<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benarkah Virus Korona Berasal dari Kelelawar atau Hewan Lainnya?</title><description>PMI menjelaskan terkait penyebaran virus korona hingga negara-negara yang terjangkit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/06/337/2164007/benarkah-virus-korona-berasal-dari-kelelawar-atau-hewan-lainnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/06/337/2164007/benarkah-virus-korona-berasal-dari-kelelawar-atau-hewan-lainnya"/><item><title>Benarkah Virus Korona Berasal dari Kelelawar atau Hewan Lainnya?</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/06/337/2164007/benarkah-virus-korona-berasal-dari-kelelawar-atau-hewan-lainnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/06/337/2164007/benarkah-virus-korona-berasal-dari-kelelawar-atau-hewan-lainnya</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 00:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/337/2164007/benarkah-virus-korona-berasal-dari-kelelawar-atau-hewan-lainnya-3ygzxll9Dz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/337/2164007/benarkah-virus-korona-berasal-dari-kelelawar-atau-hewan-lainnya-3ygzxll9Dz.jpg</image><title>Ilustrasi antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Palang Merah Indonesia (PMI) menjawab pertanyaan yang banyak dilontarkan masyarakat terkait virus korona. Penjelasan yang diberikan tidak terlepas dari pedoman Kementerian Kesehatan dan dimaksudkan untuk memberi rasa tenang kepada masyarakat.
Seperti adanya pertanyaan benarkah virus korona jenis baru (novel coronavirus/2019-nCov) berasal dari kelelawar atau hewan lainnya?
Dijelaskan, sampai saat ini hewan penular 2019-nCoV belum diketahui. Akan tetapi dicurigai penularan dari hewan liar yang ada di Pasar Hewan Huanan, Wuhan. &quot;Reservoir penular SARS-Cov juga dicurigai berasal dari hewan liar seperti luwak dan kelalawar,&quot; ungkap PMI dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Rabu 5 Februari 2020.
Lalu bisakah manusia terinfeksi virus korona dari hewan? PMI menyatakan WHO terus memantau situasi untuk mengidentifikasi bagaimana orang-orang terpapar. Saat ini tidak ada bukti langsung bahwa kasus manusia terpapar melalui kontak langsung dengan hewan karena hewan penularnya belum diketahui.
Kemudian terkait vaksin atau obat untuk virus korona, PMI mengungkapkan bahwa belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini. Butuh beberapa tahun untuk mrngembangkan vaksin baru.
&quot;Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Oleh karena itu pengobatan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif dapat sangat efektif,&quot; terangnya.
Selanjutnya mengenai jumlah orang yang terinfeksi virus korona dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya? PMI menjelaskan bahwa WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang virus korona. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui Info Coronavirus WHO Online atau Arsip Berita Update Coronavirus.Sementara terkait seberapa luas penyebaran virus korona, tidak diketahui secara pasti. Oleh karena itu, imbau PMI, tetap waspadai kasus infeksi pernapasan akut yang parah (Severe Acute Respiratory Infection-SARI).
&quot;Adapun negara yang terkonfirmasi coronavirus: China, Thailand, Hong Kong, Japan, Singapura, Australia, Taiwan, Malaysia, Makau, Korea Selatan, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Uni Emirat Arab, Kanada, Italia,Vietnam, Kamboja, Finlandia, India, Nepal, Filipina, dan Sri Lanka,&quot; paparnya.
Lalu apakah petugas kesehatan berisiko terkena virus korona? PMI menerangkan bahwa petugas kesehatan lebih sering melakukan kontak dengan pasien dengan berbagai jenis penyakit menular, sehingga cukup rentan tertular berbagai jenis penyakit. Oleh karena itu, mereka secara konsisten harus selalu menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien.
PMI melanjutkan, SARS adalah virus korona yang diidentifikasi pada 2003 dan termasuk keluarga besar virus yang sama dengan novel coronavirus. &quot;Gejalanya mirip dengan infeksi 2019-nCoV, namun SARS lebih berat.&quot;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Palang Merah Indonesia (PMI) menjawab pertanyaan yang banyak dilontarkan masyarakat terkait virus korona. Penjelasan yang diberikan tidak terlepas dari pedoman Kementerian Kesehatan dan dimaksudkan untuk memberi rasa tenang kepada masyarakat.
Seperti adanya pertanyaan benarkah virus korona jenis baru (novel coronavirus/2019-nCov) berasal dari kelelawar atau hewan lainnya?
Dijelaskan, sampai saat ini hewan penular 2019-nCoV belum diketahui. Akan tetapi dicurigai penularan dari hewan liar yang ada di Pasar Hewan Huanan, Wuhan. &quot;Reservoir penular SARS-Cov juga dicurigai berasal dari hewan liar seperti luwak dan kelalawar,&quot; ungkap PMI dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Rabu 5 Februari 2020.
Lalu bisakah manusia terinfeksi virus korona dari hewan? PMI menyatakan WHO terus memantau situasi untuk mengidentifikasi bagaimana orang-orang terpapar. Saat ini tidak ada bukti langsung bahwa kasus manusia terpapar melalui kontak langsung dengan hewan karena hewan penularnya belum diketahui.
Kemudian terkait vaksin atau obat untuk virus korona, PMI mengungkapkan bahwa belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini. Butuh beberapa tahun untuk mrngembangkan vaksin baru.
&quot;Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Oleh karena itu pengobatan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif dapat sangat efektif,&quot; terangnya.
Selanjutnya mengenai jumlah orang yang terinfeksi virus korona dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya? PMI menjelaskan bahwa WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang virus korona. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui Info Coronavirus WHO Online atau Arsip Berita Update Coronavirus.Sementara terkait seberapa luas penyebaran virus korona, tidak diketahui secara pasti. Oleh karena itu, imbau PMI, tetap waspadai kasus infeksi pernapasan akut yang parah (Severe Acute Respiratory Infection-SARI).
&quot;Adapun negara yang terkonfirmasi coronavirus: China, Thailand, Hong Kong, Japan, Singapura, Australia, Taiwan, Malaysia, Makau, Korea Selatan, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Uni Emirat Arab, Kanada, Italia,Vietnam, Kamboja, Finlandia, India, Nepal, Filipina, dan Sri Lanka,&quot; paparnya.
Lalu apakah petugas kesehatan berisiko terkena virus korona? PMI menerangkan bahwa petugas kesehatan lebih sering melakukan kontak dengan pasien dengan berbagai jenis penyakit menular, sehingga cukup rentan tertular berbagai jenis penyakit. Oleh karena itu, mereka secara konsisten harus selalu menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien.
PMI melanjutkan, SARS adalah virus korona yang diidentifikasi pada 2003 dan termasuk keluarga besar virus yang sama dengan novel coronavirus. &quot;Gejalanya mirip dengan infeksi 2019-nCoV, namun SARS lebih berat.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
