<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggul di Periuk Damai Tangerang Jebol, 1.116 Warga Terdampak Banjir</title><description>Tanggul di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, Banten, jebol, Senin (3/2/2020) sore.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/03/338/2162809/tanggul-di-periuk-damai-tangerang-jebol-1-116-warga-terdampak-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/03/338/2162809/tanggul-di-periuk-damai-tangerang-jebol-1-116-warga-terdampak-banjir"/><item><title>Tanggul di Periuk Damai Tangerang Jebol, 1.116 Warga Terdampak Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/03/338/2162809/tanggul-di-periuk-damai-tangerang-jebol-1-116-warga-terdampak-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/03/338/2162809/tanggul-di-periuk-damai-tangerang-jebol-1-116-warga-terdampak-banjir</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2020 21:42 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/03/338/2162809/tanggul-di-periuk-damai-tangerang-jebol-1-116-warga-terdampak-banjir-xGASNjjfWr.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/03/338/2162809/tanggul-di-periuk-damai-tangerang-jebol-1-116-warga-terdampak-banjir-xGASNjjfWr.jfif</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Tanggul di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, Banten, jebol, Senin (3/2/2020) sore. Tanggul yang jebol sepanjang 15 meter tersebut membuat permukiman warga terendam banjir setinggi 1 meter bahkan ada yang mencapai atap rumah. Sebanyak 1.116 jiwa terdampak banjir.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah lewat akun Instagram miliknya mengunggah video luapan air dari Kali Ledug ke pemukiman warga. Dalam video tersebut terlihat aliran air dari kali mengalir deras ke permukiman warga.
&quot;Kami dapat info tanggul Periuk Damai jebol, petugas kami langsung ke lokasi dan membantu warga. Kami berusaha menanggulangi secepat mungkin,&quot; kata Arief R Wismansyah dalam keterangannya.
Sementara Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Bisri mengatakan, terdapat 5 RT yang terdampak banjir.
&quot;RW 08 yang parah terdampak luapan itu. Dalam satu RW tersebut ada lima RT yang terdampak. Ada 279 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 1.116,&quot; jelasnya.
Pemerintah Kota Tangerang masih melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.  &quot;Nanti ya pemberitahuan lanjutannya soal evakuasi. Kami masih kerja keras untuk evakuasi korban,&quot; katanya.
</description><content:encoded>TANGERANG - Tanggul di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, Banten, jebol, Senin (3/2/2020) sore. Tanggul yang jebol sepanjang 15 meter tersebut membuat permukiman warga terendam banjir setinggi 1 meter bahkan ada yang mencapai atap rumah. Sebanyak 1.116 jiwa terdampak banjir.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah lewat akun Instagram miliknya mengunggah video luapan air dari Kali Ledug ke pemukiman warga. Dalam video tersebut terlihat aliran air dari kali mengalir deras ke permukiman warga.
&quot;Kami dapat info tanggul Periuk Damai jebol, petugas kami langsung ke lokasi dan membantu warga. Kami berusaha menanggulangi secepat mungkin,&quot; kata Arief R Wismansyah dalam keterangannya.
Sementara Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Bisri mengatakan, terdapat 5 RT yang terdampak banjir.
&quot;RW 08 yang parah terdampak luapan itu. Dalam satu RW tersebut ada lima RT yang terdampak. Ada 279 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 1.116,&quot; jelasnya.
Pemerintah Kota Tangerang masih melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.  &quot;Nanti ya pemberitahuan lanjutannya soal evakuasi. Kami masih kerja keras untuk evakuasi korban,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
