<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Memilih Pulang Kampung saat Libur Kuliah, Mahasiswa Ini Selamat dari Virus Korona</title><description>Kota Xiamen, Provinsi Fujian, China, diduga menjadi salah satu daerah yang terinfeksi virus Korona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/31/340/2161249/memilih-pulang-kampung-saat-libur-kuliah-mahasiswa-ini-selamat-dari-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/31/340/2161249/memilih-pulang-kampung-saat-libur-kuliah-mahasiswa-ini-selamat-dari-virus-korona"/><item><title>Memilih Pulang Kampung saat Libur Kuliah, Mahasiswa Ini Selamat dari Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/31/340/2161249/memilih-pulang-kampung-saat-libur-kuliah-mahasiswa-ini-selamat-dari-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/31/340/2161249/memilih-pulang-kampung-saat-libur-kuliah-mahasiswa-ini-selamat-dari-virus-korona</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2020 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/31/340/2161249/memilih-pulang-kampung-saat-libur-kuliah-mahasiswa-ini-selamat-dari-virus-korona-Wn7QYipMr3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/31/340/2161249/memilih-pulang-kampung-saat-libur-kuliah-mahasiswa-ini-selamat-dari-virus-korona-Wn7QYipMr3.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BENGKULU - Kota Xiamen, Provinsi Fujian, China, diduga menjadi salah satu daerah yang terinfeksi virus Korona. Di daerah itu ada mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI), dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi di wilayah tersebut. Satu diantaranya, berasal dari Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Fardana Kusumah, namanya. Pria kelahiran 1990 itu, berhasil lolos dari virus korona.

Pria 29 tahun itu, berhasil lolos sebelum virus korona menyerang di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, dua minggu terakhir. Pria yang akrab disapa Dana ini, sangat bersyukur tidak terjebak dan berhasil lolos dari daerah tersebut.

Pria kelahiran Bengkulu 19 November 1990 ini berhasil lolos, lantaran di kampus tempat sudah libur. Sehingga, Dana memutuskan, untuk pulang ke tanah kelahirannya, di Kota Bengkulu, pada Kamis 9 Januari 2020.



Dana, merupakan salah satu mahasiswa yang menempuh pendidikan di Huaqiau University, Kota Xiamen, Provinsi Fujian, China. Di mana Dana tinggal di Xiamen, sejak September 2019.

Pria 29 tahun ini sempat menyambangi Kota Wuhan, China, pada Jumat 22 November 2019. Di Wuhan, Dana menghadiri acara 'China-Indonesia Forum People To Exchange Depelopment Forum (2019)'.

Saat itu, Kota Wuhan masih normal dan belum tertutup. Terlebih, virus korona yang menyerang Wuhan belum mewabah. Sejak November 2019, Dana tidak pernah lagi ke Wuhan. Baik untuk liburan maupun hal lainnya.

Dana bercerita, pulang ke Indonesia, dalam rangka libur sekolah. Dana  pulang menggunakan maskapai, melalui Bandara Internasional Gaoqi  Xiamen, Xiamen, Fujian, China menuju Bandara Internasional, Ninoy  Aquino, Manila, Filipina.

Dari Manila, Filipina, Dana menuju Bandara Internasional  Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan dilanjutkan ke Bandara  Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

''Saat pulang ke Indonesia, belum ada virus korona. Waktu itu kondisi  di Xiamen, Fujian, China, masih normal. Saya bersyukur bisa lolos dari  Xiamen,'' kata Dana, saat ditemui okezone, di rumahnya, Jumat  (31/1/2020).

Baca Juga: Mahasiswi Probolinggo Berhasil Pulang dari China di Tengah Wabah Virus Korona

Sejak adanya virus korona yang menyerang berbagai daerah di China,  kata Dana, pihak kampus menganjurkan untuk tidak kembali ke Kota Xiamen,  Fujian, China, dalam waktu dekat.

Mustinya, sampai Dana, dia masuk ke kampus pada Senin 17 Februari  2020. Namun, hal tersebut ditunda hingga waktu yang belum bisa  ditentukan secara pasti.

''Harusnya masuk kuliah pada Senin 17 Februari 2020, karena virus  korona masuk kuliah ditunda hingga waktu yang belum ditentukan,'' sampai  Dana.

Dari Kota Xiamen ke Kota Wuhan, kata Dana, cukup jauh. Berjarak  sekira 1.000 kilometer (km). Jika menggunakan jalur transfortasi darat  kereta cepat memakan waktu tidak kurang dari 7 jam perjalanan.

Selama menempuh pendidikan di Xiamen, Dana tergabung dengan pelajar   Indonesia, dari berbagai provinsi di Indonesia. Perhimpunan Pelajar   Indonesia, Cabang Xiamen, namanya. Namun, kata Dana, dari Bengkulu,   hanya seorang diri.

''Dari Xiamen ke Wuhan, 1000 kilometer, cukup jauh. Kalau naik kereta cepat 7 jam perjalanan,'' jelas Dana.

Meskipun sudah berada di Kota Bengkulu, Dana mendapatkan surat   keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia, Beijing, tertanggal   Rabu 29 Januari 2020, yang berisi:

''Menyikapi merebaknya wabah virus korona di Tiongkok akhir-akhir   ini, bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di seluruh Tiongkok, sekiranya   tidak ada kepentingan yang mendesak, kami mengimbau untuk kembali ke   Indonesia sampai situasi normal kembali,''.

''Sehubungan dengan imbauan tersebut, mohon kiranya agar otoritas   setempat dapat memberikan kemudahan dan akses ke luar ke Bandara   terdekat untuk Warga Negara Indonesia kembali ke Indonesia,'' tulis   dalam surat keterangan itu

Dana tidak mengetahui secara persis kapan akan kembali ke Kota   Xiamen, Provinsi Fujian, China. Sebab, saat ini belum ada keterangan   resmi dari kampus akan akan kembali masuk kuliah.

Sementara, Dana musti menyelesaikan pendidikannya di Huaqiau   University, Kota Xiamen, Provinsi Fujian, China, selama satu tahun   terhitung sejak masuk pada September 2019 lalu.

''Sekarang masih menunggu surat resmi dari kampus. Belum tahu kapan akan kembali lagi ke Xianmen,'' pungkas Dana.

</description><content:encoded>BENGKULU - Kota Xiamen, Provinsi Fujian, China, diduga menjadi salah satu daerah yang terinfeksi virus Korona. Di daerah itu ada mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI), dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi di wilayah tersebut. Satu diantaranya, berasal dari Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Fardana Kusumah, namanya. Pria kelahiran 1990 itu, berhasil lolos dari virus korona.

Pria 29 tahun itu, berhasil lolos sebelum virus korona menyerang di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, dua minggu terakhir. Pria yang akrab disapa Dana ini, sangat bersyukur tidak terjebak dan berhasil lolos dari daerah tersebut.

Pria kelahiran Bengkulu 19 November 1990 ini berhasil lolos, lantaran di kampus tempat sudah libur. Sehingga, Dana memutuskan, untuk pulang ke tanah kelahirannya, di Kota Bengkulu, pada Kamis 9 Januari 2020.



Dana, merupakan salah satu mahasiswa yang menempuh pendidikan di Huaqiau University, Kota Xiamen, Provinsi Fujian, China. Di mana Dana tinggal di Xiamen, sejak September 2019.

Pria 29 tahun ini sempat menyambangi Kota Wuhan, China, pada Jumat 22 November 2019. Di Wuhan, Dana menghadiri acara 'China-Indonesia Forum People To Exchange Depelopment Forum (2019)'.

Saat itu, Kota Wuhan masih normal dan belum tertutup. Terlebih, virus korona yang menyerang Wuhan belum mewabah. Sejak November 2019, Dana tidak pernah lagi ke Wuhan. Baik untuk liburan maupun hal lainnya.

Dana bercerita, pulang ke Indonesia, dalam rangka libur sekolah. Dana  pulang menggunakan maskapai, melalui Bandara Internasional Gaoqi  Xiamen, Xiamen, Fujian, China menuju Bandara Internasional, Ninoy  Aquino, Manila, Filipina.

Dari Manila, Filipina, Dana menuju Bandara Internasional  Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan dilanjutkan ke Bandara  Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

''Saat pulang ke Indonesia, belum ada virus korona. Waktu itu kondisi  di Xiamen, Fujian, China, masih normal. Saya bersyukur bisa lolos dari  Xiamen,'' kata Dana, saat ditemui okezone, di rumahnya, Jumat  (31/1/2020).

Baca Juga: Mahasiswi Probolinggo Berhasil Pulang dari China di Tengah Wabah Virus Korona

Sejak adanya virus korona yang menyerang berbagai daerah di China,  kata Dana, pihak kampus menganjurkan untuk tidak kembali ke Kota Xiamen,  Fujian, China, dalam waktu dekat.

Mustinya, sampai Dana, dia masuk ke kampus pada Senin 17 Februari  2020. Namun, hal tersebut ditunda hingga waktu yang belum bisa  ditentukan secara pasti.

''Harusnya masuk kuliah pada Senin 17 Februari 2020, karena virus  korona masuk kuliah ditunda hingga waktu yang belum ditentukan,'' sampai  Dana.

Dari Kota Xiamen ke Kota Wuhan, kata Dana, cukup jauh. Berjarak  sekira 1.000 kilometer (km). Jika menggunakan jalur transfortasi darat  kereta cepat memakan waktu tidak kurang dari 7 jam perjalanan.

Selama menempuh pendidikan di Xiamen, Dana tergabung dengan pelajar   Indonesia, dari berbagai provinsi di Indonesia. Perhimpunan Pelajar   Indonesia, Cabang Xiamen, namanya. Namun, kata Dana, dari Bengkulu,   hanya seorang diri.

''Dari Xiamen ke Wuhan, 1000 kilometer, cukup jauh. Kalau naik kereta cepat 7 jam perjalanan,'' jelas Dana.

Meskipun sudah berada di Kota Bengkulu, Dana mendapatkan surat   keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia, Beijing, tertanggal   Rabu 29 Januari 2020, yang berisi:

''Menyikapi merebaknya wabah virus korona di Tiongkok akhir-akhir   ini, bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di seluruh Tiongkok, sekiranya   tidak ada kepentingan yang mendesak, kami mengimbau untuk kembali ke   Indonesia sampai situasi normal kembali,''.

''Sehubungan dengan imbauan tersebut, mohon kiranya agar otoritas   setempat dapat memberikan kemudahan dan akses ke luar ke Bandara   terdekat untuk Warga Negara Indonesia kembali ke Indonesia,'' tulis   dalam surat keterangan itu

Dana tidak mengetahui secara persis kapan akan kembali ke Kota   Xiamen, Provinsi Fujian, China. Sebab, saat ini belum ada keterangan   resmi dari kampus akan akan kembali masuk kuliah.

Sementara, Dana musti menyelesaikan pendidikannya di Huaqiau   University, Kota Xiamen, Provinsi Fujian, China, selama satu tahun   terhitung sejak masuk pada September 2019 lalu.

''Sekarang masih menunggu surat resmi dari kampus. Belum tahu kapan akan kembali lagi ke Xianmen,'' pungkas Dana.

</content:encoded></item></channel></rss>
