<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virus Korona Cerminkan Manusia Rentan Tertular Penyakit Hewan</title><description>Fenomena ini menyisakan pertanyaan, manusa kelompok mana yang paling rentah tertular?</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/02/337/2162127/virus-korona-cerminkan-manusia-rentan-tertular-penyakit-hewan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/02/337/2162127/virus-korona-cerminkan-manusia-rentan-tertular-penyakit-hewan"/><item><title>Virus Korona Cerminkan Manusia Rentan Tertular Penyakit Hewan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/02/337/2162127/virus-korona-cerminkan-manusia-rentan-tertular-penyakit-hewan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/02/337/2162127/virus-korona-cerminkan-manusia-rentan-tertular-penyakit-hewan</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2020 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/02/337/2162127/virus-korona-cerminkan-manusia-rentan-tertular-penyakit-hewan-3SNWRlEoAV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/02/337/2162127/virus-korona-cerminkan-manusia-rentan-tertular-penyakit-hewan-3SNWRlEoAV.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Virus Korona mencerminkan bahwa manusia rentan tertular penyakit hewan. Bahkan, sejarah membuktikan kasus penularan dari hewan ke manusia sudah pernah terjadi.

Fenomena ini menyisakan pertanyaan, manusa kelompok mana yang paling rentah tertular?

Penyakit baru yang hidup di inang baru sangat berbahaya, tak heran kenapa orang khawatir terhadap kemunculannya.

Beberapa kelompok orang lebih rentan terhadap penyakit baru ketimbang yang lain.

Penduduk miskin perkotaan akan memiliki risiko lebih besar untuk bertemu sumber dan pembawa penyakit karena minimnya fasilitas kebersihan dan kesehatan.

Baca Juga: Wabah Virus Korona, Bagaimana Manusia Bisa Tertular Penyakit Hewan?

Nutrisi yang buruk, paparan udara berpolusi juga menyebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh. Jika sakit, mereka juga mungkin tak mampu mendapat perawatan kesehatan.

Infeksi juga tersebar cepat di kota besar yang padat. Penduduk menghirup udara dan menyentuh berbagai benda yang sama.

Di beberapa masyarakat, banyak orang makan hewan liar, hewan yang ditangkap di dalam kota atau daging yang didapat dari kawasan sekitar.

Bagaimana Penyakit Mengubah Perilaku?

Hingga hari ini, hampirn ada 8.000 kasus virus corona yang telah dipastikan, dan lebih dari 200 penderita meninggal dunia.

Berbagai negara telah mengambil langkah mencegah penyebaran. Potensi dampak ekonominya jelas.

Larangan bepergian sudah mulai diterapkan, orang-orang sudah mulai  enggan berinteraksi karena khawatir akan penularan. Perilaku mulai  berubah.

Perjalanan antar negara akan semakin sulit, pekerja musiman antar  negara akan sulit melakukan perjalanan, rangkaian pasokan produksi akan  terganggu.

Hal ini kerap terjadi dalam situasi wabah. Di tahun 2003, epidemi  SARS mendatangkan kerugian ekonomi global sekitar USD40 miliar (sekitar  Rp546 triliun) dalam enam bulan.

Sebagian jumlah ini berasal dari perawatan epidemi, dan juga akibat penurunan kegiatan ekonomi dan pergerakan manusia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Virus Korona mencerminkan bahwa manusia rentan tertular penyakit hewan. Bahkan, sejarah membuktikan kasus penularan dari hewan ke manusia sudah pernah terjadi.

Fenomena ini menyisakan pertanyaan, manusa kelompok mana yang paling rentah tertular?

Penyakit baru yang hidup di inang baru sangat berbahaya, tak heran kenapa orang khawatir terhadap kemunculannya.

Beberapa kelompok orang lebih rentan terhadap penyakit baru ketimbang yang lain.

Penduduk miskin perkotaan akan memiliki risiko lebih besar untuk bertemu sumber dan pembawa penyakit karena minimnya fasilitas kebersihan dan kesehatan.

Baca Juga: Wabah Virus Korona, Bagaimana Manusia Bisa Tertular Penyakit Hewan?

Nutrisi yang buruk, paparan udara berpolusi juga menyebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh. Jika sakit, mereka juga mungkin tak mampu mendapat perawatan kesehatan.

Infeksi juga tersebar cepat di kota besar yang padat. Penduduk menghirup udara dan menyentuh berbagai benda yang sama.

Di beberapa masyarakat, banyak orang makan hewan liar, hewan yang ditangkap di dalam kota atau daging yang didapat dari kawasan sekitar.

Bagaimana Penyakit Mengubah Perilaku?

Hingga hari ini, hampirn ada 8.000 kasus virus corona yang telah dipastikan, dan lebih dari 200 penderita meninggal dunia.

Berbagai negara telah mengambil langkah mencegah penyebaran. Potensi dampak ekonominya jelas.

Larangan bepergian sudah mulai diterapkan, orang-orang sudah mulai  enggan berinteraksi karena khawatir akan penularan. Perilaku mulai  berubah.

Perjalanan antar negara akan semakin sulit, pekerja musiman antar  negara akan sulit melakukan perjalanan, rangkaian pasokan produksi akan  terganggu.

Hal ini kerap terjadi dalam situasi wabah. Di tahun 2003, epidemi  SARS mendatangkan kerugian ekonomi global sekitar USD40 miliar (sekitar  Rp546 triliun) dalam enam bulan.

Sebagian jumlah ini berasal dari perawatan epidemi, dan juga akibat penurunan kegiatan ekonomi dan pergerakan manusia.
</content:encoded></item></channel></rss>
