<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Imbau Warga Natuna Tak Demo Tolak Observasi WNI dari Wuhan </title><description>Polisi mengimbau kepada warga Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tidak menggelar aksi demonstrasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/02/337/2162192/polisi-imbau-warga-natuna-tak-demo-tolak-observasi-wni-dari-wuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/02/337/2162192/polisi-imbau-warga-natuna-tak-demo-tolak-observasi-wni-dari-wuhan"/><item><title>Polisi Imbau Warga Natuna Tak Demo Tolak Observasi WNI dari Wuhan </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/02/337/2162192/polisi-imbau-warga-natuna-tak-demo-tolak-observasi-wni-dari-wuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/02/337/2162192/polisi-imbau-warga-natuna-tak-demo-tolak-observasi-wni-dari-wuhan</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2020 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/02/337/2162192/polisi-imbau-warga-natuna-tak-demo-tolak-observasi-wni-dari-wuhan-7KIS3drYdg.JPG" expression="full" type="image/jpeg">WNI tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri usai menempuh perjalanan dari Wuhan, China (Foto: Dok. Kemlu RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/02/337/2162192/polisi-imbau-warga-natuna-tak-demo-tolak-observasi-wni-dari-wuhan-7KIS3drYdg.JPG</image><title>WNI tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri usai menempuh perjalanan dari Wuhan, China (Foto: Dok. Kemlu RI)</title></images><description>JAKARTA - Polisi mengimbau kepada warga Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tidak menggelar aksi demonstrasi menolak proses observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China sebagai dampak mewabahnya virus korona.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mempertimbangkan proses observasi itu dengan matang. Oleh sebab itu, warga diminta tenang dan mempercayakan hal ini kepada pemerintah.
&quot;Pemerintah tidak ada gegabah dengan membahayakan masyarakatnya ya,&quot; kata Harry, saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Minggu (2/2/2020).
Tak hanya itu, Harry menyebut bahwa lokasi observasi juga terbilang jauh dari pemukiman penuduk. Jika warga unjuk rasa lagi, menurut polisi itu adalah hal yang diatur dalam Undang-Undang.
Kendati demikian, apabila warga demo lagi, diminta aksi penyampaian pendapat bisa dilakukan dengan tertib.

&quot;Silakan sampaikan aspirasi dengan baik. Kalau terkait dengan adanya observasi di sana, itu kan sudah direncanakan dan dipertimbangkan oleh pemerintah dan lokasi sangat jauh berada di dalam pangkalan militer, jauh dari penduduk dan pemukiman,&quot; paparnya.
Sekadar diketahui, Pemerintah dan lembaga terkait telah mengevakuasi, sebanyak 238 WNI dari Wuhan, China. Mereka telah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam.
Nantinya, mereka nantinya akan dipindahkan ke pesawat TNI AU untuk dibawa ke Natuna. Di Natuna, ratusan WNI itu mesti mengikuti observasi sehat selama 14 hari alias dua pekan.</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi mengimbau kepada warga Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tidak menggelar aksi demonstrasi menolak proses observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China sebagai dampak mewabahnya virus korona.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mempertimbangkan proses observasi itu dengan matang. Oleh sebab itu, warga diminta tenang dan mempercayakan hal ini kepada pemerintah.
&quot;Pemerintah tidak ada gegabah dengan membahayakan masyarakatnya ya,&quot; kata Harry, saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Minggu (2/2/2020).
Tak hanya itu, Harry menyebut bahwa lokasi observasi juga terbilang jauh dari pemukiman penuduk. Jika warga unjuk rasa lagi, menurut polisi itu adalah hal yang diatur dalam Undang-Undang.
Kendati demikian, apabila warga demo lagi, diminta aksi penyampaian pendapat bisa dilakukan dengan tertib.

&quot;Silakan sampaikan aspirasi dengan baik. Kalau terkait dengan adanya observasi di sana, itu kan sudah direncanakan dan dipertimbangkan oleh pemerintah dan lokasi sangat jauh berada di dalam pangkalan militer, jauh dari penduduk dan pemukiman,&quot; paparnya.
Sekadar diketahui, Pemerintah dan lembaga terkait telah mengevakuasi, sebanyak 238 WNI dari Wuhan, China. Mereka telah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam.
Nantinya, mereka nantinya akan dipindahkan ke pesawat TNI AU untuk dibawa ke Natuna. Di Natuna, ratusan WNI itu mesti mengikuti observasi sehat selama 14 hari alias dua pekan.</content:encoded></item></channel></rss>
