<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Langkah Pemerintah Filipina Pasca-Korona Renggut 1 Nyawa di Manila</title><description>Virus korona kembali memakan korban. Kali ini korban meninggal dunia datang bukan di Wuhan atau wilayah China lainnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/02/18/2162158/ini-langkah-pemerintah-filipina-pasca-korona-renggut-1-nyawa-di-manila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/02/18/2162158/ini-langkah-pemerintah-filipina-pasca-korona-renggut-1-nyawa-di-manila"/><item><title>Ini Langkah Pemerintah Filipina Pasca-Korona Renggut 1 Nyawa di Manila</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/02/18/2162158/ini-langkah-pemerintah-filipina-pasca-korona-renggut-1-nyawa-di-manila</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/02/18/2162158/ini-langkah-pemerintah-filipina-pasca-korona-renggut-1-nyawa-di-manila</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2020 17:10 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/02/18/2162158/ini-langkah-pemerintah-filipina-pasca-korona-renggut-1-nyawa-di-manila-wJP7AITbb2.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/02/18/2162158/ini-langkah-pemerintah-filipina-pasca-korona-renggut-1-nyawa-di-manila-wJP7AITbb2.JPG</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MANILA - Virus korona kembali memakan korban. Kali ini korban meninggal dunia datang bukan di Wuhan atau wilayah China lainnya, melainkan berada di Filipina.
Ya, WHO menyebutkan bahwa korban yang meninggal di Filipina itu adalah seorang pria berusia 44 tahun yang merupakan warga negara China dan berasal dari Wuhan. Dia ada di Filipina, tepatnya di Manila, karena dalam rangka berwisata. Pria itu tiba di negara itu sejak 21 Januari 2020 lalu.
Sekretaris Kementerian Kesehatan Filipina, Francisco Duque III sebagaimana diwartakan situs berita Rappler, menyebut bahwa pasien itu semula stabil dan menunjukkan tanda-tanda membaik, namun kondisinya terus memburuk dengan cepat selama 24 jam.
Departemen Kesehatan Filipina saat ini berusaha melacak orang-orang yang berada dalam penerbangan yang sama dengan pria itu, sehingga mereka dapat dikarantina.
Baca juga: Pertama di Luar China, Virus Korona Sebabkan Kematian di Filipina
&quot;Kami saat ini bekerja sama dengan kedutaan besar China untuk memastikan bagaimana mengurus jenazah yang bersangkutan secara bermartabat sesuai standar nasional dan internasional dalam mengatasi penyakit ini,&quot; kata Duque, seraya menambahkan pria itu akan dikremasi, seperti dikutip dari laman BBC Indonesia, Minggu (2/2/2020).
Departemen Kesehatan Filipina saat ini sedang berusaha melacak orang-orang yang berada dalam penerbangan yang sama dengan pria itu, sehingga mereka dapat dikarantina.
Baca juga: Satu Orang Tewas Terpapar Korona, Warga Manila Mulai Berburu Masker
Mereka juga akan melacak orang-orang lain yang barangkali berhubungan dengan pria dan perempuan tersebut, di antaranya ialah para karyawan hotel yang sempat mereka tempati.
Kematian pria itu dikonfirmasi tidak lama setelah Filipina mengumumkan akan segera menghentikan kedatangan wisatawan asing dari negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, mereka hanya membatasi orang-orang dari Hubei, yang merupakan pusat penyebaran virus mematikan itu.</description><content:encoded>MANILA - Virus korona kembali memakan korban. Kali ini korban meninggal dunia datang bukan di Wuhan atau wilayah China lainnya, melainkan berada di Filipina.
Ya, WHO menyebutkan bahwa korban yang meninggal di Filipina itu adalah seorang pria berusia 44 tahun yang merupakan warga negara China dan berasal dari Wuhan. Dia ada di Filipina, tepatnya di Manila, karena dalam rangka berwisata. Pria itu tiba di negara itu sejak 21 Januari 2020 lalu.
Sekretaris Kementerian Kesehatan Filipina, Francisco Duque III sebagaimana diwartakan situs berita Rappler, menyebut bahwa pasien itu semula stabil dan menunjukkan tanda-tanda membaik, namun kondisinya terus memburuk dengan cepat selama 24 jam.
Departemen Kesehatan Filipina saat ini berusaha melacak orang-orang yang berada dalam penerbangan yang sama dengan pria itu, sehingga mereka dapat dikarantina.
Baca juga: Pertama di Luar China, Virus Korona Sebabkan Kematian di Filipina
&quot;Kami saat ini bekerja sama dengan kedutaan besar China untuk memastikan bagaimana mengurus jenazah yang bersangkutan secara bermartabat sesuai standar nasional dan internasional dalam mengatasi penyakit ini,&quot; kata Duque, seraya menambahkan pria itu akan dikremasi, seperti dikutip dari laman BBC Indonesia, Minggu (2/2/2020).
Departemen Kesehatan Filipina saat ini sedang berusaha melacak orang-orang yang berada dalam penerbangan yang sama dengan pria itu, sehingga mereka dapat dikarantina.
Baca juga: Satu Orang Tewas Terpapar Korona, Warga Manila Mulai Berburu Masker
Mereka juga akan melacak orang-orang lain yang barangkali berhubungan dengan pria dan perempuan tersebut, di antaranya ialah para karyawan hotel yang sempat mereka tempati.
Kematian pria itu dikonfirmasi tidak lama setelah Filipina mengumumkan akan segera menghentikan kedatangan wisatawan asing dari negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, mereka hanya membatasi orang-orang dari Hubei, yang merupakan pusat penyebaran virus mematikan itu.</content:encoded></item></channel></rss>
