<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virus Korona Wuhan Masuk ke Eropa, Prancis Perkuat Keamanan Bandara   </title><description>Otoritas kesehatan mengumumkan bahwa layanan pendeteksian medis akan didirikan di Bandara Roissy Charles de Gaulle Paris.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/26/18/2158456/virus-korona-wuhan-masuk-ke-eropa-prancis-perkuat-keamanan-bandara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/26/18/2158456/virus-korona-wuhan-masuk-ke-eropa-prancis-perkuat-keamanan-bandara"/><item><title>Virus Korona Wuhan Masuk ke Eropa, Prancis Perkuat Keamanan Bandara   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/26/18/2158456/virus-korona-wuhan-masuk-ke-eropa-prancis-perkuat-keamanan-bandara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/26/18/2158456/virus-korona-wuhan-masuk-ke-eropa-prancis-perkuat-keamanan-bandara</guid><pubDate>Minggu 26 Januari 2020 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/26/18/2158456/virus-korona-wuhan-masuk-ke-eropa-prancis-perkuat-keamanan-bandara-M8mmtsC35y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/26/18/2158456/virus-korona-wuhan-masuk-ke-eropa-prancis-perkuat-keamanan-bandara-M8mmtsC35y.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MENTERI Kesehatan Prancis mengonfirmasi bahwa tiga kasus virus Korona telah terdeteksi. Saat ini pasien yang terinfeksi sedang dipantau di rumah sakit di Paris dan Bordeaux.

Otoritas kesehatan mengumumkan bahwa layanan pendeteksian medis akan didirikan di Bandara Roissy Charles de Gaulle Paris. Alat ini nantinya akan memeriksa penumpang yang datang ke Paris dari China.

Sebagaimana dilansir RFI, Minggu (26/1/2020), mereka akan mendeteksi para penumpang yang memiliki ciri seperti terinfeksi virus Korona, dengan gejala kesulitan pernapasan dan demam.

Langkah ini diambil untuk menghentikan penyebaran virus seperti SARS yang mematikan agar tidak menyebar lebih jauh. Ibu kota China, Beijing akan menangguhkan bus yang masuk dan keluar dari batas kota. Pergerakan drastis terjadi ketika ratusan juta orang melintasi negara itu dalam beberapa hari terakhir untuk merayakan Imlek.

Kota Wuhan yang menjadi pusat penyebaran, sudah dalam mode karantina. Transportasi umum telah dihentikan di 18 kota di provinsi Hubei Tengah dengan stasiun kereta api yang ditutup. Semua acara dan teater dibatalkan, perpustakaan, bar dan karaoke juga ditutup di beberapa lokasi.

Pusat wabah virus Korona adalah ibu kota provinsi, Wuhan yang merupakan kota terbesar yang dikarantina. Pemerintah juga menghentikan semua perjalanan keluar dari kota metropolis Yangtze dengan populasi 11 juta jiwa. Penduduk Wuhan telah diperintahkan untuk tinggal di rumah sementara pihak berwenang juga membatasi jumlah lalu lintas di pusat kota.
Beberapa rumah sakit baru juga sedang dibangun di Wuhan. Pemerintah  kota telah mewajibkan masyarakat mengenakan masker ketika berada di  tempat-tempat umum. Di Wuhan pihak berwenang bergegas membangun dua  rumah sakit baru hanya dalam beberapa minggu.

Hal ini karena meningkatnya jumlah pasien yang terinfeksi oleh virus  Korona. Fasilitas pertama diharapkan dapat digunakan pada 3 Februari  2020 dan akan memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur yang berdiri di  lahan seluas 25.000 meter persegi. Sementara yang kedua akan memiliki  1.300 tempat tidur.

Setelah ditemukan lima orang yang dinyatakan positif terkena virus  korona di Hong Kong, pemimpin kota Carrie Lam mengatakan bahwa situasi  saat ini sedang darurat. Alhasil sekolah-sekolah akan ditutup dan  diliburkan hingga 17 Februari 2020.

Hingga berita ini ditulis, jumlah kasus virus Korona telah menyerang 11 negara di luar China.

Australia: empat orang
Prancis: tiga orang
Korea Selatan: dua orang
AS: dua orang
Jepang: tiga orang
Malaysia: tiga orang
Nepal: satu orang
Singapura: tiga orang
Taiwan: tiga orang
Thailand: lima orang
Vietnam: dua orang.</description><content:encoded>MENTERI Kesehatan Prancis mengonfirmasi bahwa tiga kasus virus Korona telah terdeteksi. Saat ini pasien yang terinfeksi sedang dipantau di rumah sakit di Paris dan Bordeaux.

Otoritas kesehatan mengumumkan bahwa layanan pendeteksian medis akan didirikan di Bandara Roissy Charles de Gaulle Paris. Alat ini nantinya akan memeriksa penumpang yang datang ke Paris dari China.

Sebagaimana dilansir RFI, Minggu (26/1/2020), mereka akan mendeteksi para penumpang yang memiliki ciri seperti terinfeksi virus Korona, dengan gejala kesulitan pernapasan dan demam.

Langkah ini diambil untuk menghentikan penyebaran virus seperti SARS yang mematikan agar tidak menyebar lebih jauh. Ibu kota China, Beijing akan menangguhkan bus yang masuk dan keluar dari batas kota. Pergerakan drastis terjadi ketika ratusan juta orang melintasi negara itu dalam beberapa hari terakhir untuk merayakan Imlek.

Kota Wuhan yang menjadi pusat penyebaran, sudah dalam mode karantina. Transportasi umum telah dihentikan di 18 kota di provinsi Hubei Tengah dengan stasiun kereta api yang ditutup. Semua acara dan teater dibatalkan, perpustakaan, bar dan karaoke juga ditutup di beberapa lokasi.

Pusat wabah virus Korona adalah ibu kota provinsi, Wuhan yang merupakan kota terbesar yang dikarantina. Pemerintah juga menghentikan semua perjalanan keluar dari kota metropolis Yangtze dengan populasi 11 juta jiwa. Penduduk Wuhan telah diperintahkan untuk tinggal di rumah sementara pihak berwenang juga membatasi jumlah lalu lintas di pusat kota.
Beberapa rumah sakit baru juga sedang dibangun di Wuhan. Pemerintah  kota telah mewajibkan masyarakat mengenakan masker ketika berada di  tempat-tempat umum. Di Wuhan pihak berwenang bergegas membangun dua  rumah sakit baru hanya dalam beberapa minggu.

Hal ini karena meningkatnya jumlah pasien yang terinfeksi oleh virus  Korona. Fasilitas pertama diharapkan dapat digunakan pada 3 Februari  2020 dan akan memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur yang berdiri di  lahan seluas 25.000 meter persegi. Sementara yang kedua akan memiliki  1.300 tempat tidur.

Setelah ditemukan lima orang yang dinyatakan positif terkena virus  korona di Hong Kong, pemimpin kota Carrie Lam mengatakan bahwa situasi  saat ini sedang darurat. Alhasil sekolah-sekolah akan ditutup dan  diliburkan hingga 17 Februari 2020.

Hingga berita ini ditulis, jumlah kasus virus Korona telah menyerang 11 negara di luar China.

Australia: empat orang
Prancis: tiga orang
Korea Selatan: dua orang
AS: dua orang
Jepang: tiga orang
Malaysia: tiga orang
Nepal: satu orang
Singapura: tiga orang
Taiwan: tiga orang
Thailand: lima orang
Vietnam: dua orang.</content:encoded></item></channel></rss>
