<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Akui Ada Keterlambatan Informasi soal Evakuasi ke Pemerintah Daerah Natuna</title><description>Mahfud MD mengakui terjadi keterlambatan informasi kepada pihak pemerintah daerah Natuna, Kepulauan Riau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2162955/mahfud-md-akui-ada-keterlambatan-informasi-soal-evakuasi-ke-pemerintah-daerah-natuna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2162955/mahfud-md-akui-ada-keterlambatan-informasi-soal-evakuasi-ke-pemerintah-daerah-natuna"/><item><title>Mahfud MD Akui Ada Keterlambatan Informasi soal Evakuasi ke Pemerintah Daerah Natuna</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2162955/mahfud-md-akui-ada-keterlambatan-informasi-soal-evakuasi-ke-pemerintah-daerah-natuna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2162955/mahfud-md-akui-ada-keterlambatan-informasi-soal-evakuasi-ke-pemerintah-daerah-natuna</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/337/2162955/mahfud-md-akui-ada-keterlambatan-informasi-soal-evakuasi-ke-pemerintah-daerah-natuna-ySEnBXINRq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam Mahfud MD (Tengah) (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/337/2162955/mahfud-md-akui-ada-keterlambatan-informasi-soal-evakuasi-ke-pemerintah-daerah-natuna-ySEnBXINRq.jpg</image><title>Menko Polhukam Mahfud MD (Tengah) (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengakui terjadi keterlambatan informasi kepada pihak pemerintah daerah Natuna, Kepulauan Riau.
Hal tersebut diterangkan oleh Mahfud MD, karena proses evakuasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terjadi sangat cepat pasca mendapatkan izin melakukan evakuasi dari pemerintah China.
&quot;Memang terjadi semacam bukan miskomunikasi ya, keterlambatan informasi, karena perkembangan berlangsung begitu cepat,&quot; ucap Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).
&quot;Sehingga pemerintah begitu mendapat Greenlight untuk memulangkan saudara-saudara kita WNI dari Wuhan itu, langsung bekerja cepat dan memutuskan mengambil tempat di Natuna yang dianggap tempat paling mudah, paling aman, dan dekat dengan instalasi militer untuk dilakukan sesuatu dengan cepat,&quot; terangnya.

Baca Juga: Evakuasi WNI dari China, Jokowi: Terima Kasih Masyarakat Natuna
Keterlambatan informasi dengan pemerintah daerah dan warga Natuna tersebut diungkapkan oleh Mahfud MD menimbulkan kesalahpahaman. Oleh sebab itu, hari ini ia mendengarkan aspirasi dari Bupati Abdul Hamid Rizal dan Ketua DPRD Natuna.
&quot;Dan itu supaya anda maklumi, karena bisa diikuti dari semua media massa bahwa perkembangan hanya berlangsung dari menit ke menit, sehingga kita melakukan tindakan cepat,&quot; tutup Mahfud.
Selain hadir dari bagian pemerintah daerah Natuna tersebut, dalam pertemuan itu juga turut hadir Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengakui terjadi keterlambatan informasi kepada pihak pemerintah daerah Natuna, Kepulauan Riau.
Hal tersebut diterangkan oleh Mahfud MD, karena proses evakuasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terjadi sangat cepat pasca mendapatkan izin melakukan evakuasi dari pemerintah China.
&quot;Memang terjadi semacam bukan miskomunikasi ya, keterlambatan informasi, karena perkembangan berlangsung begitu cepat,&quot; ucap Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).
&quot;Sehingga pemerintah begitu mendapat Greenlight untuk memulangkan saudara-saudara kita WNI dari Wuhan itu, langsung bekerja cepat dan memutuskan mengambil tempat di Natuna yang dianggap tempat paling mudah, paling aman, dan dekat dengan instalasi militer untuk dilakukan sesuatu dengan cepat,&quot; terangnya.

Baca Juga: Evakuasi WNI dari China, Jokowi: Terima Kasih Masyarakat Natuna
Keterlambatan informasi dengan pemerintah daerah dan warga Natuna tersebut diungkapkan oleh Mahfud MD menimbulkan kesalahpahaman. Oleh sebab itu, hari ini ia mendengarkan aspirasi dari Bupati Abdul Hamid Rizal dan Ketua DPRD Natuna.
&quot;Dan itu supaya anda maklumi, karena bisa diikuti dari semua media massa bahwa perkembangan hanya berlangsung dari menit ke menit, sehingga kita melakukan tindakan cepat,&quot; tutup Mahfud.
Selain hadir dari bagian pemerintah daerah Natuna tersebut, dalam pertemuan itu juga turut hadir Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.</content:encoded></item></channel></rss>
