<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>    Antisipasi Virus Korona, Perlintasan di Perbatasan Negara &amp; Bandara Diperketat   </title><description>Korona, virus mematikan jenis baru yang secara resmi telah diberi nama Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/27/340/2159125/antisipasi-virus-korona-perlintasan-di-perbatasan-negara-bandara-diperketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/27/340/2159125/antisipasi-virus-korona-perlintasan-di-perbatasan-negara-bandara-diperketat"/><item><title>    Antisipasi Virus Korona, Perlintasan di Perbatasan Negara &amp; Bandara Diperketat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/27/340/2159125/antisipasi-virus-korona-perlintasan-di-perbatasan-negara-bandara-diperketat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/27/340/2159125/antisipasi-virus-korona-perlintasan-di-perbatasan-negara-bandara-diperketat</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2020 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/27/340/2159125/antisipasi-virus-korona-perlintasan-di-perbatasan-negara-bandara-diperketat-64c0UoNk6r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas perbatasan Indonesia-Malaysia ketika memeriksa pengunjung (foto: Okezone.com/Ade)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/27/340/2159125/antisipasi-virus-korona-perlintasan-di-perbatasan-negara-bandara-diperketat-64c0UoNk6r.jpg</image><title>Petugas perbatasan Indonesia-Malaysia ketika memeriksa pengunjung (foto: Okezone.com/Ade)</title></images><description>
PONTIANAK - Korona, virus mematikan jenis baru yang secara resmi telah diberi nama Novel Coronavirus atau 2019-nCoV, oleh Centers for Disease Control and Prevention itu terus dikhawatirkan bagi seluruh orang di dunia.

Apalagi, update terakhir ada 13 negara yang mengkonfirmasi terinfeksi virus korona, yakni, China, Malaysia, Nepal, Jepang, Vietnam, Amerika Serikat, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat.

Keadaan ini menjadi kekhawatiran setiap negara. Termasuk Indonesia yang juga sangat mengkhawatirkan sebaran virus ini. Meski tidak masuk dalam daftar 13 negara terinfeksi, tapi Indonesia merupakan negara tetangga Malaysia. Dan, banyak warga negara asing (WNA) dari Malaysia dan China di Indonesia.
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Juta Penduduk Diketahui Keluar Wuhan Sebelum Kota Diisolasi
Pemerintah Indonesia sudah gencar melakukan langkah-langkah antisipasi. Termasuk di Kalimantan Barat sudah mengambil langkah antisipasi dan kesiapan. Di pintu-pintu perbatasan sudah dijaga ketat.

Seperti di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas. Petugas gabungan di perbatasan RI dengan Malaysia di Kalimantan Barat ini sudah melakukan upaya antisipasi.

&quot;Untuk mengantisipasi sebaran virus korona yang saat ini meresahkan, kami telah mengambil langkah-langkah diperlukan. Misalnya, bagi stakeholders atau petugas yang ada di PLBN dibagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan,&quot; jelas Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sambas, Purwoto, Senin (27/1/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Terisolasi Imbas Virus Korona, WNI di China Tak Sulit Dapatkan Sembako
Untuk perlintasan pelintas, juga dipantau dengan thermoscanner. Alat ini berguna untuk memantau langsung individu yang akan melintas.

&quot;Bagi pelintas, pemantauan dari kami menggunakan thermoscanner dan bagi pelintas dari daerah terjangkit diberikan kartu kewaspadaan dini (hAC),&quot; tuturnya.

Tidak hanya di Aruk, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 2 Pontianak Wilayah Kerja Entikong di Kabupaten Sanggau, juga memperketat pengawasan di pintu masuk perbatasan. Entikong juga merupakan satu pintu perbatasan RI dengan Malaysia.

&amp;ldquo;Setiap orang yang melintas di PLBN Entikong, kami periksa dengan thermoscanner sebagai pemeriksaan awal,&amp;rdquo; kata Gilda Ditya Asmara, Dokter KKP Kelas 2 Pontianak Wilayah Kerja Entikong.

Nantinya, apabila ada gejala tambahan yang mengarah pada coronavirus dan diperkuat dari data riwayat perjalanannya, maka pihak KKP akan melakukan pemeriksaan lanjutan. &quot;Isolasi bila memang diperlukan,&quot; ucapnya.

Pemeriksaan awal menggunakan thermoscanner diberlakukan kepada seluruh pelintas. Sejauh ini, respon pelintas sangat kooperatif. Utamanya yang masuk ke Indonesia.

&quot;Semua karena sudah tersosialisasikan melalui media, dan dibantu juga dengan kerja sama dari instansi yang ada di PLBN Entikong,&quot; kata dia.

Tugas pencegahan penyakit menular, sambung Gilda, memang sudah menjadi tugas pokok dan fungsi utama KKP. Sehingga pengawasan pelintas memang sudah rutin dilakukan.

&quot;Terkait dengan adanya novel coronavirus ini, kami melakukan juga pendataan yang lebih mendetail kepada pelintas yang diduga pernah berkunjung ke negara terjangkit nCoV,&amp;rdquo; tutup Gilda.

Sementara itu, di Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya, otoritas terkait telah memiliki thermoscanner dan alat penyaring udara. Mereka juga menyiapkan ruang isolasi bila ada penumpang yang teridentifikasi virus korona.

&quot;Jika ada, maka akan dibawa ke ruang isolasi dan segera ditangani. Sehingga tak menjangkit kepada penumpang yang lain,&amp;rdquo; ujar Nuril Huda, Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Ada dua penerbangan Internasional langsung yang dilayani di bandara ini. Keduanya adalah penerbangan dari Kuala Lumpur dan Kuching, Malaysia. Keduanya masih berjalan normal. Petugas juga belum menemukan adanya penumpang yang terdeteksi terkena virus korona.

Menjelang Cap Go Meh lonjakan kedatangan penumpang diprediksi akan mengalami peningkatan. Hingga saat ini, sudah ada satu penerbangan yang menambah armada sampai 30 Januari nanti. Rutenya, Jakarta ke Pontianak dan Pontianak ke Jakarta. Sejak dari pagi tadi pun, setiap penumpang sudah dilakukan pemeriksaan mendetail di bandara ini. Baik terhadap tubuh maupun barang bawaan.

</description><content:encoded>
PONTIANAK - Korona, virus mematikan jenis baru yang secara resmi telah diberi nama Novel Coronavirus atau 2019-nCoV, oleh Centers for Disease Control and Prevention itu terus dikhawatirkan bagi seluruh orang di dunia.

Apalagi, update terakhir ada 13 negara yang mengkonfirmasi terinfeksi virus korona, yakni, China, Malaysia, Nepal, Jepang, Vietnam, Amerika Serikat, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat.

Keadaan ini menjadi kekhawatiran setiap negara. Termasuk Indonesia yang juga sangat mengkhawatirkan sebaran virus ini. Meski tidak masuk dalam daftar 13 negara terinfeksi, tapi Indonesia merupakan negara tetangga Malaysia. Dan, banyak warga negara asing (WNA) dari Malaysia dan China di Indonesia.
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Juta Penduduk Diketahui Keluar Wuhan Sebelum Kota Diisolasi
Pemerintah Indonesia sudah gencar melakukan langkah-langkah antisipasi. Termasuk di Kalimantan Barat sudah mengambil langkah antisipasi dan kesiapan. Di pintu-pintu perbatasan sudah dijaga ketat.

Seperti di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas. Petugas gabungan di perbatasan RI dengan Malaysia di Kalimantan Barat ini sudah melakukan upaya antisipasi.

&quot;Untuk mengantisipasi sebaran virus korona yang saat ini meresahkan, kami telah mengambil langkah-langkah diperlukan. Misalnya, bagi stakeholders atau petugas yang ada di PLBN dibagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan,&quot; jelas Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sambas, Purwoto, Senin (27/1/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Terisolasi Imbas Virus Korona, WNI di China Tak Sulit Dapatkan Sembako
Untuk perlintasan pelintas, juga dipantau dengan thermoscanner. Alat ini berguna untuk memantau langsung individu yang akan melintas.

&quot;Bagi pelintas, pemantauan dari kami menggunakan thermoscanner dan bagi pelintas dari daerah terjangkit diberikan kartu kewaspadaan dini (hAC),&quot; tuturnya.

Tidak hanya di Aruk, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 2 Pontianak Wilayah Kerja Entikong di Kabupaten Sanggau, juga memperketat pengawasan di pintu masuk perbatasan. Entikong juga merupakan satu pintu perbatasan RI dengan Malaysia.

&amp;ldquo;Setiap orang yang melintas di PLBN Entikong, kami periksa dengan thermoscanner sebagai pemeriksaan awal,&amp;rdquo; kata Gilda Ditya Asmara, Dokter KKP Kelas 2 Pontianak Wilayah Kerja Entikong.

Nantinya, apabila ada gejala tambahan yang mengarah pada coronavirus dan diperkuat dari data riwayat perjalanannya, maka pihak KKP akan melakukan pemeriksaan lanjutan. &quot;Isolasi bila memang diperlukan,&quot; ucapnya.

Pemeriksaan awal menggunakan thermoscanner diberlakukan kepada seluruh pelintas. Sejauh ini, respon pelintas sangat kooperatif. Utamanya yang masuk ke Indonesia.

&quot;Semua karena sudah tersosialisasikan melalui media, dan dibantu juga dengan kerja sama dari instansi yang ada di PLBN Entikong,&quot; kata dia.

Tugas pencegahan penyakit menular, sambung Gilda, memang sudah menjadi tugas pokok dan fungsi utama KKP. Sehingga pengawasan pelintas memang sudah rutin dilakukan.

&quot;Terkait dengan adanya novel coronavirus ini, kami melakukan juga pendataan yang lebih mendetail kepada pelintas yang diduga pernah berkunjung ke negara terjangkit nCoV,&amp;rdquo; tutup Gilda.

Sementara itu, di Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya, otoritas terkait telah memiliki thermoscanner dan alat penyaring udara. Mereka juga menyiapkan ruang isolasi bila ada penumpang yang teridentifikasi virus korona.

&quot;Jika ada, maka akan dibawa ke ruang isolasi dan segera ditangani. Sehingga tak menjangkit kepada penumpang yang lain,&amp;rdquo; ujar Nuril Huda, Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Ada dua penerbangan Internasional langsung yang dilayani di bandara ini. Keduanya adalah penerbangan dari Kuala Lumpur dan Kuching, Malaysia. Keduanya masih berjalan normal. Petugas juga belum menemukan adanya penumpang yang terdeteksi terkena virus korona.

Menjelang Cap Go Meh lonjakan kedatangan penumpang diprediksi akan mengalami peningkatan. Hingga saat ini, sudah ada satu penerbangan yang menambah armada sampai 30 Januari nanti. Rutenya, Jakarta ke Pontianak dan Pontianak ke Jakarta. Sejak dari pagi tadi pun, setiap penumpang sudah dilakukan pemeriksaan mendetail di bandara ini. Baik terhadap tubuh maupun barang bawaan.

</content:encoded></item></channel></rss>
