<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diterbangkan dari Wuhan, Warga AS Diisolasi 72 Jam di Pangkalan Militer California</title><description>Sejauh ini tidak ada yang memperlihatkan gejala-gejala infeksi virus korona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/30/18/2160711/diterbangkan-dari-wuhan-warga-as-diisolasi-72-jam-di-pangkalan-militer-california</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/30/18/2160711/diterbangkan-dari-wuhan-warga-as-diisolasi-72-jam-di-pangkalan-militer-california"/><item><title>Diterbangkan dari Wuhan, Warga AS Diisolasi 72 Jam di Pangkalan Militer California</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/30/18/2160711/diterbangkan-dari-wuhan-warga-as-diisolasi-72-jam-di-pangkalan-militer-california</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/30/18/2160711/diterbangkan-dari-wuhan-warga-as-diisolasi-72-jam-di-pangkalan-militer-california</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2020 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/30/18/2160711/diterbangkan-dari-wuhan-warga-as-diisolasi-72-jam-di-pangkalan-militer-california-8JQg12zFBi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/30/18/2160711/diterbangkan-dari-wuhan-warga-as-diisolasi-72-jam-di-pangkalan-militer-california-8JQg12zFBi.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>LOS ANGELES - Hampir 200 warga Amerika Serikat (AS) yang dievakuasi dari China di tengah wabah virus korona tiba pada Rabu, 29 Januari 2020 di sebuah pangkalan militer AS di California. Mereka akan diisolasi di sana selama setidaknya 72 jam untuk menjalani evaluasi medis sebelum kembali dipulangkan.
Kelompok yang sebagian besar adalah diplomat AS dan keluarga mereka, dievakuasi dari Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran wabah virus korona dengan pesawat sewaan pemerintah AS. Pesawat itu sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di Alaska pada Selasa malam, 28 Januari 2020 sebelum terbang ke Pangkalan Udara March Air Reserve Base, sekira 97km sebelah timur Los Angeles.
BACA JUGA: Wabah Virus Korona, Ratusan Warga Negara Asing Dievakuasi dari Wuhan
Ke-195 penumpang di pangkalan udara March itu telah diperiksa secara medis oleh pemerintah China dan pejabat Departemen Luar Negeri AS sebelum naik pesawat di Wuhan, dan kembali diperiksa lagi di Alaska oleh tim dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Semua penumpang telah setuju untuk secara sukarela tinggal di perumahan khusus di pangkalan militer itu, diisolasi dari personel pangkalan, selama 72 jam.
BACA JUGA: Kisah Memilukan Keluarga yang Terpisah Karena Wabah Virus Korona di Wuhan
&quot;Orang-orang ini tidak berada di bawah perintah karantina federal,&quot; kata Wakil Direktur Penyakit Berkembang dan Penyakit Menular Zoonosis CDC, Dr. Christopher Braden sebagaimana dilansir Channel News Asia, Kamis (30/1/2020).
&quot;Saya pribadi berbicara dengan mereka ketika mereka turun dan menjalani pemeriksaan pemantauan pertama. Mereka senang berada di sini. Mereka sangat kooperatif dengan pertanyaan-pertanyaan itu,&quot; kata Braden pada konferensi pers di Pusat Medis Sistem Kesehatan Universitas Riverside, yang terletak di dekat pangkalan.

Sejauh ini tidak ada orang dari kelompok itu yang menunjukkan gejala-gejala terinfeksi virus korona.
Menurut keterangan seorang pejabat, mereka akan dipulangkan kembali  ke rumah mereka setelah periode evaluasi awal selesai, asalkan tidak ada  indikasi paparan atau penyakit.
Braden mengatakan, jika ada di antara mereka dinyatakan positif atau  jatuh sakit dalam tiga hari ke depan, mereka akan dipindahkan ke Pusat  Medis Riverside untuk isolasi dan perawatan. Pihak berwenang kemudian  akan memutuskan tindakan apa yang perlu diambil untuk orang-orang lain  dalam kelompok itu.
Pemerintah dari beberapa negara mulai menerbangkan warganya dari  Wuhan, sementara jumlah korban meninggal di kota itu meningkat dengan  cepat. Menurut laporan terakhir, 170 orang telah kehilangan nyawanya  akibat virus korona tersebut, sementara lebih dari 7.700 positif  terinfeksi.</description><content:encoded>LOS ANGELES - Hampir 200 warga Amerika Serikat (AS) yang dievakuasi dari China di tengah wabah virus korona tiba pada Rabu, 29 Januari 2020 di sebuah pangkalan militer AS di California. Mereka akan diisolasi di sana selama setidaknya 72 jam untuk menjalani evaluasi medis sebelum kembali dipulangkan.
Kelompok yang sebagian besar adalah diplomat AS dan keluarga mereka, dievakuasi dari Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran wabah virus korona dengan pesawat sewaan pemerintah AS. Pesawat itu sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di Alaska pada Selasa malam, 28 Januari 2020 sebelum terbang ke Pangkalan Udara March Air Reserve Base, sekira 97km sebelah timur Los Angeles.
BACA JUGA: Wabah Virus Korona, Ratusan Warga Negara Asing Dievakuasi dari Wuhan
Ke-195 penumpang di pangkalan udara March itu telah diperiksa secara medis oleh pemerintah China dan pejabat Departemen Luar Negeri AS sebelum naik pesawat di Wuhan, dan kembali diperiksa lagi di Alaska oleh tim dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Semua penumpang telah setuju untuk secara sukarela tinggal di perumahan khusus di pangkalan militer itu, diisolasi dari personel pangkalan, selama 72 jam.
BACA JUGA: Kisah Memilukan Keluarga yang Terpisah Karena Wabah Virus Korona di Wuhan
&quot;Orang-orang ini tidak berada di bawah perintah karantina federal,&quot; kata Wakil Direktur Penyakit Berkembang dan Penyakit Menular Zoonosis CDC, Dr. Christopher Braden sebagaimana dilansir Channel News Asia, Kamis (30/1/2020).
&quot;Saya pribadi berbicara dengan mereka ketika mereka turun dan menjalani pemeriksaan pemantauan pertama. Mereka senang berada di sini. Mereka sangat kooperatif dengan pertanyaan-pertanyaan itu,&quot; kata Braden pada konferensi pers di Pusat Medis Sistem Kesehatan Universitas Riverside, yang terletak di dekat pangkalan.

Sejauh ini tidak ada orang dari kelompok itu yang menunjukkan gejala-gejala terinfeksi virus korona.
Menurut keterangan seorang pejabat, mereka akan dipulangkan kembali  ke rumah mereka setelah periode evaluasi awal selesai, asalkan tidak ada  indikasi paparan atau penyakit.
Braden mengatakan, jika ada di antara mereka dinyatakan positif atau  jatuh sakit dalam tiga hari ke depan, mereka akan dipindahkan ke Pusat  Medis Riverside untuk isolasi dan perawatan. Pihak berwenang kemudian  akan memutuskan tindakan apa yang perlu diambil untuk orang-orang lain  dalam kelompok itu.
Pemerintah dari beberapa negara mulai menerbangkan warganya dari  Wuhan, sementara jumlah korban meninggal di kota itu meningkat dengan  cepat. Menurut laporan terakhir, 170 orang telah kehilangan nyawanya  akibat virus korona tersebut, sementara lebih dari 7.700 positif  terinfeksi.</content:encoded></item></channel></rss>
