<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Penyebaran Wabah Korona, Begini Persiapan RSUD Saiful Anwar Malang</title><description>Kita sudah siapkan 30 hingga 40 orang tim yang terdiri dari beberapa dokter spesialis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/27/519/2158909/cegah-penyebaran-wabah-korona-begini-persiapan-rsud-saiful-anwar-malang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/27/519/2158909/cegah-penyebaran-wabah-korona-begini-persiapan-rsud-saiful-anwar-malang"/><item><title>Cegah Penyebaran Wabah Korona, Begini Persiapan RSUD Saiful Anwar Malang</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/27/519/2158909/cegah-penyebaran-wabah-korona-begini-persiapan-rsud-saiful-anwar-malang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/27/519/2158909/cegah-penyebaran-wabah-korona-begini-persiapan-rsud-saiful-anwar-malang</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2020 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/27/519/2158909/cegah-penyebaran-wabah-korona-begini-persiapan-rsud-saiful-anwar-malang-DBeSkwGmMO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RS Saiful Anwar di Malang siap tampung pasien suspect virus korona (Foto : Okezone.com/Avirista)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/27/519/2158909/cegah-penyebaran-wabah-korona-begini-persiapan-rsud-saiful-anwar-malang-DBeSkwGmMO.jpg</image><title>RS Saiful Anwar di Malang siap tampung pasien suspect virus korona (Foto : Okezone.com/Avirista)</title></images><description>MALANG - RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang menyiapkan sejumlah ruangan guna mengantisipasi adanya pasien yang terinfeksi virus korona. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyiapkan rumah sakit khusus guna mengantisipasi pasien terduga korona.

Sekretaris Tim Penyakit Infeksi Re-Emerging RSUD Saiful Anwar, dr. Rezki Tantular mengatakan rumah sakit telah menyiapkan setidaknya 30-40 tim medis yang terdiri dari beberapa dokter spesialis dan perawat guna mengantisipasi adanya pasien terduga terinfrksi korona yang dirujuk ke RSSA.

&quot;Kita sudah siapkan 30 hingga 40 orang tim yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, di antaranya spesialis paru, anak, anestesi, penyakit dalam, mikrobiologi, mitologi, dan radiologi. SK-nya direktur sudah keluar,&quot; ujar dr. Rezki ditemui Okezone, di RSUD Saiful Anwar Malang, Senin (27/1/2020).

Selain menyiapkan tim dokter, pihak rumah sakit milik Provinsi Jawa Timur ini juga telah menyiapkan total dua ruang yang dapat menampung total 23 pasien terduga mengidap virus korona.

&quot;Sudah kita siapkan satu ruangan untuk lima pasien khusus, jika lebih dari itu maka ruang isolasi 29 juga sudah kita siapkan, ada 18 bed di ruang 29 itu, jadi totalnya 23 pasien yang bisa kita tampung,&quot; bebernya.

Dalam penanganannya pun tim dokter menyiapkan langkah khusus mulai ambulans khusus, proses evakuasi yang menggunakan jalur khusus, tidak melalui jalan koridor rumah sakit, hingga Alat Pelindung Diri (APD) khusus.

&quot;Kita sudah siapkan jalur khusus mulai ambulans saat memasuki IGD (Instalasi Gawat Darurat), langsung menuju ruangan isolasinya, tidak melalui jalur koridor rumah sakit seperti pasien lainnya. Pakaiannya pun khusus, pakai APD, lengkap mulai helm sampai baju khusus,&quot; tambah Yani Jane Sugiri, Kepala Divisi Inveksi Paru, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSSA.

Baca Juga : China Kembali Bangun Rumah Sakit Kedua Mampu Tampung 1.300 Pasien Korona

Meski telah menyiapkan ruangan khusus, pihak RSSA akan menunggu hasil laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) untuk pemeriksaan apakah seseorang tersebut dinyatakan positif atau tidak.

&quot;Dari pasien terduga kita langsung isolasi dulu sambil menunggu hasilnya yang biasanya keluar dua sampai tiga hari dari BBLK Surabaya. Dan yang berwenang menentukan positif atau tidak itu dari direktur setelah menerima hasilnya dari BBLK,&quot; pungkas Rezki kembali.</description><content:encoded>MALANG - RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang menyiapkan sejumlah ruangan guna mengantisipasi adanya pasien yang terinfeksi virus korona. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyiapkan rumah sakit khusus guna mengantisipasi pasien terduga korona.

Sekretaris Tim Penyakit Infeksi Re-Emerging RSUD Saiful Anwar, dr. Rezki Tantular mengatakan rumah sakit telah menyiapkan setidaknya 30-40 tim medis yang terdiri dari beberapa dokter spesialis dan perawat guna mengantisipasi adanya pasien terduga terinfrksi korona yang dirujuk ke RSSA.

&quot;Kita sudah siapkan 30 hingga 40 orang tim yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, di antaranya spesialis paru, anak, anestesi, penyakit dalam, mikrobiologi, mitologi, dan radiologi. SK-nya direktur sudah keluar,&quot; ujar dr. Rezki ditemui Okezone, di RSUD Saiful Anwar Malang, Senin (27/1/2020).

Selain menyiapkan tim dokter, pihak rumah sakit milik Provinsi Jawa Timur ini juga telah menyiapkan total dua ruang yang dapat menampung total 23 pasien terduga mengidap virus korona.

&quot;Sudah kita siapkan satu ruangan untuk lima pasien khusus, jika lebih dari itu maka ruang isolasi 29 juga sudah kita siapkan, ada 18 bed di ruang 29 itu, jadi totalnya 23 pasien yang bisa kita tampung,&quot; bebernya.

Dalam penanganannya pun tim dokter menyiapkan langkah khusus mulai ambulans khusus, proses evakuasi yang menggunakan jalur khusus, tidak melalui jalan koridor rumah sakit, hingga Alat Pelindung Diri (APD) khusus.

&quot;Kita sudah siapkan jalur khusus mulai ambulans saat memasuki IGD (Instalasi Gawat Darurat), langsung menuju ruangan isolasinya, tidak melalui jalur koridor rumah sakit seperti pasien lainnya. Pakaiannya pun khusus, pakai APD, lengkap mulai helm sampai baju khusus,&quot; tambah Yani Jane Sugiri, Kepala Divisi Inveksi Paru, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSSA.

Baca Juga : China Kembali Bangun Rumah Sakit Kedua Mampu Tampung 1.300 Pasien Korona

Meski telah menyiapkan ruangan khusus, pihak RSSA akan menunggu hasil laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) untuk pemeriksaan apakah seseorang tersebut dinyatakan positif atau tidak.

&quot;Dari pasien terduga kita langsung isolasi dulu sambil menunggu hasilnya yang biasanya keluar dua sampai tiga hari dari BBLK Surabaya. Dan yang berwenang menentukan positif atau tidak itu dari direktur setelah menerima hasilnya dari BBLK,&quot; pungkas Rezki kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
