<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO Sebut Butuh Sistem Baru untuk Perangi Virus Korona</title><description>Dunia dianggap tak siap menghadapi pendemi global seperti virus korona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/04/18/2162890/who-sebut-butuh-sistem-baru-untuk-perangi-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/04/18/2162890/who-sebut-butuh-sistem-baru-untuk-perangi-virus-korona"/><item><title>WHO Sebut Butuh Sistem Baru untuk Perangi Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/04/18/2162890/who-sebut-butuh-sistem-baru-untuk-perangi-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/04/18/2162890/who-sebut-butuh-sistem-baru-untuk-perangi-virus-korona</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 07:17 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/18/2162890/who-sebut-butuh-sistem-baru-untuk-perangi-virus-korona-iUX3LMpbrY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Simulasi penanganan pasien virus korona di RSUD Moewardi, Solo, Jawa Tengah (Okezone.com/Bramantyo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/18/2162890/who-sebut-butuh-sistem-baru-untuk-perangi-virus-korona-iUX3LMpbrY.jpg</image><title>Simulasi penanganan pasien virus korona di RSUD Moewardi, Solo, Jawa Tengah (Okezone.com/Bramantyo)</title></images><description>DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sistem baru diperlukan untuk memerangi wabah virus korona, sambil menegaskan dunia &quot;tidak siap untuk menghadapi pandemi global.&quot;
Peringatan Ghebreyesus itu disampaikan ketika jumlah kematian akibat wabah virus korona yang dimulai di Kota Wuhan, China, Senin (3/2/2020) mencapai 361 orang.
Angka-angka terbaru menunjukkan, 2.829 kasus baru dikonfirmasi selama 24 jam terakhir, sehingga jumlah total kasus di China menjadi lebih dari 17.000.
Ghebreyesus mengatakan keputusan WHO pekan lalu untuk menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC) didorong oleh tanda-tanda penularan antar manusia di luar China dan kekhawatiran mengenai apa yang mungkin terjadi jika virus menyebar di negara yang sistem kesehatannya lebih lemah.
Baca juga: Perangi Wabah Virus Korona, China Kerahkan 1.400 Tenaga Medis ke Wuhan
Ia berulang kali menegaskan keputusan itu bukan sebuah kecaman atas tanggapan China terhadap wabah itu.
</description><content:encoded>DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sistem baru diperlukan untuk memerangi wabah virus korona, sambil menegaskan dunia &quot;tidak siap untuk menghadapi pandemi global.&quot;
Peringatan Ghebreyesus itu disampaikan ketika jumlah kematian akibat wabah virus korona yang dimulai di Kota Wuhan, China, Senin (3/2/2020) mencapai 361 orang.
Angka-angka terbaru menunjukkan, 2.829 kasus baru dikonfirmasi selama 24 jam terakhir, sehingga jumlah total kasus di China menjadi lebih dari 17.000.
Ghebreyesus mengatakan keputusan WHO pekan lalu untuk menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC) didorong oleh tanda-tanda penularan antar manusia di luar China dan kekhawatiran mengenai apa yang mungkin terjadi jika virus menyebar di negara yang sistem kesehatannya lebih lemah.
Baca juga: Perangi Wabah Virus Korona, China Kerahkan 1.400 Tenaga Medis ke Wuhan
Ia berulang kali menegaskan keputusan itu bukan sebuah kecaman atas tanggapan China terhadap wabah itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
