah Korona, China Minta Warganya Tak Pergi ke Wuhan
&amp;ldquo;Saya itu rencananya mau kembali Chongqing setelah Imlek [25 Januari] untuk mengurus new term registration baru pulang ke rumah [Indonesia]. Tapi, kalau kondisi begini saya bingung. Akses keluar tidak ada, tiket penerbangan saya pulang juga diminta pihak maskapai untuk dibatalkan,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Solopos.com melalui aplikasi Whatsapp, Kamis sore WIB.
Keadaan ini semakin membuatnya pusing karena Hilyatu sendirian tinggal di Wuhan. Suami dan putrinya sudah pulang lebih dulu ke Tanah Air sejak 10 Januari 2020 lalu.
Keduanya memutuskan mudik terlebih dahulu lantaran jatah registrasi ulang kampus sang suami baru dibuka Maret mendatang. Rencananya, perempuan peraih gelar magister Nanchang University ini bakal menyusul pulang setelah urusan di kampus rampung. Saat itu, kondisi Wuhan belum sekacau sekarang.
</content:encoded></item></channel></rss>
