<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virus Korona Lumpuh di Suhu 56 Derajat Celsius</title><description>Virus Korona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat Celsius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2163368/virus-korona-lumpuh-di-suhu-56-derajat-celsius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2163368/virus-korona-lumpuh-di-suhu-56-derajat-celsius"/><item><title>Virus Korona Lumpuh di Suhu 56 Derajat Celsius</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2163368/virus-korona-lumpuh-di-suhu-56-derajat-celsius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/04/337/2163368/virus-korona-lumpuh-di-suhu-56-derajat-celsius</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 21:59 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Muntinanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/337/2163368/virus-korona-lumpuh-di-suhu-56-derajat-celsius-SD13WXPG5C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/337/2163368/virus-korona-lumpuh-di-suhu-56-derajat-celsius-SD13WXPG5C.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>DEPOK - Spesialis Mikrobiologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. R. Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.D., Sp.MK(K), mengatakan, Virus Korona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat Celsius.

Virus Korona yang tak tahan panas terjadi saat mereka berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka. Jadi, Virus Korona merupakan makhluk hidup yang sensitif akan panas.

&quot;Virus secara umum, termasuk Virus Korona, merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang, baru bisa bereplikasi memperbanyak diri kalau dia sudah masuk ke dalam sel hidup,&quot; ucap Fera di RSUI Depok, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).

Dijelaskan Fera, saat Virus Korona berada di ruang terbuka, belum menjangkiti inang sel, virus tersebut masih dapat dilumpuhkan. Salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat Celsius selama 30 menit.

Baca Juga: RSUI: Virus Korona Punya Gejala Sama dengan Influenza

&amp;ldquo;Virus tersebut juga dapat dilumpuhkan dengan alkohol pada kadar tertentu dan cairan disinfektan yang mengandung klorin, hydrogen peroxide disinfectant, chloroform dan pelarut lipid. Penggunaan alkohol sebanyak 75 persen dapat digunakan untuk kulit,&quot; imbunya.

&quot;Pemanasan selama 20 menit setelah mendidih juga dapat diaplikasikan pada peralatan atau pakaian yang digunakan di daerah tempat virus tersebut berpotensi mewabah. Sterilisasi alat yang memerlukan perendaman dipanaskan hingga 100 derajat Celsius dapat dilakukan untuk peralatan kecil, mainan tertentu, botol bayi, dan lain-lain,&quot; lanjut Fera.

Selain itu, sinar ultraviolet alamiah, seperti sinar matahari dan  udara bersih yang mengalami pertukaran melalui ventilasi ruangan, juga  efektif untuk membersihkan virus, termasuk virus korona. Saat ini, Fera  mengaku belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini.

Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Walaupun  virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah  dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh. Oleh karena itu  pengobatan yang dilakukan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien  dan perawatan suportif dapat sangat efektif untuk meningkatkan daya  tahan tubuh.

&quot;Untuk mencegah penyakit termasuk penyakit akibat virus korona maupun  virus lainnya misal virus yang menyebabkan influenza masyarakat diimbau  untuk menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), antara lain  mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik,&quot;  jelasnya.

&quot;Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak  dicuci, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, penuhi  Kebutuhan nutrisi dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan  berhenti merokok bagi para perokok,&quot; jelasnya.

Penggunaan alat pelindung diri seperti masker hanya salah satu dari berbagai macam perlindungan yang tidak kalah penting.

''Dan jangan lupa, perhatikan etika saat batuk dan bersin. Tutup  mulut dan hidung dengan menggunakan tisu saat bersin atau batuk. Jika  tidak memiliki tisu, gunakan lengan dalam baju saat bersin atau batuk.  Jangan gunakan tangan untuk menutup mulut dan hidung,&quot; ungkapnya.

&quot;Jangan meludah sembarangan atau membuang dahak sembarangan Segera  buang tisu yang telah dipakai ke dalam tempat sampah. Segera bersihkan  tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau dengan cairan  antiseptik berbasis alkohol,'' paparnya.

Penanganan prosedur yang dilakukan terhadap pasien terduga mengidap  virus korona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi.  Tujuannya, katanya, agar penularan ke orang lain dapat dicegah.

&quot;Jika terduga masih menunjukan gejala awal, maka pasien akan  mendapatkan terapi suportif untuk gejalanya disertai dukungan makanan  yang sehat agar meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus  tersebut.
Jika, gejalanya hilang dan hasil telah negatif, pasien kemudian akan dipulangkan,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>DEPOK - Spesialis Mikrobiologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. R. Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.D., Sp.MK(K), mengatakan, Virus Korona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat Celsius.

Virus Korona yang tak tahan panas terjadi saat mereka berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka. Jadi, Virus Korona merupakan makhluk hidup yang sensitif akan panas.

&quot;Virus secara umum, termasuk Virus Korona, merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang, baru bisa bereplikasi memperbanyak diri kalau dia sudah masuk ke dalam sel hidup,&quot; ucap Fera di RSUI Depok, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).

Dijelaskan Fera, saat Virus Korona berada di ruang terbuka, belum menjangkiti inang sel, virus tersebut masih dapat dilumpuhkan. Salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat Celsius selama 30 menit.

Baca Juga: RSUI: Virus Korona Punya Gejala Sama dengan Influenza

&amp;ldquo;Virus tersebut juga dapat dilumpuhkan dengan alkohol pada kadar tertentu dan cairan disinfektan yang mengandung klorin, hydrogen peroxide disinfectant, chloroform dan pelarut lipid. Penggunaan alkohol sebanyak 75 persen dapat digunakan untuk kulit,&quot; imbunya.

&quot;Pemanasan selama 20 menit setelah mendidih juga dapat diaplikasikan pada peralatan atau pakaian yang digunakan di daerah tempat virus tersebut berpotensi mewabah. Sterilisasi alat yang memerlukan perendaman dipanaskan hingga 100 derajat Celsius dapat dilakukan untuk peralatan kecil, mainan tertentu, botol bayi, dan lain-lain,&quot; lanjut Fera.

Selain itu, sinar ultraviolet alamiah, seperti sinar matahari dan  udara bersih yang mengalami pertukaran melalui ventilasi ruangan, juga  efektif untuk membersihkan virus, termasuk virus korona. Saat ini, Fera  mengaku belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini.

Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Walaupun  virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah  dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh. Oleh karena itu  pengobatan yang dilakukan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien  dan perawatan suportif dapat sangat efektif untuk meningkatkan daya  tahan tubuh.

&quot;Untuk mencegah penyakit termasuk penyakit akibat virus korona maupun  virus lainnya misal virus yang menyebabkan influenza masyarakat diimbau  untuk menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), antara lain  mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik,&quot;  jelasnya.

&quot;Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak  dicuci, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, penuhi  Kebutuhan nutrisi dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan  berhenti merokok bagi para perokok,&quot; jelasnya.

Penggunaan alat pelindung diri seperti masker hanya salah satu dari berbagai macam perlindungan yang tidak kalah penting.

''Dan jangan lupa, perhatikan etika saat batuk dan bersin. Tutup  mulut dan hidung dengan menggunakan tisu saat bersin atau batuk. Jika  tidak memiliki tisu, gunakan lengan dalam baju saat bersin atau batuk.  Jangan gunakan tangan untuk menutup mulut dan hidung,&quot; ungkapnya.

&quot;Jangan meludah sembarangan atau membuang dahak sembarangan Segera  buang tisu yang telah dipakai ke dalam tempat sampah. Segera bersihkan  tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau dengan cairan  antiseptik berbasis alkohol,'' paparnya.

Penanganan prosedur yang dilakukan terhadap pasien terduga mengidap  virus korona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi.  Tujuannya, katanya, agar penularan ke orang lain dapat dicegah.

&quot;Jika terduga masih menunjukan gejala awal, maka pasien akan  mendapatkan terapi suportif untuk gejalanya disertai dukungan makanan  yang sehat agar meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus  tersebut.
Jika, gejalanya hilang dan hasil telah negatif, pasien kemudian akan dipulangkan,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
