<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wilayahnya Jadi Tempat Observasi WNI, Bupati Minta Dibangun RS di Natuna</title><description>Bupati ingin dibangunkan rumah sakit di Natuna kepada pemerintah pusat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2163298/wilayahnya-jadi-tempat-observasi-wni-bupati-minta-dibangun-rs-di-natuna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2163298/wilayahnya-jadi-tempat-observasi-wni-bupati-minta-dibangun-rs-di-natuna"/><item><title>Wilayahnya Jadi Tempat Observasi WNI, Bupati Minta Dibangun RS di Natuna</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2163298/wilayahnya-jadi-tempat-observasi-wni-bupati-minta-dibangun-rs-di-natuna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2163298/wilayahnya-jadi-tempat-observasi-wni-bupati-minta-dibangun-rs-di-natuna</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/337/2163298/wilayahnya-jadi-tempat-observasi-wni-bupati-minta-dibangun-rs-di-natuna-M5ycLq78Va.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/337/2163298/wilayahnya-jadi-tempat-observasi-wni-bupati-minta-dibangun-rs-di-natuna-M5ycLq78Va.jpg</image><title>Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China, dikarantina di Kepulauan Natuna. Atas hal itu, Pemkab Natuna meminta kompensasi dengan dibangun rumah sakit dengan fasilitas lengkap.
&amp;ldquo;Kami minta nanti dibangun rumah sakit yang lebih lengkap. Sekarang ini untuk mengatasi permasalahan itu kami minta dibantu peralatan yang kurang di RS kami,&amp;rdquo; kata Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Abdul mengaku sudah menyampaikan permintaan tersebut ke Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto saat bertemu di kantor Kemenko Polhukam pagi tadi.
&quot;Sekarang ini, untuk mengatasi permasalahan itu, kami minta dibantu peralatan yang kurang di RS kami itu untuk supaya segera juga diperhatikan oleh Pak Menteri Kesehatan. Jadi sudah kita bicarakan,&quot; tuturnya.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/02/04/60816/313224_medium.jpg&quot; alt=&quot;Begini Suasana Tempat Observasi WNI dari China&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Abdul menyebut aksi penolakan warganya terhadap rencana karantina di Natuna bukan karena tidak cinta terhadap WNI yang dievakuasi dari Wuhan melainkan lebih kepada kecemasan masyarakat karena fasilitas kesehatan di Natuna belum canggih.
&quot;Biasa, yang namanya orang kampung, belum pernah ada yang begitu, jadi merasa waswas,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Jokowi Ingatkan Masyarakat Tak Perlu Panik Virus Korona

Selain itu, ia meyakini, kedatangan dirinya ke Jakarta untuk bertemu pemerintah pusat dapat memberikan kesejukan terhadap masyarakat Natuna.
&amp;ldquo;Dengan kami berangkat ke Jakarta, Insya Allah masyarakat kami sudah mulai paham ini kegiatan, bagaimana dan apa yang harus dilakukan,&amp;rdquo; tutur Abdul.

Baca Juga : Menkes Terawan Yakin 3 WNI yang Tertahan di China Akan Dirawat dengan Baik

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China, dikarantina di Kepulauan Natuna. Atas hal itu, Pemkab Natuna meminta kompensasi dengan dibangun rumah sakit dengan fasilitas lengkap.
&amp;ldquo;Kami minta nanti dibangun rumah sakit yang lebih lengkap. Sekarang ini untuk mengatasi permasalahan itu kami minta dibantu peralatan yang kurang di RS kami,&amp;rdquo; kata Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Abdul mengaku sudah menyampaikan permintaan tersebut ke Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto saat bertemu di kantor Kemenko Polhukam pagi tadi.
&quot;Sekarang ini, untuk mengatasi permasalahan itu, kami minta dibantu peralatan yang kurang di RS kami itu untuk supaya segera juga diperhatikan oleh Pak Menteri Kesehatan. Jadi sudah kita bicarakan,&quot; tuturnya.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/02/04/60816/313224_medium.jpg&quot; alt=&quot;Begini Suasana Tempat Observasi WNI dari China&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Abdul menyebut aksi penolakan warganya terhadap rencana karantina di Natuna bukan karena tidak cinta terhadap WNI yang dievakuasi dari Wuhan melainkan lebih kepada kecemasan masyarakat karena fasilitas kesehatan di Natuna belum canggih.
&quot;Biasa, yang namanya orang kampung, belum pernah ada yang begitu, jadi merasa waswas,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Jokowi Ingatkan Masyarakat Tak Perlu Panik Virus Korona

Selain itu, ia meyakini, kedatangan dirinya ke Jakarta untuk bertemu pemerintah pusat dapat memberikan kesejukan terhadap masyarakat Natuna.
&amp;ldquo;Dengan kami berangkat ke Jakarta, Insya Allah masyarakat kami sudah mulai paham ini kegiatan, bagaimana dan apa yang harus dilakukan,&amp;rdquo; tutur Abdul.

Baca Juga : Menkes Terawan Yakin 3 WNI yang Tertahan di China Akan Dirawat dengan Baik

</content:encoded></item></channel></rss>
