<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Desa di China Bangun Tembok Tangkal Virus Korona</title><description>Desa-desa yang dikunjungi Sky News berjarak sekitar 965 km dari Kota Wuhan, pusat penyebaran virus korona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/29/18/2160043/warga-desa-di-china-bangun-tembok-tangkal-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/29/18/2160043/warga-desa-di-china-bangun-tembok-tangkal-virus-korona"/><item><title>Warga Desa di China Bangun Tembok Tangkal Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/29/18/2160043/warga-desa-di-china-bangun-tembok-tangkal-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/29/18/2160043/warga-desa-di-china-bangun-tembok-tangkal-virus-korona</guid><pubDate>Rabu 29 Januari 2020 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/29/18/2160043/warga-desa-di-china-bangun-tembok-tangkal-virus-korona-QKUimUuT7e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu desa yang menembok akses masuk ke desa di Hubei, China. (Foto/Sky News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/29/18/2160043/warga-desa-di-china-bangun-tembok-tangkal-virus-korona-QKUimUuT7e.jpg</image><title>Salah satu desa yang menembok akses masuk ke desa di Hubei, China. (Foto/Sky News)</title></images><description>WUHAN &amp;ndash; Sejumlah warga desa di Hubei, China Tengah membangun tembok untuk menangkal penyebaran virus korona jenis baru atau 2019-N-CoV.
Video yang disiarkan Sky News, menampilkan koresponden Tom Cheshire, mendokumentasikan enam desa di Hubei, membangun tembok untuk mencegah orang asing masuk.
Desa-desa yang dikunjungi Sky News berjarak sekitar 965 km dari Kota Wuhan, pusat penyebaran virus korona.

Baca juga:&amp;nbsp;Virus Korona, 203 Warga Jepang Dievakuasi dari Wuhan China
Baca juga:&amp;nbsp;Virus Korona Mewabah, TNI AU Siagakan 3 Pesawat untuk Evakuasi WNI dari Wuhan China
Beberapa penduduk memasang papan pengumuman di jalan menuju beberapa desa yang dikunjungi oleh Sky News. &quot;Tidak ada orang luar yang diizinkan masuk,&quot; isi salah satu papan peringatan.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Britain and China will work on a possible evacuation of UK citizens from Hubei province in the next few days. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Our Asia correspondent &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/chesh?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@Chesh&amp;lt;/a&amp;gt; reports that across China, villagers are sealing themselves off in an attempt to prevent coronavirus spreading.&amp;lt;a href=&quot;https://t.co/V2S6ClpSsz&quot;&amp;gt;https://t.co/V2S6ClpSsz&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/tntKCUM4O5&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/tntKCUM4O5&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Sky News (@SkyNews) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/SkyNews/status/1222076581163814913?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;January 28, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Salah seorang warga desa yang dikunjungi Sky News, mengatakan tembok dibangun oleh penduduk desa.
&quot;Untuk menghentikan orang luar datang ke desa kami, untuk mengurangi jumlah orang yang masuk,&quot; ujarnya.

Tembok yang dibangun terdiri dari batu bata yang ditumpuk menutupi jalan utama ke desa.
Warga desa lainnya membangun bangunan yang berfungsi sebagai pos pemeriksaan. Seorang penduduk lokal Sky News, yang diidentifikasi Yan Yang mengatakan, pembangunan bangunan itu karena wabah virus korona. &amp;ldquo;Saya tidak tahu berapa lama [bangunan] itu tetap ada.&quot;
&quot;Tidak ada yang tahu berapa lama epidemi [virus korona],&quot; tambahnya.
Dia melanjutkan, &amp;ldquo;Saya tidak bisa mengatakan saya tidak khawatir. Tapi tidak ada yang punya cara lain.&quot;
Pemerintah China telah mendirikan pos pemeriksaan resmi untuk menyaring orang yang terinfeksi virus korona, namun tembok yang dibangun oleh warga desa, itu didirikan tanpa arahan dari pemerintah, menurut Sky News.
Hingga saat ini virus korona jenis baru telah menewaskan 132 orang dan menginfeksi 5.974 jiwa di China.</description><content:encoded>WUHAN &amp;ndash; Sejumlah warga desa di Hubei, China Tengah membangun tembok untuk menangkal penyebaran virus korona jenis baru atau 2019-N-CoV.
Video yang disiarkan Sky News, menampilkan koresponden Tom Cheshire, mendokumentasikan enam desa di Hubei, membangun tembok untuk mencegah orang asing masuk.
Desa-desa yang dikunjungi Sky News berjarak sekitar 965 km dari Kota Wuhan, pusat penyebaran virus korona.

Baca juga:&amp;nbsp;Virus Korona, 203 Warga Jepang Dievakuasi dari Wuhan China
Baca juga:&amp;nbsp;Virus Korona Mewabah, TNI AU Siagakan 3 Pesawat untuk Evakuasi WNI dari Wuhan China
Beberapa penduduk memasang papan pengumuman di jalan menuju beberapa desa yang dikunjungi oleh Sky News. &quot;Tidak ada orang luar yang diizinkan masuk,&quot; isi salah satu papan peringatan.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Britain and China will work on a possible evacuation of UK citizens from Hubei province in the next few days. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Our Asia correspondent &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/chesh?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@Chesh&amp;lt;/a&amp;gt; reports that across China, villagers are sealing themselves off in an attempt to prevent coronavirus spreading.&amp;lt;a href=&quot;https://t.co/V2S6ClpSsz&quot;&amp;gt;https://t.co/V2S6ClpSsz&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/tntKCUM4O5&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/tntKCUM4O5&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Sky News (@SkyNews) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/SkyNews/status/1222076581163814913?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;January 28, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Salah seorang warga desa yang dikunjungi Sky News, mengatakan tembok dibangun oleh penduduk desa.
&quot;Untuk menghentikan orang luar datang ke desa kami, untuk mengurangi jumlah orang yang masuk,&quot; ujarnya.

Tembok yang dibangun terdiri dari batu bata yang ditumpuk menutupi jalan utama ke desa.
Warga desa lainnya membangun bangunan yang berfungsi sebagai pos pemeriksaan. Seorang penduduk lokal Sky News, yang diidentifikasi Yan Yang mengatakan, pembangunan bangunan itu karena wabah virus korona. &amp;ldquo;Saya tidak tahu berapa lama [bangunan] itu tetap ada.&quot;
&quot;Tidak ada yang tahu berapa lama epidemi [virus korona],&quot; tambahnya.
Dia melanjutkan, &amp;ldquo;Saya tidak bisa mengatakan saya tidak khawatir. Tapi tidak ada yang punya cara lain.&quot;
Pemerintah China telah mendirikan pos pemeriksaan resmi untuk menyaring orang yang terinfeksi virus korona, namun tembok yang dibangun oleh warga desa, itu didirikan tanpa arahan dari pemerintah, menurut Sky News.
Hingga saat ini virus korona jenis baru telah menewaskan 132 orang dan menginfeksi 5.974 jiwa di China.</content:encoded></item></channel></rss>
