<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggul Jebol dan Pendangkalan Sungai Jadi &quot;Biang Kerok&quot; Cirebon Sering Dilanda Banjir</title><description>Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa aliran sungai di Kabupaten Cirebon meluap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/06/525/2164583/tanggul-jebol-dan-pendangkalan-sungai-jadi-biang-kerok-cirebon-sering-dilanda-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/06/525/2164583/tanggul-jebol-dan-pendangkalan-sungai-jadi-biang-kerok-cirebon-sering-dilanda-banjir"/><item><title>Tanggul Jebol dan Pendangkalan Sungai Jadi &quot;Biang Kerok&quot; Cirebon Sering Dilanda Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/06/525/2164583/tanggul-jebol-dan-pendangkalan-sungai-jadi-biang-kerok-cirebon-sering-dilanda-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/06/525/2164583/tanggul-jebol-dan-pendangkalan-sungai-jadi-biang-kerok-cirebon-sering-dilanda-banjir</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 21:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fathnur Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/525/2164583/tanggul-jebol-dan-pendangkalan-sungai-jadi-biang-kerok-cirebon-sering-dilanda-banjir-2HL9gBOfyb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir terjang Cirebon, warga mengungsi (Foto: Okezone/Fathnur)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/525/2164583/tanggul-jebol-dan-pendangkalan-sungai-jadi-biang-kerok-cirebon-sering-dilanda-banjir-2HL9gBOfyb.jpg</image><title>Banjir terjang Cirebon, warga mengungsi (Foto: Okezone/Fathnur)</title></images><description>CIREBON - Empat kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa aliran sungai di Kabupaten Cirebon meluap.

Dari data yang dihimpun Okezone, sejak bulan Januari sampai awal bulan Februari 2020, banjir kerap melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Cirebon.

Beberapa diantaranya seperti banjir di Desa Gamel pada 21 Januari 2020 lalu, serta banjir di Desa Kalimekar dan Desa Gebangudik pada 3 Februari 2020 kemarin.

Baca Juga: Banjir Landa Cirebon, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Dijelaskan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, selain curah hujan tinggi, salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Cirebon belakangan ini, karena tanggul-tanggul di aliran sungai Kabupaten Cirebon jebol.

Menurut Dadang, tanggul-tanggul tersebut mudah jebol lantaran usianya sudah tua. Jadi, ketika debit air meningkat, tanggul-tanggul itu tidak mampu menahan air, sehingga air kemudian meluap.

&quot;Tanggul-tanggul di seputaran sungai ini sudah berumur tua dan tidak kuat menampung luapan air yang banyak,&quot; ujar Dadang saat berbincang dengan Okezone, Kamis (6/2/2020).



Lebih lanjut Dadang mengungkapkan, beberapa sungai di Kabupaten Cirebon sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan. Salah satu penyebabnya adalah kebiasan masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.

Diterangkan Dadang, dari pendangkalan dan penyempitan itu, sungai-sungai di Kabupaten Cirebon tidak bisa menampung volume air, seumpama hujan deras turun di wilayah Kabupaten Cirebon.

Akibatnya tanggul tidak mampu menahan dan air akan meluap. Kemudian luapan air itu merendam pemukiman warga di sekitar bantaran sungai.

&quot;Cirebon itu muaranya. Meski di Cirebon hujan kecil, tapi di hulunya, di Majalengka dan Kuningan jika hujan deras, kita akan kena dampaknya. Semua air akan mengalir ke sini. Sungai di sini tidak mampu menampung air karena sudah terjadi pendangkalan dan penyempitan,&quot; kata Dadang.

Upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon Menanggulangi Banjir

Masih dikatakan Dadang, guna menanggulangi dan mengantisipasi  terjadinya banjir susulan, BPBD Kabupaten Cirebon sudah berkomunikasi  dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeliharaan  sungai di Kabupaten Cirebon, yakni BBWS Cimanuk-Cisanggarung.

Dalam prosesnya, BPBD Kabupaten Cirebon  melakukan diskusi dengan  BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk mencari solusi kongkrit mencegah bencana  banjir. Selain itu Pemda Kabupaten Cirebon juga sudah melakukan rapat  dengan dinas-dinas terkait untuk membicarakan hal serupa.

&quot;Kami sudah bicarakan dengan BBWS. Kira-kira apa yang bisa diperbuat.  Pemda juga siap bekerjasama dengan BBWS. Kadis PUPR hari ini sudah  keliling mengecek tanggul-tanggul yang jebol,&quot; jelas Dadang.

Dadang menyampaikan, saat ini sebagian tanggul-tanggul sungai di  Kabupaten Cirebon sudah diperbaiki sementara. Perbaikan ini dilakukan  dengan cara memasang bronjong yang ditutupi oleh karung pasir. Kemudian  di bagian sampingnya dipasangi bambu.

Disebutkan Dadang, pihaknya dan Pemda Kabupaten Cirebon tidak bisa  melakukan pengerukan sungai dan memperbaiki tanggul secara permanen.  Mengingat, kewenangan itu dimiliki oleh BBWS Cimanuk-Cisanggarung.

Dadang sendiri berharap, masyarakat Kabupaten Cirebon ikut  berpartisipasi mencegah bencana banjir. Masyarakat bisa menjaga  lingkungan sekitar dengan cara tidak membuang sampah di selokan dan di  aliran sungai.

&quot;Kita bisa rajeg dengan bambu, atau pakai bronjong terus ditutupi  karung pasir. Kita hanya bisa melakukan perbaikan sementara. Kalau  perbaikan secara permanen itu bukan wilayah kami,&quot; ucap Dadang.

</description><content:encoded>CIREBON - Empat kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa aliran sungai di Kabupaten Cirebon meluap.

Dari data yang dihimpun Okezone, sejak bulan Januari sampai awal bulan Februari 2020, banjir kerap melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Cirebon.

Beberapa diantaranya seperti banjir di Desa Gamel pada 21 Januari 2020 lalu, serta banjir di Desa Kalimekar dan Desa Gebangudik pada 3 Februari 2020 kemarin.

Baca Juga: Banjir Landa Cirebon, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Dijelaskan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, selain curah hujan tinggi, salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Cirebon belakangan ini, karena tanggul-tanggul di aliran sungai Kabupaten Cirebon jebol.

Menurut Dadang, tanggul-tanggul tersebut mudah jebol lantaran usianya sudah tua. Jadi, ketika debit air meningkat, tanggul-tanggul itu tidak mampu menahan air, sehingga air kemudian meluap.

&quot;Tanggul-tanggul di seputaran sungai ini sudah berumur tua dan tidak kuat menampung luapan air yang banyak,&quot; ujar Dadang saat berbincang dengan Okezone, Kamis (6/2/2020).



Lebih lanjut Dadang mengungkapkan, beberapa sungai di Kabupaten Cirebon sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan. Salah satu penyebabnya adalah kebiasan masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.

Diterangkan Dadang, dari pendangkalan dan penyempitan itu, sungai-sungai di Kabupaten Cirebon tidak bisa menampung volume air, seumpama hujan deras turun di wilayah Kabupaten Cirebon.

Akibatnya tanggul tidak mampu menahan dan air akan meluap. Kemudian luapan air itu merendam pemukiman warga di sekitar bantaran sungai.

&quot;Cirebon itu muaranya. Meski di Cirebon hujan kecil, tapi di hulunya, di Majalengka dan Kuningan jika hujan deras, kita akan kena dampaknya. Semua air akan mengalir ke sini. Sungai di sini tidak mampu menampung air karena sudah terjadi pendangkalan dan penyempitan,&quot; kata Dadang.

Upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon Menanggulangi Banjir

Masih dikatakan Dadang, guna menanggulangi dan mengantisipasi  terjadinya banjir susulan, BPBD Kabupaten Cirebon sudah berkomunikasi  dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeliharaan  sungai di Kabupaten Cirebon, yakni BBWS Cimanuk-Cisanggarung.

Dalam prosesnya, BPBD Kabupaten Cirebon  melakukan diskusi dengan  BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk mencari solusi kongkrit mencegah bencana  banjir. Selain itu Pemda Kabupaten Cirebon juga sudah melakukan rapat  dengan dinas-dinas terkait untuk membicarakan hal serupa.

&quot;Kami sudah bicarakan dengan BBWS. Kira-kira apa yang bisa diperbuat.  Pemda juga siap bekerjasama dengan BBWS. Kadis PUPR hari ini sudah  keliling mengecek tanggul-tanggul yang jebol,&quot; jelas Dadang.

Dadang menyampaikan, saat ini sebagian tanggul-tanggul sungai di  Kabupaten Cirebon sudah diperbaiki sementara. Perbaikan ini dilakukan  dengan cara memasang bronjong yang ditutupi oleh karung pasir. Kemudian  di bagian sampingnya dipasangi bambu.

Disebutkan Dadang, pihaknya dan Pemda Kabupaten Cirebon tidak bisa  melakukan pengerukan sungai dan memperbaiki tanggul secara permanen.  Mengingat, kewenangan itu dimiliki oleh BBWS Cimanuk-Cisanggarung.

Dadang sendiri berharap, masyarakat Kabupaten Cirebon ikut  berpartisipasi mencegah bencana banjir. Masyarakat bisa menjaga  lingkungan sekitar dengan cara tidak membuang sampah di selokan dan di  aliran sungai.

&quot;Kita bisa rajeg dengan bambu, atau pakai bronjong terus ditutupi  karung pasir. Kita hanya bisa melakukan perbaikan sementara. Kalau  perbaikan secara permanen itu bukan wilayah kami,&quot; ucap Dadang.

</content:encoded></item></channel></rss>
