<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Harus Kaji Lagi Terkait Rencana Pemulangan 600 WNI Eks ISIS</title><description>Pemerintah harus melakukan kajian secara utuh terkait rencana pemulangan 600 WNI bekas pengikut ISIS itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/05/337/2163459/pemerintah-harus-kaji-lagi-terkait-rencana-pemulangan-600-wni-eks-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/05/337/2163459/pemerintah-harus-kaji-lagi-terkait-rencana-pemulangan-600-wni-eks-isis"/><item><title>Pemerintah Harus Kaji Lagi Terkait Rencana Pemulangan 600 WNI Eks ISIS</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/05/337/2163459/pemerintah-harus-kaji-lagi-terkait-rencana-pemulangan-600-wni-eks-isis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/05/337/2163459/pemerintah-harus-kaji-lagi-terkait-rencana-pemulangan-600-wni-eks-isis</guid><pubDate>Rabu 05 Februari 2020 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/05/337/2163459/pemerintah-harus-kaji-lagi-terkait-rencana-pemulangan-600-wni-eks-isis-xfBnyYeKCN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masinton Pasaribu (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/05/337/2163459/pemerintah-harus-kaji-lagi-terkait-rencana-pemulangan-600-wni-eks-isis-xfBnyYeKCN.jpg</image><title>Masinton Pasaribu (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berencana memulangkan 600 warga Indonesia (WNI) bekas pengikut kelompok teroris ISIS. Kalangan Komisi III DPR RI meminta pemerintah harus hati-hati jangan sampai mereka menimbulkan masalah baru di Tanah Air nantinya.
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengungkapkan, sebelum memutuskan untuk memulangkan WNI pengikut ISIS itu, pemerintah harus betul-betul mengkaji secara mendalam dulu mengenai paham dari para WNI tersebut hingga tempat penampungannya.
&quot;Terkait adanya wacana pemulangan eks kombatan ISIS yang berasal dari Indonesia. Pemerintah harus melakukan kajian secara utuh, lengkap dan teliti atau yang lazim disebut dengan komprehensif,&quot; kata Masinton kepada Okezone di Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Menurut politikus PDIP itu, secara ideologi harus clear bahwa WNI yang dapat dikembalikan ke Indonesia nantinya adalah orang yang secara sadar sudah mengakui Pancasila sebagai dasar negara.
&quot;Taat dan tunduk pada hukum positif negara Republik Indonesia,&quot; ujar Masinton.
Kepala Bagian Penerangan Umum ivisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra sebelumnya, menyebut ada beberapa hal yang harus perhatikan dalam rencana pemulangan 600 WNI eks ISIS.
Baca juga: Pemerintah Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS di Timur Tengah
Pertama, kata Asep, Polri masih perlu berkoordinasi dengan pemerintah terkait lokasi para WNI tersebut berasal, baik di Suriah, Turki, dan Irak.
&quot;Kedua penting lagi melaksanakan verifikasi dan profiling orang-orang yang eks ISIS ini. Apakah benar yang bersangkutan merupakan warga negara Indonesia. Harus jelas track record-nya. Masih ada proses itu, memastikan sambil lihat sikap pemerintah dari sana,&quot; ucap Asep.
Kemudian, perlu dilakukan kajian strategis terhadap WNI eks ISIS tersebut untuk mengetahui apakah mereka masih terpapar. &quot;Di dalam negeri masih dilakukan kajian strategis dengan stakeholder terkait Kemlu, Kemenag, Kemensos, BIN, Polri, dan BNPT.&quot;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berencana memulangkan 600 warga Indonesia (WNI) bekas pengikut kelompok teroris ISIS. Kalangan Komisi III DPR RI meminta pemerintah harus hati-hati jangan sampai mereka menimbulkan masalah baru di Tanah Air nantinya.
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengungkapkan, sebelum memutuskan untuk memulangkan WNI pengikut ISIS itu, pemerintah harus betul-betul mengkaji secara mendalam dulu mengenai paham dari para WNI tersebut hingga tempat penampungannya.
&quot;Terkait adanya wacana pemulangan eks kombatan ISIS yang berasal dari Indonesia. Pemerintah harus melakukan kajian secara utuh, lengkap dan teliti atau yang lazim disebut dengan komprehensif,&quot; kata Masinton kepada Okezone di Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Menurut politikus PDIP itu, secara ideologi harus clear bahwa WNI yang dapat dikembalikan ke Indonesia nantinya adalah orang yang secara sadar sudah mengakui Pancasila sebagai dasar negara.
&quot;Taat dan tunduk pada hukum positif negara Republik Indonesia,&quot; ujar Masinton.
Kepala Bagian Penerangan Umum ivisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra sebelumnya, menyebut ada beberapa hal yang harus perhatikan dalam rencana pemulangan 600 WNI eks ISIS.
Baca juga: Pemerintah Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS di Timur Tengah
Pertama, kata Asep, Polri masih perlu berkoordinasi dengan pemerintah terkait lokasi para WNI tersebut berasal, baik di Suriah, Turki, dan Irak.
&quot;Kedua penting lagi melaksanakan verifikasi dan profiling orang-orang yang eks ISIS ini. Apakah benar yang bersangkutan merupakan warga negara Indonesia. Harus jelas track record-nya. Masih ada proses itu, memastikan sambil lihat sikap pemerintah dari sana,&quot; ucap Asep.
Kemudian, perlu dilakukan kajian strategis terhadap WNI eks ISIS tersebut untuk mengetahui apakah mereka masih terpapar. &quot;Di dalam negeri masih dilakukan kajian strategis dengan stakeholder terkait Kemlu, Kemenag, Kemensos, BIN, Polri, dan BNPT.&quot;
</content:encoded></item></channel></rss>
