<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imigrasi Cegah Virus Korona Menyebar di Festival Cap Go Meh</title><description>Tahun lalu saja, tercatat ada 76.964 wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang datang ke Singkawang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/01/340/2161573/imigrasi-cegah-virus-korona-menyebar-di-festival-cap-go-meh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/01/340/2161573/imigrasi-cegah-virus-korona-menyebar-di-festival-cap-go-meh"/><item><title>Imigrasi Cegah Virus Korona Menyebar di Festival Cap Go Meh</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/01/340/2161573/imigrasi-cegah-virus-korona-menyebar-di-festival-cap-go-meh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/01/340/2161573/imigrasi-cegah-virus-korona-menyebar-di-festival-cap-go-meh</guid><pubDate>Sabtu 01 Februari 2020 03:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/01/340/2161573/imigrasi-cegah-virus-korona-menyebar-di-festival-cap-go-meh-6MGmGObg3V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/01/340/2161573/imigrasi-cegah-virus-korona-menyebar-di-festival-cap-go-meh-6MGmGObg3V.jpg</image><title>(Foto : Istimewa)</title></images><description>PONTIANAK - Divisi Keimigrasian Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengantisipasi adanya potensi besar penyebaran virus korona menjelang perayaan Cap Go Meh 2020. Sebab, di Kalbar akan ramai didatangi turis pada momen 15 hari setelah perayaan Tahun Baru Imlek itu.

Kota Singkawang menjadi salah satu lokasi yang menjadi tujuan destinasi bagi wisatawan. Setiap tahunnya, di kota yang dijuluki Seribu Kelenteng ini dipadati wisawatan. Tahun lalu saja, tercatat ada 76.964 wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang datang ke Singkawang untuk menyaksikan salah satu even andalan Indonesia yang masuk ke dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia.



Jumlah itu meningkat dari 2018 yang hanya sekitar 70.000 wisatawan. Sebagian besar turis atau wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung berasal dari Taiwan, Singapura, Australia, Malaysia, Hongkong, Macau, Thailand, Filipina, dan China.

&amp;ldquo;Kita sudah melakukan upaya dengan selektif terhadap penumpang dari Tiongkok atau China untuk dicek wawancara,&quot; ujar Kepala Divisi Keimigrasian Kalbar, Husni Thamrin.

Hal itu dilakukan di pintu-pintu masuk  seperti di Pos Lintas Batas Negara dan Bandara. Apabila, terdapat pelintas atau penumpang yang terindikasi virus korona, maka langsung dibawa ke rumah sakit rujukan.

Baca Juga : Didoakan Mahfud MD Jadi Presiden, Tito: Beliau Suka Guyon

Sementara itu, Humas Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, Thomas Jefferson menambahkan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Tatang Suheryadin telah menginstruksikan para petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang ada di wilayah kerja untuk memperketat pengawasan terhadap masuknya WNA ke wilayah Pontianak.

&amp;ldquo;Nantinya petugas bisa berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Karantina Kesehatan. Sedangkan bagi petugas diwajibkan menggunakan masker sebagai langkah pencegahan,&amp;rdquo; ujarnya.Pihak Imigrasi, baru bisa menindak WNA setelah mendapatkan rekomendasi dari petugas Karantina. Rekomendasi itu untuk menyesuaikan tindakan apa yang harus dilakukan berkaitan dengan kewenangan Imigrasi. &quot;Karena Imigrasi yang bisa menolak, bisa menerima orang,&amp;rdquo; tegasnya.

Hingga kini, kata dia, pihak Imigrasi belum membuat aturan yang melarang warga dari Tiongkok atau China masuk ke Indonesia. Baik untuk warga negara Indonesia maupun warga asal.

&amp;ldquo;Tapi, identifikasi dari pihak Karantina Kesehatan yang menjadi dasar untuk kita bisa melakukan penolakan kalau orang asing,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>PONTIANAK - Divisi Keimigrasian Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengantisipasi adanya potensi besar penyebaran virus korona menjelang perayaan Cap Go Meh 2020. Sebab, di Kalbar akan ramai didatangi turis pada momen 15 hari setelah perayaan Tahun Baru Imlek itu.

Kota Singkawang menjadi salah satu lokasi yang menjadi tujuan destinasi bagi wisatawan. Setiap tahunnya, di kota yang dijuluki Seribu Kelenteng ini dipadati wisawatan. Tahun lalu saja, tercatat ada 76.964 wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang datang ke Singkawang untuk menyaksikan salah satu even andalan Indonesia yang masuk ke dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia.



Jumlah itu meningkat dari 2018 yang hanya sekitar 70.000 wisatawan. Sebagian besar turis atau wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung berasal dari Taiwan, Singapura, Australia, Malaysia, Hongkong, Macau, Thailand, Filipina, dan China.

&amp;ldquo;Kita sudah melakukan upaya dengan selektif terhadap penumpang dari Tiongkok atau China untuk dicek wawancara,&quot; ujar Kepala Divisi Keimigrasian Kalbar, Husni Thamrin.

Hal itu dilakukan di pintu-pintu masuk  seperti di Pos Lintas Batas Negara dan Bandara. Apabila, terdapat pelintas atau penumpang yang terindikasi virus korona, maka langsung dibawa ke rumah sakit rujukan.

Baca Juga : Didoakan Mahfud MD Jadi Presiden, Tito: Beliau Suka Guyon

Sementara itu, Humas Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, Thomas Jefferson menambahkan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Tatang Suheryadin telah menginstruksikan para petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang ada di wilayah kerja untuk memperketat pengawasan terhadap masuknya WNA ke wilayah Pontianak.

&amp;ldquo;Nantinya petugas bisa berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Karantina Kesehatan. Sedangkan bagi petugas diwajibkan menggunakan masker sebagai langkah pencegahan,&amp;rdquo; ujarnya.Pihak Imigrasi, baru bisa menindak WNA setelah mendapatkan rekomendasi dari petugas Karantina. Rekomendasi itu untuk menyesuaikan tindakan apa yang harus dilakukan berkaitan dengan kewenangan Imigrasi. &quot;Karena Imigrasi yang bisa menolak, bisa menerima orang,&amp;rdquo; tegasnya.

Hingga kini, kata dia, pihak Imigrasi belum membuat aturan yang melarang warga dari Tiongkok atau China masuk ke Indonesia. Baik untuk warga negara Indonesia maupun warga asal.

&amp;ldquo;Tapi, identifikasi dari pihak Karantina Kesehatan yang menjadi dasar untuk kita bisa melakukan penolakan kalau orang asing,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
