<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Tak Layak Huni di Bogor Ambruk, Nenek hingga Bayi Terluka </title><description>Rumah tidak layak huni di Kampung Pulo Geulis, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ambruk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/28/338/2159742/rumah-tak-layak-huni-di-bogor-ambruk-nenek-hingga-bayi-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/28/338/2159742/rumah-tak-layak-huni-di-bogor-ambruk-nenek-hingga-bayi-terluka"/><item><title>Rumah Tak Layak Huni di Bogor Ambruk, Nenek hingga Bayi Terluka </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/28/338/2159742/rumah-tak-layak-huni-di-bogor-ambruk-nenek-hingga-bayi-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/28/338/2159742/rumah-tak-layak-huni-di-bogor-ambruk-nenek-hingga-bayi-terluka</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 22:45 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/338/2159742/rumah-tak-layak-huni-di-bogor-ambruk-nenek-hingga-bayi-terluka-B0qQ1bCX6f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah di Bogor ambruk (Foto: Okezone/Putra R) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/338/2159742/rumah-tak-layak-huni-di-bogor-ambruk-nenek-hingga-bayi-terluka-B0qQ1bCX6f.jpg</image><title>Rumah di Bogor ambruk (Foto: Okezone/Putra R) </title></images><description>BOGOR - Rumah tidak layak huni di Kampung Pulo Geulis, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ambruk. Lima orang termasuk bayi 40 hari luka-luka tertimpa material.&amp;nbsp;
Salah satu korban, Tjitjih Sukarsih (69) mengatakan, peristiwa itu terjadi saat mereka tidur di ruang tengah sekira pukul 01.40 WIB. Tiba-tiba, atap rumah ambruk dan menimpa Tjitjih dan empat keluarganya.
&quot;Umi lagi tidur ramai-ramai di tengah. Tau-tau ambruk aja itu atasnya,&quot; kata Tjitjih kepada Okezone, Selasa (28/1/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sungai Cisambeng Meluap, Sejumlah Rumah Warga di Majalengka Ambruk&amp;nbsp;
Akibat kejadian tersebut, Tjitjih berserta empat anggota keluarganya yakni Lia Robiatul (25), Dinul Rachman (25), Nur Cahyani (21) serta bayi M. Kenan Rafasya berusia 40 hari mengalami luka-luka.

&quot;Yang kena itu ada lima orang sama umi. Cicit umi (Kenan) juga kena dia luka di kepalanya. Kalau umi juga kepala di jahit ini sama tangan (terkilir),&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Sekretaris Lurah Babakan Pasar, Syamsuddin Noor mengatakan, rumah Tjitjih memang masuk ke dalam program rumah tidak layak huni (RTLH) Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor.

&quot;Sudah, sudah masuk tahun ini. Mungkin pelaksanaannya itu sekitar bulan Februari atau Maret mungkin,&quot; ucap Syamsuddin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polisi Periksa Dugaan Unsur Pidana Dalam Kasus Gedung Roboh di Slipi&amp;nbsp;
Saat ini, pihaknya tengah berusaha untuk membantu para korban dengan dana tak terduga milik kelurahan. Selain itu, juga akan memberikan kontrakan sementara di sekitar lingkungan tersebut selama tiga bulan.

&quot;Sementara kita akan kontrakan dulu maksimal tiga bulan. Kita juga gunakan dana darurat untuk membantu keluarga korban,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>BOGOR - Rumah tidak layak huni di Kampung Pulo Geulis, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ambruk. Lima orang termasuk bayi 40 hari luka-luka tertimpa material.&amp;nbsp;
Salah satu korban, Tjitjih Sukarsih (69) mengatakan, peristiwa itu terjadi saat mereka tidur di ruang tengah sekira pukul 01.40 WIB. Tiba-tiba, atap rumah ambruk dan menimpa Tjitjih dan empat keluarganya.
&quot;Umi lagi tidur ramai-ramai di tengah. Tau-tau ambruk aja itu atasnya,&quot; kata Tjitjih kepada Okezone, Selasa (28/1/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sungai Cisambeng Meluap, Sejumlah Rumah Warga di Majalengka Ambruk&amp;nbsp;
Akibat kejadian tersebut, Tjitjih berserta empat anggota keluarganya yakni Lia Robiatul (25), Dinul Rachman (25), Nur Cahyani (21) serta bayi M. Kenan Rafasya berusia 40 hari mengalami luka-luka.

&quot;Yang kena itu ada lima orang sama umi. Cicit umi (Kenan) juga kena dia luka di kepalanya. Kalau umi juga kepala di jahit ini sama tangan (terkilir),&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Sekretaris Lurah Babakan Pasar, Syamsuddin Noor mengatakan, rumah Tjitjih memang masuk ke dalam program rumah tidak layak huni (RTLH) Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor.

&quot;Sudah, sudah masuk tahun ini. Mungkin pelaksanaannya itu sekitar bulan Februari atau Maret mungkin,&quot; ucap Syamsuddin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polisi Periksa Dugaan Unsur Pidana Dalam Kasus Gedung Roboh di Slipi&amp;nbsp;
Saat ini, pihaknya tengah berusaha untuk membantu para korban dengan dana tak terduga milik kelurahan. Selain itu, juga akan memberikan kontrakan sementara di sekitar lingkungan tersebut selama tiga bulan.

&quot;Sementara kita akan kontrakan dulu maksimal tiga bulan. Kita juga gunakan dana darurat untuk membantu keluarga korban,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
