<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantu Perangi Virus Korona, China Sampaikan Terimakasih ke Indonesia</title><description>China mengatakan bahwa bantuan itu adalah bentuk kasih sayang mendalam dari negara-negara teman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/06/18/2164468/bantu-perangi-virus-korona-china-sampaikan-terimakasih-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/06/18/2164468/bantu-perangi-virus-korona-china-sampaikan-terimakasih-ke-indonesia"/><item><title>Bantu Perangi Virus Korona, China Sampaikan Terimakasih ke Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/06/18/2164468/bantu-perangi-virus-korona-china-sampaikan-terimakasih-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/06/18/2164468/bantu-perangi-virus-korona-china-sampaikan-terimakasih-ke-indonesia</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/18/2164468/bantu-perangi-virus-korona-china-sampaikan-terimakasih-ke-indonesia-as2o4XFsnU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/18/2164468/bantu-perangi-virus-korona-china-sampaikan-terimakasih-ke-indonesia-as2o4XFsnU.jpg</image><title>Foto: Okezone.</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; Pemerintah China menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan Indonesia, dan beberapa negara lainnya dalam upaya menanggulangi wabah virus korona yang telah menyebar sejak akhir tahun lalu. Berdasarkan laporan terakhir Komisi Kesehatan China, (NHC) hingga 6 Februari 2020 telah terkonfirmasi lebih dari 28.000 kasus infeksi virus korona dengan sedikitnya 563 korban meninggal dunia.
Dalam briefing media pada Rabu, 5 Februari 2020, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Hua Chunying mengatakan bahwa sementara negaranya utamanya mengandalkan kemampuan sendiri dalam menghadapi wabah tersebut, RRT juga menyambut baik dukungan dari dunia internasional.
BACA JUGA: Korban Tewas Virus Korona di China Tembus 563
Dia menambahkan bahwa pemerintah dari 21 negara, yaitu Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Kazakhstan, Pakistan, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Hongaria, Belarus, Turki, Iran , Uni Emirat Arab, Aljazair, Mesir, Australia, Selandia Baru, Trinidad dan Tobago, serta organisasi internasional, UNICEF, telah menyumbangkan bantuan berupa pasokan pencegahan dan pengendalian epidemi kepada China.
Beberapa negara lain juga telah menawarkan bantuan kepada RRT dalam berbagai bentuk dan cara.
BACA JUGA: Dubes China: Wabah Virus Korona Adalah Musuh Komunitas Manusia
&amp;ldquo;Sumbangan itu merupakan bentuk belas kasih mereka yang mendalam. Teman di saat membutuhkan adalah teman yang sebenarnya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka semua,&amp;rdquo; tambah Hua.
China telah menyatakan keprihatinannya akan yang terlalu restriktif yang diambil beberapa negara dalam menghadapi ancaman wabah virus korona, termasuk dengan melarang warga China atau orang-orang yang baru datang dari China masuk ke wilayah negara mereka.Hua meminta negara-negara terkait untuk menghormati rekomendasi WHO  agar langkah-langkah yang diambil tidak mengganggu perjalanan dan  perdagangan internasional. Dia juga meminta semua negara untuk memerangi  penyebaran isu yang menyebabkan kepanikan.
&amp;ldquo;Panik lebih mematikan dan menular daripada virus apa pun. Semua  respons terhadap epidemi harus didasarkan pada sains alih-alih rasa  takut,&amp;rdquo; kata Hua.
&amp;ldquo;Di era global, semua kepentingan dan masa depan semua negara saling  terkait. Dalam menghadapi krisis kesehatan publik, semua negara harus  bersatu dan mengatasi kesulitan dengan solidaritas untuk melindungi  kepentingan bersama semua orang,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; Pemerintah China menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan Indonesia, dan beberapa negara lainnya dalam upaya menanggulangi wabah virus korona yang telah menyebar sejak akhir tahun lalu. Berdasarkan laporan terakhir Komisi Kesehatan China, (NHC) hingga 6 Februari 2020 telah terkonfirmasi lebih dari 28.000 kasus infeksi virus korona dengan sedikitnya 563 korban meninggal dunia.
Dalam briefing media pada Rabu, 5 Februari 2020, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Hua Chunying mengatakan bahwa sementara negaranya utamanya mengandalkan kemampuan sendiri dalam menghadapi wabah tersebut, RRT juga menyambut baik dukungan dari dunia internasional.
BACA JUGA: Korban Tewas Virus Korona di China Tembus 563
Dia menambahkan bahwa pemerintah dari 21 negara, yaitu Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Kazakhstan, Pakistan, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Hongaria, Belarus, Turki, Iran , Uni Emirat Arab, Aljazair, Mesir, Australia, Selandia Baru, Trinidad dan Tobago, serta organisasi internasional, UNICEF, telah menyumbangkan bantuan berupa pasokan pencegahan dan pengendalian epidemi kepada China.
Beberapa negara lain juga telah menawarkan bantuan kepada RRT dalam berbagai bentuk dan cara.
BACA JUGA: Dubes China: Wabah Virus Korona Adalah Musuh Komunitas Manusia
&amp;ldquo;Sumbangan itu merupakan bentuk belas kasih mereka yang mendalam. Teman di saat membutuhkan adalah teman yang sebenarnya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka semua,&amp;rdquo; tambah Hua.
China telah menyatakan keprihatinannya akan yang terlalu restriktif yang diambil beberapa negara dalam menghadapi ancaman wabah virus korona, termasuk dengan melarang warga China atau orang-orang yang baru datang dari China masuk ke wilayah negara mereka.Hua meminta negara-negara terkait untuk menghormati rekomendasi WHO  agar langkah-langkah yang diambil tidak mengganggu perjalanan dan  perdagangan internasional. Dia juga meminta semua negara untuk memerangi  penyebaran isu yang menyebabkan kepanikan.
&amp;ldquo;Panik lebih mematikan dan menular daripada virus apa pun. Semua  respons terhadap epidemi harus didasarkan pada sains alih-alih rasa  takut,&amp;rdquo; kata Hua.
&amp;ldquo;Di era global, semua kepentingan dan masa depan semua negara saling  terkait. Dalam menghadapi krisis kesehatan publik, semua negara harus  bersatu dan mengatasi kesulitan dengan solidaritas untuk melindungi  kepentingan bersama semua orang,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
