<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dokter Optimistis Mahasiswa yang Pulang dari Wuhan Bebas Virus Korona</title><description>Insya Allah nanti hasilnya negatif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/28/512/2159674/dokter-optimistis-mahasiswa-yang-pulang-dari-wuhan-bebas-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/28/512/2159674/dokter-optimistis-mahasiswa-yang-pulang-dari-wuhan-bebas-virus-korona"/><item><title>Dokter Optimistis Mahasiswa yang Pulang dari Wuhan Bebas Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/28/512/2159674/dokter-optimistis-mahasiswa-yang-pulang-dari-wuhan-bebas-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/28/512/2159674/dokter-optimistis-mahasiswa-yang-pulang-dari-wuhan-bebas-virus-korona</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 19:11 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/512/2159674/dokter-optimistis-mahasiswa-yang-pulang-dari-wuhan-bebas-virus-korona-lOoMH13Pvj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/512/2159674/dokter-optimistis-mahasiswa-yang-pulang-dari-wuhan-bebas-virus-korona-lOoMH13Pvj.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Reuters)</title></images><description>SEMARANG - Mahasiswa S3 yang pulang dari Wuhan, China, menjalani perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah, lantaran diduga terinfeksi virus korona. Kondisi kesehatannya saat ini relatif stabil dengan suhu tubuh normal yakni di bawah 37 derajat Celsius.

&quot;Insya Allah nanti hasilnya negatif (terinfeksi virus Korona). Karena yang bersangkutan juga kalau ditanya apakah bersentuhan dengan pasien-pasien korona virus sebelumnya? Dia merasa tidak tahu atau tidak ada riwayat kontak,&quot; kata Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUP dr Kariadi, dr. Muchlis Achsan Udji, Selasa (28/1/2020).

&quot;Jadi harus ada riwayat kontak (dengan pasien terpapar corona). Kita menemukan pasien suspect, kalau pasien itu habis bepergian dari Wuhan, kemudian ada panas batuk sesak napas, badan sakit semua, kita berpikir kemungkinan ke arah suspek coronavirus,&quot; tuturnya.

Meski pasien berada di ruang isolasi, namun belum ada tindakan medis khusus yang dilakukan. Pasien sebelum menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi juga tak ada riwayat pelayanan medis di tempat lain.

&quot;Jadi penanganan juga hanya simtomatis, karena pilek kita beri obat pilek, nanti kalau panas kita beri turun panas. Tidak ada obat anti virus secara khusus. Sebelumnya tidak ada perawatan di mana-mana. Sangat besar kemungkinannya Insya Allah negatif (terpapar Korona),&quot; kata dia.

Baca Juga : Pulang dari Wuhan, Mahasiswa Ini Diduga Terinfeksi Virus Korona

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi, dr. Agoes Oerip menambahkan, perlu sejumlah syarat untuk menentukan pasien dikatakan suspespect virus corona. Masyarakat diimbau tak mudah percaya dengan informasi yang berseliweran di media sosial.

&quot;Jadi mohon, karena saya baca di media elektronik (media sosial) ada menyebut suspect. Untuk mencapai suspek tidak semudah itu, harus ada syarat-syarat dan memang ini akan ada perlakuan yang berbeda kalau kita menyebut suspect dan pasien dalam pengawasan atau observasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SEMARANG - Mahasiswa S3 yang pulang dari Wuhan, China, menjalani perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah, lantaran diduga terinfeksi virus korona. Kondisi kesehatannya saat ini relatif stabil dengan suhu tubuh normal yakni di bawah 37 derajat Celsius.

&quot;Insya Allah nanti hasilnya negatif (terinfeksi virus Korona). Karena yang bersangkutan juga kalau ditanya apakah bersentuhan dengan pasien-pasien korona virus sebelumnya? Dia merasa tidak tahu atau tidak ada riwayat kontak,&quot; kata Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUP dr Kariadi, dr. Muchlis Achsan Udji, Selasa (28/1/2020).

&quot;Jadi harus ada riwayat kontak (dengan pasien terpapar corona). Kita menemukan pasien suspect, kalau pasien itu habis bepergian dari Wuhan, kemudian ada panas batuk sesak napas, badan sakit semua, kita berpikir kemungkinan ke arah suspek coronavirus,&quot; tuturnya.

Meski pasien berada di ruang isolasi, namun belum ada tindakan medis khusus yang dilakukan. Pasien sebelum menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi juga tak ada riwayat pelayanan medis di tempat lain.

&quot;Jadi penanganan juga hanya simtomatis, karena pilek kita beri obat pilek, nanti kalau panas kita beri turun panas. Tidak ada obat anti virus secara khusus. Sebelumnya tidak ada perawatan di mana-mana. Sangat besar kemungkinannya Insya Allah negatif (terpapar Korona),&quot; kata dia.

Baca Juga : Pulang dari Wuhan, Mahasiswa Ini Diduga Terinfeksi Virus Korona

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi, dr. Agoes Oerip menambahkan, perlu sejumlah syarat untuk menentukan pasien dikatakan suspespect virus corona. Masyarakat diimbau tak mudah percaya dengan informasi yang berseliweran di media sosial.

&quot;Jadi mohon, karena saya baca di media elektronik (media sosial) ada menyebut suspect. Untuk mencapai suspek tidak semudah itu, harus ada syarat-syarat dan memang ini akan ada perlakuan yang berbeda kalau kita menyebut suspect dan pasien dalam pengawasan atau observasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
