<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deretan Seni Pertunjukan Tradisional Indonesia, Ada yang Sudah Mendunia</title><description>Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya dan tradisinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/06/337/2164354/deretan-seni-pertunjukan-tradisional-indonesia-ada-yang-sudah-mendunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/06/337/2164354/deretan-seni-pertunjukan-tradisional-indonesia-ada-yang-sudah-mendunia"/><item><title>Deretan Seni Pertunjukan Tradisional Indonesia, Ada yang Sudah Mendunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/06/337/2164354/deretan-seni-pertunjukan-tradisional-indonesia-ada-yang-sudah-mendunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/06/337/2164354/deretan-seni-pertunjukan-tradisional-indonesia-ada-yang-sudah-mendunia</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Alifa Muthia Diningtyas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/337/2164354/deretan-seni-pertunjukan-tradisional-indonesia-ada-yang-sudah-mendunia-76rKjuXOq1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/337/2164354/deretan-seni-pertunjukan-tradisional-indonesia-ada-yang-sudah-mendunia-76rKjuXOq1.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya dan tradisinya. Beberapa diantaranya adalah tradisi yang bersifat seni pertunjukan dan berkembang di Nusantara.

Berikut beberapa seni pertunjukan tradisional di Indonesia yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Kecak



Kecak adalah salah satu pertunjukan seni asal pulau dewata, Bali. Pertunjukan ini sudah ada sejak tahun 1930 dan kini sudah dikenali oleh banyak orang bahkan hingga ranah internasional.

Pertunjukan Kecak dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk melingkar dan berpakaian kotak-kotak seperti papan catur yang melingkar di sekitar pinggang.

Kecak tidak memerlukan iringan alat musik, karena para penari menyerukan &amp;ldquo;cak&amp;rdquo; dalam tarian tersebut dan menggerakkan tangan dan lengan mereka untuk menggambarkan perang dalam kisah Ramayana melawan Rahmana yang dibantu oleh pasukan kera.

2. Ketoprak



Ketoprak adalah sebuah seni pertunjukan drama tradisional yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah dan berkembang di Yogyakarta. Pada awal kemunculannya, ketoprak diiringin dengan lesung (tempat menumbuk padi) yang dipukul secara berirama sebagai iringannya. Lambat laun, pertunjukan ketoprak diiringi dengan gamelan jawa.

Tema ceita yang diambil bisasanya dari kehidupan para petani, cerita-cerita legenda, dan kisah-kisah fiksi yang disajikan dalam bahasa Jawa.

3. Kuda Lumping



Kuda Lumping juga biasa disebut jaran kepang atau jathilan adalah seni pertunjukan yang dimainkan oleh sekelompok orang berpaiakan prajurit dengan menunggangi kuda.

Namun, bukan kuda sungguhan, melainkan anyaman dari bambu yang dibentuk menyerupai kuda yang dihiasi dengan rambut tiruan dari tali plastik.

Tidak hanya menyuguhkan tarian saja, tradisi ini juga menunjukkan atraksi kesurupan, kekebalan seperti makan beling. dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.

4. Lenong

Leneong adalah teater tradisional asal Jakarta yang dibawakan dalam  dialek Betawi. Dalam pertunjukannya, Lenong diiringi dengan musik  gambang kromon yang terdiri dari gambang, kromong, gong, kendang,  suling, dan kecrekan. Tema cerita yang ditampilkan biasanya kehidupan  sehari-hari yang mengandung pesan moral.



Pertunjukan Lenong dimainkan di atas panggung yang berlatarkan tema  cerita yang akan ditampilkan. Pemain Lenong yang laki-laki disebut  Panjak, sedangkan yang perempuan disebut Ronggeng. Jumlah pemain dalam  pertunjukan Lenong tidak terbatas, tergantung peran yang dibutuhkan.

5. Ludruk

Jika masyarakat Jawa Tengah memiliki ketoprak sebagai seni  pertunjukaannya, masyarakat Jawa Timur pun memiliki seni pertunjukaan  yagn serupa bernama Ludruk. Dalam pertunjukkanya, Ludruk menampilkan  cerita tentang kehidupan sehari-hari yang deselingi denga lawakan dan  diiringi dengan gamelan sebagai musiknya.

Ludruk memiliki daya tarik tersendiri karena disampaikan dengan bahsa  yang lugas sehingga mudah dimengerti oleh orang. Biasanya Ludruk  diawali dengan Tari Remo.

6. Makyong



Makyong adalah salah satu jenis kesenian melayu yang menggabungkan  unsur-unsur ritual, tari, nyanyi, dan musik dalam pementasannya. Kata  Yong atau Yang merupakan variasi dari Hilang. Mak adalah roh ibu bagi  masyarakat melayu sebelum kedatangan Islam.

Roh Ibu yang diopercayai sebagai pengaruh besar atas penanaman padi.  Maka dari itu, Makyong diadakan orang desa di pematang sawah saat panen  tiba.

Di Kepulauan Riau, Makyong dibawakan oleh kelompok penari dan  pemusik. Dalam pertunjukkannya Makyong menampilkan cerita-cerita warisan  yang diperoleh dari para tukang cerita secara lisan, seperti kisah  hidup seorang raja, permaisuri, tuan putri, perjuangan putri mahkota  yang terkena musibah, dan berakhir dengan kemenangan.

7. Mamanda

Mamanda adalah seni pertunjukan teater tradisional yang berasal dari   Kalimantan Selatan. Alur ceritanya gampang disesuaikan dengan keadaan   sehingga cocok untuk ditampilkan dalam berbagai perayaan seperti pesta   perkawinan, panen, maupun hari-hari besar lainnya. Pada masa kerajaan   Banjar, kesenian Mamanda sangat populer.

Tradisi cerita dalam Mamanda, selalu menghadirkan tokoh tetap seperti   sultan, panglima perang, perdana menteri, permaisuri, puteri raja,   pangeran, pengawal kerajaan, jin, perampok, dan orang kampung.

Nuansa cerita seputar kerajaan inilah yang menjadi ciri khas dari   Mamanda.Kadang-kadang mamanda juga diselingi dengan lagu-lagu keroncong,   atau irama melayu dari penyanyi dan grup orkes yang menyertai   pementasannya.

8. Reog



Reog adalah tarian tradisional yang berasal dari Jawa Timur tepatnya   di Ponorogo. Pertunjukan Reog diadakan di arena terbuka yang berfungsi    sebagai hiburan rakyat yang  mengandung unsur magis.

Penari utamanya adalah orang berkepala singa dengan hiasan bulu merak, ditambah beberapa penari bertopeng dan berkuda lumping.

Topeng berbentuk kepala singa itu dikenal sebagai &quot;Singa Barong&quot;,   raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya   ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang   menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas   segala gerak-geriknya.

Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat   kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

9. Tanjidor

Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi, Jakarta yang berbentuk orkes.    Tanjidor dirintis oleh Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan    nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup pada abad ke-19.

Alat-alat musik yang digunakan yaitu klarinet, piston, trombon,    saksofon tenor, saksofon bas, drum, simbal, dan tambur. Grup musik    Tanjidor biasanya terdiri dari 7-10 orang.

Sekarang ini, musik Tanjidor lebih sering dipertunjukkan untuk    mengarak pengantin dan menyambut tamu agung. Sementara zaman dahulu,    para seniman Tanjidor menggantungkan alat-alat musik Tanjidor di    rumahnya saat musim bercocok tanam.

10. Wayang



Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat    di Pulau Jawa. Pertunjukan ini juga populer di beberapa daerah yang   juga  memiliki budaya wayang.

Pada 7 November 2003, UNESCO menetapkan wayang sebagai pertunjukan    bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia    yang tak ternilai dalam seni bertutur.

Wayang diperkirakan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun,    kegeniusan lokal dan kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu    dan memberi warna tersendiri pada seni pertunjukan wayang. Saat ini    tedapat tiga jenis wayang yang sangat terkenal yaitu wayang kulit,    wayang orang, dan wayang golek.
</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya dan tradisinya. Beberapa diantaranya adalah tradisi yang bersifat seni pertunjukan dan berkembang di Nusantara.

Berikut beberapa seni pertunjukan tradisional di Indonesia yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Kecak



Kecak adalah salah satu pertunjukan seni asal pulau dewata, Bali. Pertunjukan ini sudah ada sejak tahun 1930 dan kini sudah dikenali oleh banyak orang bahkan hingga ranah internasional.

Pertunjukan Kecak dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk melingkar dan berpakaian kotak-kotak seperti papan catur yang melingkar di sekitar pinggang.

Kecak tidak memerlukan iringan alat musik, karena para penari menyerukan &amp;ldquo;cak&amp;rdquo; dalam tarian tersebut dan menggerakkan tangan dan lengan mereka untuk menggambarkan perang dalam kisah Ramayana melawan Rahmana yang dibantu oleh pasukan kera.

2. Ketoprak



Ketoprak adalah sebuah seni pertunjukan drama tradisional yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah dan berkembang di Yogyakarta. Pada awal kemunculannya, ketoprak diiringin dengan lesung (tempat menumbuk padi) yang dipukul secara berirama sebagai iringannya. Lambat laun, pertunjukan ketoprak diiringi dengan gamelan jawa.

Tema ceita yang diambil bisasanya dari kehidupan para petani, cerita-cerita legenda, dan kisah-kisah fiksi yang disajikan dalam bahasa Jawa.

3. Kuda Lumping



Kuda Lumping juga biasa disebut jaran kepang atau jathilan adalah seni pertunjukan yang dimainkan oleh sekelompok orang berpaiakan prajurit dengan menunggangi kuda.

Namun, bukan kuda sungguhan, melainkan anyaman dari bambu yang dibentuk menyerupai kuda yang dihiasi dengan rambut tiruan dari tali plastik.

Tidak hanya menyuguhkan tarian saja, tradisi ini juga menunjukkan atraksi kesurupan, kekebalan seperti makan beling. dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.

4. Lenong

Leneong adalah teater tradisional asal Jakarta yang dibawakan dalam  dialek Betawi. Dalam pertunjukannya, Lenong diiringi dengan musik  gambang kromon yang terdiri dari gambang, kromong, gong, kendang,  suling, dan kecrekan. Tema cerita yang ditampilkan biasanya kehidupan  sehari-hari yang mengandung pesan moral.



Pertunjukan Lenong dimainkan di atas panggung yang berlatarkan tema  cerita yang akan ditampilkan. Pemain Lenong yang laki-laki disebut  Panjak, sedangkan yang perempuan disebut Ronggeng. Jumlah pemain dalam  pertunjukan Lenong tidak terbatas, tergantung peran yang dibutuhkan.

5. Ludruk

Jika masyarakat Jawa Tengah memiliki ketoprak sebagai seni  pertunjukaannya, masyarakat Jawa Timur pun memiliki seni pertunjukaan  yagn serupa bernama Ludruk. Dalam pertunjukkanya, Ludruk menampilkan  cerita tentang kehidupan sehari-hari yang deselingi denga lawakan dan  diiringi dengan gamelan sebagai musiknya.

Ludruk memiliki daya tarik tersendiri karena disampaikan dengan bahsa  yang lugas sehingga mudah dimengerti oleh orang. Biasanya Ludruk  diawali dengan Tari Remo.

6. Makyong



Makyong adalah salah satu jenis kesenian melayu yang menggabungkan  unsur-unsur ritual, tari, nyanyi, dan musik dalam pementasannya. Kata  Yong atau Yang merupakan variasi dari Hilang. Mak adalah roh ibu bagi  masyarakat melayu sebelum kedatangan Islam.

Roh Ibu yang diopercayai sebagai pengaruh besar atas penanaman padi.  Maka dari itu, Makyong diadakan orang desa di pematang sawah saat panen  tiba.

Di Kepulauan Riau, Makyong dibawakan oleh kelompok penari dan  pemusik. Dalam pertunjukkannya Makyong menampilkan cerita-cerita warisan  yang diperoleh dari para tukang cerita secara lisan, seperti kisah  hidup seorang raja, permaisuri, tuan putri, perjuangan putri mahkota  yang terkena musibah, dan berakhir dengan kemenangan.

7. Mamanda

Mamanda adalah seni pertunjukan teater tradisional yang berasal dari   Kalimantan Selatan. Alur ceritanya gampang disesuaikan dengan keadaan   sehingga cocok untuk ditampilkan dalam berbagai perayaan seperti pesta   perkawinan, panen, maupun hari-hari besar lainnya. Pada masa kerajaan   Banjar, kesenian Mamanda sangat populer.

Tradisi cerita dalam Mamanda, selalu menghadirkan tokoh tetap seperti   sultan, panglima perang, perdana menteri, permaisuri, puteri raja,   pangeran, pengawal kerajaan, jin, perampok, dan orang kampung.

Nuansa cerita seputar kerajaan inilah yang menjadi ciri khas dari   Mamanda.Kadang-kadang mamanda juga diselingi dengan lagu-lagu keroncong,   atau irama melayu dari penyanyi dan grup orkes yang menyertai   pementasannya.

8. Reog



Reog adalah tarian tradisional yang berasal dari Jawa Timur tepatnya   di Ponorogo. Pertunjukan Reog diadakan di arena terbuka yang berfungsi    sebagai hiburan rakyat yang  mengandung unsur magis.

Penari utamanya adalah orang berkepala singa dengan hiasan bulu merak, ditambah beberapa penari bertopeng dan berkuda lumping.

Topeng berbentuk kepala singa itu dikenal sebagai &quot;Singa Barong&quot;,   raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya   ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang   menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas   segala gerak-geriknya.

Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat   kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

9. Tanjidor

Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi, Jakarta yang berbentuk orkes.    Tanjidor dirintis oleh Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan    nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup pada abad ke-19.

Alat-alat musik yang digunakan yaitu klarinet, piston, trombon,    saksofon tenor, saksofon bas, drum, simbal, dan tambur. Grup musik    Tanjidor biasanya terdiri dari 7-10 orang.

Sekarang ini, musik Tanjidor lebih sering dipertunjukkan untuk    mengarak pengantin dan menyambut tamu agung. Sementara zaman dahulu,    para seniman Tanjidor menggantungkan alat-alat musik Tanjidor di    rumahnya saat musim bercocok tanam.

10. Wayang



Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat    di Pulau Jawa. Pertunjukan ini juga populer di beberapa daerah yang   juga  memiliki budaya wayang.

Pada 7 November 2003, UNESCO menetapkan wayang sebagai pertunjukan    bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia    yang tak ternilai dalam seni bertutur.

Wayang diperkirakan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun,    kegeniusan lokal dan kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu    dan memberi warna tersendiri pada seni pertunjukan wayang. Saat ini    tedapat tiga jenis wayang yang sangat terkenal yaitu wayang kulit,    wayang orang, dan wayang golek.
</content:encoded></item></channel></rss>
