<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Virus Korona, Tenaga Kerja Asal China di Sumut Didata</title><description>Seluruh tenaga kerja asing asal China di Sumatera Utara akan didata sebagai antisipasi penyebaran virus korona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/30/608/2160481/cegah-virus-korona-tenaga-kerja-asal-china-di-sumut-didata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/30/608/2160481/cegah-virus-korona-tenaga-kerja-asal-china-di-sumut-didata"/><item><title>Cegah Virus Korona, Tenaga Kerja Asal China di Sumut Didata</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/30/608/2160481/cegah-virus-korona-tenaga-kerja-asal-china-di-sumut-didata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/30/608/2160481/cegah-virus-korona-tenaga-kerja-asal-china-di-sumut-didata</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2020 09:28 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/30/608/2160481/cegah-virus-korona-tenaga-kerja-asal-china-di-sumut-didata-dXz3tX8rIa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/30/608/2160481/cegah-virus-korona-tenaga-kerja-asal-china-di-sumut-didata-dXz3tX8rIa.jpg</image><title>Ilustrasi antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan langkah pencegahan terhadap penyebaran virus korona. Salah satunya dengan akan mendata seluruh tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di wilayah Sumut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Aris Yudhariansyah mengatakan Pemprov telah mengirim surat ke kabupaten/kota untuk meminta data TKA China yang bekerja di wilayahnya.
Baca juga:   Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 162 Orang, 7.711 Kasus Dikonfirmasi&amp;nbsp;
 
&quot;Kemarin kami sudah rapat koordinasi yang dipimpin langsung gubernur. Salah satu poinnya mencatat data warga negara asing (WNA), terutama dari China yang bekerja di Sumut,&quot; ujar Aris, Kamis (30/1/2020), mengutip dari iNews.id.
Dia mengungkapkan, pendataan ini harus dilakukan dalam waktu sesegera mungkin. Hal ini agar dapat mewujudkan koordinasi satu pintu untuk penanganan pencegahan virus korona.
&quot;Jadi berdasarkan hasil keputusan rapat, yang berhak memberi penjelasan terkait virus korona ini ada dua. Pertama, Dinas Kesehatan Provinsi (Sumut); dan juga Tim PINERE RSUP Haji Adam Malik,&quot; katanya.
Baca juga:   RSUD M Yunus Bengkulu Isolasi Satu Pasien Suspect Virus Korona&amp;nbsp;
 
Sementara tim khusus yang telah dibentuk yakni melibatkan unsur Dinkses Sumut, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RSUP Haji Adam Malik, dan rumah sakit sekitar.
&quot;Jika nanti ditemukan ada pasien suspect, maka tidak diberlakukan rujukan berjenjang, langsung dibawa ke RSUP Haji Adam Malik Medan. Paling penting, masyarakat Sumut tidak panik menyikapi wabah virus korona ini,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan langkah pencegahan terhadap penyebaran virus korona. Salah satunya dengan akan mendata seluruh tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di wilayah Sumut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Aris Yudhariansyah mengatakan Pemprov telah mengirim surat ke kabupaten/kota untuk meminta data TKA China yang bekerja di wilayahnya.
Baca juga:   Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 162 Orang, 7.711 Kasus Dikonfirmasi&amp;nbsp;
 
&quot;Kemarin kami sudah rapat koordinasi yang dipimpin langsung gubernur. Salah satu poinnya mencatat data warga negara asing (WNA), terutama dari China yang bekerja di Sumut,&quot; ujar Aris, Kamis (30/1/2020), mengutip dari iNews.id.
Dia mengungkapkan, pendataan ini harus dilakukan dalam waktu sesegera mungkin. Hal ini agar dapat mewujudkan koordinasi satu pintu untuk penanganan pencegahan virus korona.
&quot;Jadi berdasarkan hasil keputusan rapat, yang berhak memberi penjelasan terkait virus korona ini ada dua. Pertama, Dinas Kesehatan Provinsi (Sumut); dan juga Tim PINERE RSUP Haji Adam Malik,&quot; katanya.
Baca juga:   RSUD M Yunus Bengkulu Isolasi Satu Pasien Suspect Virus Korona&amp;nbsp;
 
Sementara tim khusus yang telah dibentuk yakni melibatkan unsur Dinkses Sumut, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RSUP Haji Adam Malik, dan rumah sakit sekitar.
&quot;Jika nanti ditemukan ada pasien suspect, maka tidak diberlakukan rujukan berjenjang, langsung dibawa ke RSUP Haji Adam Malik Medan. Paling penting, masyarakat Sumut tidak panik menyikapi wabah virus korona ini,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
