<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Tegaskan Bakal Terus Pantau 7 WNI yang Ada di Wuhan</title><description>Pemerintah menegaskan bakal terus memantau tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Wuhan, Provinsi Hubei, China.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/03/337/2162506/istana-tegaskan-bakal-terus-pantau-7-wni-yang-ada-di-wuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/03/337/2162506/istana-tegaskan-bakal-terus-pantau-7-wni-yang-ada-di-wuhan"/><item><title>Istana Tegaskan Bakal Terus Pantau 7 WNI yang Ada di Wuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/03/337/2162506/istana-tegaskan-bakal-terus-pantau-7-wni-yang-ada-di-wuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/03/337/2162506/istana-tegaskan-bakal-terus-pantau-7-wni-yang-ada-di-wuhan</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2020 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/03/337/2162506/istana-tegaskan-bakal-terus-pantau-7-wni-yang-ada-di-wuhan-Vj7qEMwJbR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WNI yang dievakuasi dari Wuhan menjalani observasi di Natuna. (Foto : @KemenkesRI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/03/337/2162506/istana-tegaskan-bakal-terus-pantau-7-wni-yang-ada-di-wuhan-Vj7qEMwJbR.jpg</image><title>WNI yang dievakuasi dari Wuhan menjalani observasi di Natuna. (Foto : @KemenkesRI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menegaskan bakal terus memantau tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

&quot;Adapun 7 WNI yang tetap berada di Hubei akan terus dipantau dan berhubungan dengan KBRI. Kita harapkan mereka juga bisa melewati masa-masa sulit ini,&quot; ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman dalam keterangannya, Senin (3/2/2020).

Ia menerangkan, jaminan perlindungan kesehatan yang sangat ketat  akan terus dipantau secara langsung Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto bersama tim kepada 238 WNI yang berada di Natuna.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi juga memerintahkan Menkes dan timnya untuk berkantor di Natuna untuk melindungi seluruh penduduk Indonesia secara optimal.



&quot;Presiden Jokowi juga menginstruksikan semua penerbangan dari dan ke Tiongkok dihentikan (untuk sementara) mulai Rabu 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB. Juga kepada pendatang yang tiba dari Tiongkok dan sudah berada di sana selama 14 hari, tidak diizinkan masuk dan transit di Indonesia,&quot; tutur dia.

Selain itu, pemerintah menghentikan fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival ke Indonesia untuk warga Tiongkok.

&quot;Agar lebih optimal perlindungan kesehatan seluruh penduduk Indonesia maka Presiden Jokowi meminta seluruh WNI tidak melakukan perjalanan ke Tiongkok hingga wabah virus korona ini dinyatakan selesai oleh pihak berwenang seperti Kementerian Kesehatan dan WHO,&quot; ucapnya.

Fadjroel memastikan pemerintah juga akan bekerja keras guna mencegah  meluasnya Virus Korona bersama di seluruh dunia. Indonesia, lanjut dia,  juga mendukung kerja sama secara ilmiah untuk mencari cara pengobatannya  dengan ilmuwan dunia.

&quot;Sekali lagi terima kasih atas kerjasama seluruh rakyat Indonesia,  semoga semua usaha, gotong royong dan bahu membahu semua warga dunia ini  membuat pencegahan dan pengobatan terhadap Virus Korona ini berjalan  efektif dan optimal,&quot; ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya  kepada seluruh rakyat Indonesia atas keikhlasan dan kebesaran hati  menerima keprihatinan terhadap 238 WNI  dalam evakuasi kemanusiaan dari Provinsi Hubei, China, pada Minggu 2  Februari 2020.

Baca Juga : Menkes Sebut Tempat Observasi WNI di Natuna Paling Layak

&quot;Sekali lagi, pemerintah menjamin 238 WNI bersama 42 tim penjemput  tersebut sehat walafiat dan akan menjalani transit observasi di Natuna  selama 14 hari. Semua prosedur dilaksanakan secara profesional sesuai  protokol WHO, serta dikoordinasikan semua kementerian dan lembaga  bekerja sesuai fungsinya dalam Inpres Nomor 4/2019,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Deretan Fakta Kepulangan WNI dari Wuhan, Ada 7 Orang Tidak Dipulangkan

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menegaskan bakal terus memantau tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

&quot;Adapun 7 WNI yang tetap berada di Hubei akan terus dipantau dan berhubungan dengan KBRI. Kita harapkan mereka juga bisa melewati masa-masa sulit ini,&quot; ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman dalam keterangannya, Senin (3/2/2020).

Ia menerangkan, jaminan perlindungan kesehatan yang sangat ketat  akan terus dipantau secara langsung Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto bersama tim kepada 238 WNI yang berada di Natuna.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi juga memerintahkan Menkes dan timnya untuk berkantor di Natuna untuk melindungi seluruh penduduk Indonesia secara optimal.



&quot;Presiden Jokowi juga menginstruksikan semua penerbangan dari dan ke Tiongkok dihentikan (untuk sementara) mulai Rabu 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB. Juga kepada pendatang yang tiba dari Tiongkok dan sudah berada di sana selama 14 hari, tidak diizinkan masuk dan transit di Indonesia,&quot; tutur dia.

Selain itu, pemerintah menghentikan fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival ke Indonesia untuk warga Tiongkok.

&quot;Agar lebih optimal perlindungan kesehatan seluruh penduduk Indonesia maka Presiden Jokowi meminta seluruh WNI tidak melakukan perjalanan ke Tiongkok hingga wabah virus korona ini dinyatakan selesai oleh pihak berwenang seperti Kementerian Kesehatan dan WHO,&quot; ucapnya.

Fadjroel memastikan pemerintah juga akan bekerja keras guna mencegah  meluasnya Virus Korona bersama di seluruh dunia. Indonesia, lanjut dia,  juga mendukung kerja sama secara ilmiah untuk mencari cara pengobatannya  dengan ilmuwan dunia.

&quot;Sekali lagi terima kasih atas kerjasama seluruh rakyat Indonesia,  semoga semua usaha, gotong royong dan bahu membahu semua warga dunia ini  membuat pencegahan dan pengobatan terhadap Virus Korona ini berjalan  efektif dan optimal,&quot; ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya  kepada seluruh rakyat Indonesia atas keikhlasan dan kebesaran hati  menerima keprihatinan terhadap 238 WNI  dalam evakuasi kemanusiaan dari Provinsi Hubei, China, pada Minggu 2  Februari 2020.

Baca Juga : Menkes Sebut Tempat Observasi WNI di Natuna Paling Layak

&quot;Sekali lagi, pemerintah menjamin 238 WNI bersama 42 tim penjemput  tersebut sehat walafiat dan akan menjalani transit observasi di Natuna  selama 14 hari. Semua prosedur dilaksanakan secara profesional sesuai  protokol WHO, serta dikoordinasikan semua kementerian dan lembaga  bekerja sesuai fungsinya dalam Inpres Nomor 4/2019,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Deretan Fakta Kepulangan WNI dari Wuhan, Ada 7 Orang Tidak Dipulangkan

</content:encoded></item></channel></rss>
