<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kematian Dokter Pertama yang Peringatkan Bahaya Virus Korona Picu Kemarahan di China</title><description>Meninggalnya Dr. Li membuat banyak warga China kehilangan kepercayaan pada pemerintahnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/07/18/2164994/kematian-dokter-pertama-yang-peringatkan-bahaya-virus-korona-picu-kemarahan-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/07/18/2164994/kematian-dokter-pertama-yang-peringatkan-bahaya-virus-korona-picu-kemarahan-di-china"/><item><title>Kematian Dokter Pertama yang Peringatkan Bahaya Virus Korona Picu Kemarahan di China</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/07/18/2164994/kematian-dokter-pertama-yang-peringatkan-bahaya-virus-korona-picu-kemarahan-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/07/18/2164994/kematian-dokter-pertama-yang-peringatkan-bahaya-virus-korona-picu-kemarahan-di-china</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2020 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/07/18/2164994/kematian-dokter-pertama-yang-peringatkan-bahaya-virus-korona-picu-kemarahan-di-china-BESz9xwYsI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Li Wenliang. (Foto: Weibo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/07/18/2164994/kematian-dokter-pertama-yang-peringatkan-bahaya-virus-korona-picu-kemarahan-di-china-BESz9xwYsI.jpg</image><title>Li Wenliang. (Foto: Weibo)</title></images><description>WUHAN &amp;ndash; Meninggalnya dokter yang pertama kali mencoba memperingatkan tentang wabah virus korona telah memicu kemarahan dan kesedihan publik ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di China.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dr. Li Wenliang meninggal dunia pada Jumat, 7 Februari 2020 setelah tertular virus korona saat merawat pasien di rumah sakit di Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran wabah tersebut.
BACA JUGA: Dokter China Pertama yang Peringatkan Bahaya Virus Korona Meninggal Dunia
Kejadian ini semakin menyedihkan karena menurut media sosial China, Pear Video, istri Dr. Li akan melahirkan pada Juni tahun ini.
Pada Desember 2019, Dr. Li mengirim pesan ke sesama petugas medis yang memperingatkan virus yang menurutnya mirip dengan SARS, virus korona lain yang menyebabkan wabah mematikan di China pada 2003. Namun, peringatan itu membuatnya berurusan dengan polisi yang mengancamnya untuk &quot;berhenti membuat komentar palsu&quot; dan memeriksanya atas tuduhan &quot;menyebarkan desas-desus&quot;.

Dokter Li Wenliang. (Weibo)
Berita kematiannya disambut dengan duka cita yang mendalam di situs media sosial China Weibo, namun hal itu dengan cepat berubah menjadi kemarahan, demikian diwartakan BBC, Jumat (7/2/2020).
Sebelumnya sudah ada tuduhan bahwa Pemerintah China berusaha menutup-nutupi tingkat keparahan virus korona baru, atau yang dikenal dengan 2019-nCoV itu, bahkan berusaha merahasiakannya.
Kematian Dr. Li semakin memicu percakapan tentang kurangnya kebebasan berbicara di Negeri Tirai Bambu.
BACA JUGA: Perangi Virus Korona Tanpa Istirahat, Dokter China Meninggal karena Serangan Jantung
Badan anti-korupsi China menyatakan mengatakan akan membuka penyelidikan terhadap &quot;masalah yang melibatkan Dr. Li&quot;.
Media sosial China dibanjiri ungkapan kemarahan, yang sepertinya belum pernah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak warganet yang menyampaikan kesedihan, kemarahan dan rasa tidak percaya mereka terhadap pemerintah menyusul meninggalnya Dr. Li.

Dua tagar yang menjadi tren di Weibo berbunyi &quot;Pemerintah Wuhan  berutang permintaan maaf pada Dr. Li Wenliang&quot; dan &quot;Kami ingin kebebasan  berbicara&quot;. Namun, kedua tagar itu dengan cepat disensor dan dihapus  dari media sosial.
Sebagai gantinya, banyak warganet China yang mem-posting dengan tagar  &quot;Bisakah Anda melakukannya, apakah Anda mengerti?&quot;, yang merujuk pada  surat yang disebut ditandatangani oleh Dr. Li saat dia dituduh  mengganggu &quot;tatanan sosial&quot; oleh Pemerintah Wuhan.

Unggahan Li Wenliang di Weibo. (Weibo)
Komentar-komentar ini tidak secara langsung menyebutkan namanya sang  dokter, tetapi memperlihatkan kemarahan yang meningkat dan  ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
&quot;Jangan lupa bagaimana perasaanmu sekarang. Jangan lupakan amarah  ini. Kita tidak boleh membiarkan ini terjadi lagi,&quot; kata salah satu  komentar di Weibo.
&quot;Kebenaran akan selalu diperlakukan sebagai rumor. Berapa lama kamu  akan berbohong? Apa lagi yang harus kamu sembunyikan?&quot; tulis warganet  lain.
&quot;Jika kamu marah dengan apa yang kamu lihat, lawan,&quot; kata yang  lainnya. &quot;Kepada generasi muda generasi ini, kekuatan perubahan ada di  tanganmu.&quot;
Pemerintah Cina sebelumnya telah mengakui &quot;kekurangan dan kelemahan&quot;  dalam tanggapannya terhadap virus korona itu. Laporan terakhir dari  Komisi Kesehatan China (NHC) menyebutkan korban jiwa akibat wabah virus  itu telah mencapai 636 orang dengan 31.161 kasus infeksi yang  dikonfirmasi di China.</description><content:encoded>WUHAN &amp;ndash; Meninggalnya dokter yang pertama kali mencoba memperingatkan tentang wabah virus korona telah memicu kemarahan dan kesedihan publik ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di China.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dr. Li Wenliang meninggal dunia pada Jumat, 7 Februari 2020 setelah tertular virus korona saat merawat pasien di rumah sakit di Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran wabah tersebut.
BACA JUGA: Dokter China Pertama yang Peringatkan Bahaya Virus Korona Meninggal Dunia
Kejadian ini semakin menyedihkan karena menurut media sosial China, Pear Video, istri Dr. Li akan melahirkan pada Juni tahun ini.
Pada Desember 2019, Dr. Li mengirim pesan ke sesama petugas medis yang memperingatkan virus yang menurutnya mirip dengan SARS, virus korona lain yang menyebabkan wabah mematikan di China pada 2003. Namun, peringatan itu membuatnya berurusan dengan polisi yang mengancamnya untuk &quot;berhenti membuat komentar palsu&quot; dan memeriksanya atas tuduhan &quot;menyebarkan desas-desus&quot;.

Dokter Li Wenliang. (Weibo)
Berita kematiannya disambut dengan duka cita yang mendalam di situs media sosial China Weibo, namun hal itu dengan cepat berubah menjadi kemarahan, demikian diwartakan BBC, Jumat (7/2/2020).
Sebelumnya sudah ada tuduhan bahwa Pemerintah China berusaha menutup-nutupi tingkat keparahan virus korona baru, atau yang dikenal dengan 2019-nCoV itu, bahkan berusaha merahasiakannya.
Kematian Dr. Li semakin memicu percakapan tentang kurangnya kebebasan berbicara di Negeri Tirai Bambu.
BACA JUGA: Perangi Virus Korona Tanpa Istirahat, Dokter China Meninggal karena Serangan Jantung
Badan anti-korupsi China menyatakan mengatakan akan membuka penyelidikan terhadap &quot;masalah yang melibatkan Dr. Li&quot;.
Media sosial China dibanjiri ungkapan kemarahan, yang sepertinya belum pernah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak warganet yang menyampaikan kesedihan, kemarahan dan rasa tidak percaya mereka terhadap pemerintah menyusul meninggalnya Dr. Li.

Dua tagar yang menjadi tren di Weibo berbunyi &quot;Pemerintah Wuhan  berutang permintaan maaf pada Dr. Li Wenliang&quot; dan &quot;Kami ingin kebebasan  berbicara&quot;. Namun, kedua tagar itu dengan cepat disensor dan dihapus  dari media sosial.
Sebagai gantinya, banyak warganet China yang mem-posting dengan tagar  &quot;Bisakah Anda melakukannya, apakah Anda mengerti?&quot;, yang merujuk pada  surat yang disebut ditandatangani oleh Dr. Li saat dia dituduh  mengganggu &quot;tatanan sosial&quot; oleh Pemerintah Wuhan.

Unggahan Li Wenliang di Weibo. (Weibo)
Komentar-komentar ini tidak secara langsung menyebutkan namanya sang  dokter, tetapi memperlihatkan kemarahan yang meningkat dan  ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
&quot;Jangan lupa bagaimana perasaanmu sekarang. Jangan lupakan amarah  ini. Kita tidak boleh membiarkan ini terjadi lagi,&quot; kata salah satu  komentar di Weibo.
&quot;Kebenaran akan selalu diperlakukan sebagai rumor. Berapa lama kamu  akan berbohong? Apa lagi yang harus kamu sembunyikan?&quot; tulis warganet  lain.
&quot;Jika kamu marah dengan apa yang kamu lihat, lawan,&quot; kata yang  lainnya. &quot;Kepada generasi muda generasi ini, kekuatan perubahan ada di  tanganmu.&quot;
Pemerintah Cina sebelumnya telah mengakui &quot;kekurangan dan kelemahan&quot;  dalam tanggapannya terhadap virus korona itu. Laporan terakhir dari  Komisi Kesehatan China (NHC) menyebutkan korban jiwa akibat wabah virus  itu telah mencapai 636 orang dengan 31.161 kasus infeksi yang  dikonfirmasi di China.</content:encoded></item></channel></rss>
