<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump Akan Umumkan Rencana Perdamaian Timteng ke Israel Tanpa Wakil Palestina</title><description>Pemimpin Palestina telah menolak untuk membahas kesepakatan yang mereka sebut sebagai rencana menyudahi perjuangan Palestina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/28/18/2159369/trump-akan-umumkan-rencana-perdamaian-timteng-ke-israel-tanpa-wakil-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/28/18/2159369/trump-akan-umumkan-rencana-perdamaian-timteng-ke-israel-tanpa-wakil-palestina"/><item><title>Trump Akan Umumkan Rencana Perdamaian Timteng ke Israel Tanpa Wakil Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/28/18/2159369/trump-akan-umumkan-rencana-perdamaian-timteng-ke-israel-tanpa-wakil-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/28/18/2159369/trump-akan-umumkan-rencana-perdamaian-timteng-ke-israel-tanpa-wakil-palestina</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/18/2159369/trump-akan-umumkan-rencana-perdamaian-timteng-ke-israel-tanpa-wakil-palestina-7vAlaC3rpn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/18/2159369/trump-akan-umumkan-rencana-perdamaian-timteng-ke-israel-tanpa-wakil-palestina-7vAlaC3rpn.jpg</image><title>Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Gedung Putih akan mengungkap rencana perdamaian Timur Tengah yang telah lama ditunggu-tunggu pada Selasa, (28/1/2020). Rencana itu akan disampaikan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang sudah berada di Washington DC, tetapi tidak ada utusan Palestina yang hadir.
Trump mengatakan, pengungkapan rencana perdamaian yang disebut sebagai &quot;Kesepakatan Abad Ini&quot; (Deal of the Century) akan dilakukan saat menjamu Netanyahu di Washington.
BACA JUGA: Presiden Palestina: Kesepakatan Damai AS Adalah 'Tamparan Abad Ini'
Dia mengatakan bahwa rencana itu &quot;sangat masuk akal&quot; untuk semua pihak dan baik untuk Palestina, namun laporan yang beredar menyebutkan bahwa rencana Trump itu tidak mungkin menawarkan prospek pembentukan negara merdeka kepada Palestina.
Tidak adanya perwakilan Palestina dari Gaza atau Tepi Barat yang diundang dalam penyampaian rencana itu menambah kesan bahwa kesepakatan yang digembar-gemborkan Trump akan menawarkan keuntungan yang lebih banyak bagi Israel.
Pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas bahkan dilaporkan  telah menolak untuk membahas rencana kesepakatan tersebut dengan Trump.
&quot;Mereka mungkin pada awalnya tidak akan menginginkannya,&quot; kata Trump sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (28/1/2020).
&quot;Tapi saya pikir pada akhirnya mereka akan (menerimanya)... Ini sangat baik untuk mereka. Bahkan itu terlalu baik untuk mereka. Jadi kita akan lihat apa yang terjadi. Sekarang tanpa mereka, kami tidak melakukan kesepakatan dan itu tidak masalah.&quot;
BACA JUGA: Presiden Palestina Tidak Izinkan Amerika Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza
&quot;Kami pikir ada peluang yang sangat bagus bahwa mereka akan menginginkan (kesepakatan) ini,&quot; tambahnya.
Meski telah banyak diwacanakan sejak beberapa waktu lalu, garis besar dan detail kesepakatan itu masih dirahasiakan.

Sumber-sumber Palestina dan Arab yang diberi pengarahan tentang draf  kesepakatan itu khawatir Trump berupaya menyuap warga Palestina untuk  menerima pendudukan Israel.
Para pemimpin Palestina mengatakan mereka tidak diundang ke  Washington untuk presentasi Trump tentang cetak biru rencana  perdamaiannya. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada rencana yang dapat  berjalan tanpa partisipasi perwakilan Palestina.
&quot;Kami menolaknya, dan kami menuntut komunitas internasional untuk  tidak menjadi mitra karena hal itu bertentangan dengan dasar-dasar hukum  internasional dan hak-hak Palestina yang tidak dapat dicabut,&quot; kata  Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh pada Senin, 27 Januari.
&quot;Ini hanyalah rencana untuk menyudahi perjuangan Palestina,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Gedung Putih akan mengungkap rencana perdamaian Timur Tengah yang telah lama ditunggu-tunggu pada Selasa, (28/1/2020). Rencana itu akan disampaikan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang sudah berada di Washington DC, tetapi tidak ada utusan Palestina yang hadir.
Trump mengatakan, pengungkapan rencana perdamaian yang disebut sebagai &quot;Kesepakatan Abad Ini&quot; (Deal of the Century) akan dilakukan saat menjamu Netanyahu di Washington.
BACA JUGA: Presiden Palestina: Kesepakatan Damai AS Adalah 'Tamparan Abad Ini'
Dia mengatakan bahwa rencana itu &quot;sangat masuk akal&quot; untuk semua pihak dan baik untuk Palestina, namun laporan yang beredar menyebutkan bahwa rencana Trump itu tidak mungkin menawarkan prospek pembentukan negara merdeka kepada Palestina.
Tidak adanya perwakilan Palestina dari Gaza atau Tepi Barat yang diundang dalam penyampaian rencana itu menambah kesan bahwa kesepakatan yang digembar-gemborkan Trump akan menawarkan keuntungan yang lebih banyak bagi Israel.
Pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas bahkan dilaporkan  telah menolak untuk membahas rencana kesepakatan tersebut dengan Trump.
&quot;Mereka mungkin pada awalnya tidak akan menginginkannya,&quot; kata Trump sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (28/1/2020).
&quot;Tapi saya pikir pada akhirnya mereka akan (menerimanya)... Ini sangat baik untuk mereka. Bahkan itu terlalu baik untuk mereka. Jadi kita akan lihat apa yang terjadi. Sekarang tanpa mereka, kami tidak melakukan kesepakatan dan itu tidak masalah.&quot;
BACA JUGA: Presiden Palestina Tidak Izinkan Amerika Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza
&quot;Kami pikir ada peluang yang sangat bagus bahwa mereka akan menginginkan (kesepakatan) ini,&quot; tambahnya.
Meski telah banyak diwacanakan sejak beberapa waktu lalu, garis besar dan detail kesepakatan itu masih dirahasiakan.

Sumber-sumber Palestina dan Arab yang diberi pengarahan tentang draf  kesepakatan itu khawatir Trump berupaya menyuap warga Palestina untuk  menerima pendudukan Israel.
Para pemimpin Palestina mengatakan mereka tidak diundang ke  Washington untuk presentasi Trump tentang cetak biru rencana  perdamaiannya. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada rencana yang dapat  berjalan tanpa partisipasi perwakilan Palestina.
&quot;Kami menolaknya, dan kami menuntut komunitas internasional untuk  tidak menjadi mitra karena hal itu bertentangan dengan dasar-dasar hukum  internasional dan hak-hak Palestina yang tidak dapat dicabut,&quot; kata  Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh pada Senin, 27 Januari.
&quot;Ini hanyalah rencana untuk menyudahi perjuangan Palestina,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
