<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswi SMP yang Tewas di Gorong-Gorong Dikenal Pendiam &amp; Sering Di-bully</title><description>Silvia mengaku pernah mendengar Delis diejek oleh teman sekelasnya. Dia menyebut Delis dipanggil dengan sebuat anak penjual lontong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/28/525/2159794/siswi-smp-yang-tewas-di-gorong-gorong-dikenal-pendiam-sering-di-bully</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/28/525/2159794/siswi-smp-yang-tewas-di-gorong-gorong-dikenal-pendiam-sering-di-bully"/><item><title>Siswi SMP yang Tewas di Gorong-Gorong Dikenal Pendiam &amp; Sering Di-bully</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/28/525/2159794/siswi-smp-yang-tewas-di-gorong-gorong-dikenal-pendiam-sering-di-bully</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/28/525/2159794/siswi-smp-yang-tewas-di-gorong-gorong-dikenal-pendiam-sering-di-bully</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 23:21 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/525/2159794/siswi-smp-yang-tewas-di-gorong-gorong-dikenal-pendiam-sering-di-bully-57yarpR1Fq.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/525/2159794/siswi-smp-yang-tewas-di-gorong-gorong-dikenal-pendiam-sering-di-bully-57yarpR1Fq.JPG</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>TASIKMALAYA - Delis Sulistina (13), pelajar SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya, Kampung Sindangjaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat ditemukan tewas di gorong-gorong depan sekolahnya. Menurut penuturan temannya, Delis merupakan sosok anak yang pendiam.
&quot;Pendiam dia, jarang cerita,&quot; kata teman Delis, Silvia, mengutip iNews.id, Selasa (28/1/2020).
Silvia mengaku pernah mendengar Delis diejek oleh teman sekelasnya. Dia menyebut Delis dipanggil dengan sebuat anak penjual lontong.
&quot;Katanya dibully teman sekelas, dibilang anak penjual lepeut,&quot; ucap Silvia.
Sementara itu, Bibi Delis, Halimah, mengaku terakhir bertemu korban pada Rabu 22 Januari 2020 lalu. Sejak saat itu, dia tidak penah melihat Delis lagi. &quot;Saat mau ke sekolah lihatnya,&quot; ucap Halimah.
Halimah menyebut Delis sebagai sosok yang pendiam. Sosoknya jarang bercerita mengenai persoalan yang dialami. &quot;Pendiam sekali,&quot; ucap Halimah.
Seperti diketahui, Delis ditemukan tewas di dalam gorong-gorong depan sekolahnya dengan masih mengenakan seragam pramuka dan lengkap dengan tas serta bukunya. Posisi tubuhnya melipat di tengah-tengah gorong-gorong.</description><content:encoded>TASIKMALAYA - Delis Sulistina (13), pelajar SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya, Kampung Sindangjaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat ditemukan tewas di gorong-gorong depan sekolahnya. Menurut penuturan temannya, Delis merupakan sosok anak yang pendiam.
&quot;Pendiam dia, jarang cerita,&quot; kata teman Delis, Silvia, mengutip iNews.id, Selasa (28/1/2020).
Silvia mengaku pernah mendengar Delis diejek oleh teman sekelasnya. Dia menyebut Delis dipanggil dengan sebuat anak penjual lontong.
&quot;Katanya dibully teman sekelas, dibilang anak penjual lepeut,&quot; ucap Silvia.
Sementara itu, Bibi Delis, Halimah, mengaku terakhir bertemu korban pada Rabu 22 Januari 2020 lalu. Sejak saat itu, dia tidak penah melihat Delis lagi. &quot;Saat mau ke sekolah lihatnya,&quot; ucap Halimah.
Halimah menyebut Delis sebagai sosok yang pendiam. Sosoknya jarang bercerita mengenai persoalan yang dialami. &quot;Pendiam sekali,&quot; ucap Halimah.
Seperti diketahui, Delis ditemukan tewas di dalam gorong-gorong depan sekolahnya dengan masih mengenakan seragam pramuka dan lengkap dengan tas serta bukunya. Posisi tubuhnya melipat di tengah-tengah gorong-gorong.</content:encoded></item></channel></rss>
