<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemkot Tangerang Minta Kerja Sama Berbagai Pihak untuk Penanganan Pasca-Banjir</title><description>Banjir yang melanda 18 titik di kecamatan Periuk, Kota Tangerang berangsur surut pada Jumat (7/2/2020).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/07/338/2165113/pemkot-tangerang-minta-kerja-sama-berbagai-pihak-untuk-penanganan-pasca-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/07/338/2165113/pemkot-tangerang-minta-kerja-sama-berbagai-pihak-untuk-penanganan-pasca-banjir"/><item><title>Pemkot Tangerang Minta Kerja Sama Berbagai Pihak untuk Penanganan Pasca-Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/07/338/2165113/pemkot-tangerang-minta-kerja-sama-berbagai-pihak-untuk-penanganan-pasca-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/07/338/2165113/pemkot-tangerang-minta-kerja-sama-berbagai-pihak-untuk-penanganan-pasca-banjir</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2020 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/07/338/2165113/pemkot-tangerang-minta-kerja-sama-berbagai-pihak-untuk-penanganan-pasca-banjir-ZP0DkwZ9Hb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasca Banjir di Tangerang (Foto: Okezone/Isty)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/07/338/2165113/pemkot-tangerang-minta-kerja-sama-berbagai-pihak-untuk-penanganan-pasca-banjir-ZP0DkwZ9Hb.jpg</image><title>Pasca Banjir di Tangerang (Foto: Okezone/Isty)</title></images><description>TANGERANG - Banjir yang melanda 18 titik di kecamatan Periuk, Kota Tangerang berangsur surut pada Jumat (7/2/2020). Pantauan Okezone, genangan air masih tersisa di wilayah perumahan Periuk Damai, dan sebagain wilayah perumahan Total Persada.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah juga menjelaskan, Pemkot Tangerang akan melakukan evaluasi dan juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait penananganan paska banjir.
Upaya pertama yang akan dilakukan adalah, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pemeliharaan, dan pembersihan di Situ Bulakan agar bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan air terlebih saat musim hujan. Wilayah di sekitar lokasi Situ Bulakan juga menjadi daerah langganan banjir, karena situ tersebut tidak mampu menampung debit air berlebih.
&quot;Kita cek di Situ Bulakan sudah mulai surut, saya langsung minta petugas untuk segera membersihkan sampah dan eceng gondok disitu. Kita juga akan lakukan pemeliharaan disana supaya nantinya bisa dijadikan tempat parkir air saat hujan turun&quot; jelas Arief, di Plaza Puspem Kota Tangerang.

Baca Juga: Ratusan Korban Banjir di Tangerang Mulai Terserang Penyakit
Kemudian volume air di Sungai Cirarab akan dikurangi dengan membuka pintu air dan juga mengoperasikan pompa air. Setelah air surut pihaknya akan segera memperbaiki tanggul di Sungai Cirarab yang sempat jebol.
&quot;Kita tunggu air di sungai Cirarab turun, kemarin itu tingginya kurang lebih 2,5 meter, tapi dengan berbagai upaya yang kita lakukan sudah menyusut hingga 1 meter. Selanjutnya akan kita perbaiki tanggul yang rusak disana,&quot; jelasnya lagi.Tak hanya itu, Arief juga mengajukan permintaan kepada kepada Balai  Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, agar Sungai Cirarab yang  melintas di wilayah Kecamatan Periuk dapat segera dinormalisasi.  Menurutnya, normalisasi harus segera dilakukan karena kapasitas Sungai  Cirarab tidak cukup untuk menampung air saat memasuki musim hujan.
&quot;Kita  sudah ajukan normalisasi sungai kepada BBWS, karena saat ini Sungai  Cirarab sudah tidak bisa menampung air lebih banyak, dan akibatnya air  meluap ke pemukiman&quot; jelasnya lagi.
Kemudian, Pemkot Tangerang  juga akan memanggil pengembang perumahan kawasan tersebut untuk  membicarakan proses pembuatan turap di bagian belakang perumahan. Arief  menuturkan bahwa turap tersebut seharusnya dibangun oleh pihak  pengembang sebagai kewajiban yang harus dipenuhi.</description><content:encoded>TANGERANG - Banjir yang melanda 18 titik di kecamatan Periuk, Kota Tangerang berangsur surut pada Jumat (7/2/2020). Pantauan Okezone, genangan air masih tersisa di wilayah perumahan Periuk Damai, dan sebagain wilayah perumahan Total Persada.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah juga menjelaskan, Pemkot Tangerang akan melakukan evaluasi dan juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait penananganan paska banjir.
Upaya pertama yang akan dilakukan adalah, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pemeliharaan, dan pembersihan di Situ Bulakan agar bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan air terlebih saat musim hujan. Wilayah di sekitar lokasi Situ Bulakan juga menjadi daerah langganan banjir, karena situ tersebut tidak mampu menampung debit air berlebih.
&quot;Kita cek di Situ Bulakan sudah mulai surut, saya langsung minta petugas untuk segera membersihkan sampah dan eceng gondok disitu. Kita juga akan lakukan pemeliharaan disana supaya nantinya bisa dijadikan tempat parkir air saat hujan turun&quot; jelas Arief, di Plaza Puspem Kota Tangerang.

Baca Juga: Ratusan Korban Banjir di Tangerang Mulai Terserang Penyakit
Kemudian volume air di Sungai Cirarab akan dikurangi dengan membuka pintu air dan juga mengoperasikan pompa air. Setelah air surut pihaknya akan segera memperbaiki tanggul di Sungai Cirarab yang sempat jebol.
&quot;Kita tunggu air di sungai Cirarab turun, kemarin itu tingginya kurang lebih 2,5 meter, tapi dengan berbagai upaya yang kita lakukan sudah menyusut hingga 1 meter. Selanjutnya akan kita perbaiki tanggul yang rusak disana,&quot; jelasnya lagi.Tak hanya itu, Arief juga mengajukan permintaan kepada kepada Balai  Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, agar Sungai Cirarab yang  melintas di wilayah Kecamatan Periuk dapat segera dinormalisasi.  Menurutnya, normalisasi harus segera dilakukan karena kapasitas Sungai  Cirarab tidak cukup untuk menampung air saat memasuki musim hujan.
&quot;Kita  sudah ajukan normalisasi sungai kepada BBWS, karena saat ini Sungai  Cirarab sudah tidak bisa menampung air lebih banyak, dan akibatnya air  meluap ke pemukiman&quot; jelasnya lagi.
Kemudian, Pemkot Tangerang  juga akan memanggil pengembang perumahan kawasan tersebut untuk  membicarakan proses pembuatan turap di bagian belakang perumahan. Arief  menuturkan bahwa turap tersebut seharusnya dibangun oleh pihak  pengembang sebagai kewajiban yang harus dipenuhi.</content:encoded></item></channel></rss>
