<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berawal dari Korban Perselingkuhan, Ini 10 Fakta Pengobatan ala Ningsih Tinampi</title><description>Ningsih Tinampi menjadi perhatian publik melalui pengobatan alternatifnya yang disebut-sebut mengundang makhluk gaib</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/07/519/2165194/berawal-dari-korban-perselingkuhan-ini-10-fakta-pengobatan-ala-ningsih-tinampi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/07/519/2165194/berawal-dari-korban-perselingkuhan-ini-10-fakta-pengobatan-ala-ningsih-tinampi"/><item><title>Berawal dari Korban Perselingkuhan, Ini 10 Fakta Pengobatan ala Ningsih Tinampi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/07/519/2165194/berawal-dari-korban-perselingkuhan-ini-10-fakta-pengobatan-ala-ningsih-tinampi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/07/519/2165194/berawal-dari-korban-perselingkuhan-ini-10-fakta-pengobatan-ala-ningsih-tinampi</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2020 22:14 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/07/519/2165194/berawal-dari-korban-perselingkuhan-ini-10-fakta-pengobatan-ala-ningsih-tinampi-cUgx7p8oc4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengobatan ala Ningsih (Foto: Okezone/Avirista)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/07/519/2165194/berawal-dari-korban-perselingkuhan-ini-10-fakta-pengobatan-ala-ningsih-tinampi-cUgx7p8oc4.jpg</image><title>Pengobatan ala Ningsih (Foto: Okezone/Avirista)</title></images><description>PASURUAN - Ningsih Tinampi, menjadi perhatian publik melalui pengobatan alternatifnya yang disebut-sebut mengundang sejumlah makhluk tak kasat mata. Aksinya gempar setelah menangani pasiennya direkam pada video dan diunggah melalui akun Youtube.
Selain itu terdapat sederet fakta menarik yang dirangkum Okezone, dari perempuan yang membuka prakteknya di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
1. Berawal dari Kondisi Suaminya
Sebelum terkenal mengobati pasien dengan metode pengobatan alternatif, Ningsih Tinampi terlebih dahulu menjadi korban &amp;lsquo;guna&amp;ndash;guna&amp;rsquo; yang dialami sang suami.
&amp;ldquo;Semuanya berawal dari suamiku. Dia punya selingkuhan. Bahkan saya pernah mau dibunuh beberapa kali. Terus tidak menghiraukan anak sama sekali,&amp;rdquo; ungkap Ningsih.
Melihat kondisi suaminya inilah yang membuat Ningsih mencari jalan keluar dengan mendatangi sejumpah dukun, guna mengobati suaminya.
&amp;ldquo;Aku kondisinya galau banget, sedih banget. Ya begitulah, setiap hari pergi ke dukun, satu hari bisa empat kali, enam kali, itu setiap hari. Pokok aku cari cara gimana suamiku sembuh,&amp;rdquo; ujarnya.

Baca Juga: Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi Disidak Dinkes Jatim, Apa Hasilnya?
2. Temukan Obat Melalui Surat Fatihah
Setelah berkali&amp;ndash;kali mengunjungi dukun, Ningsih akhirnya menemukan obat kepada suaminya di seseorang yang tepat. Orang tersebut merupakan tetangga kampungnya dan memberikan resep pengobatan pada Surat Fatihah yang menjadi awal surat dari Alquran.
&amp;ldquo;Ketemu sama orangtua, tetangga kampung, dia bilang &amp;lsquo;jangan diobati suamimu karena ada salah satu ilmu yang sampeyan (kamu) punya semenjak sampeyan ada di kandungan. Suatu hari orang tua itu bilang, ilmu itu sudah masuk ke badanmu. Itu ilmu murni milikmu, berupa Al Fatihah, ilmu Al Fatihah dari Allah, ilmu putih berupa perempuan cantik yang masuk ke badan,&amp;rdquo; terangnya.
Meski sempat bingung pada awalnya, Ningsing pun akhirnya mengamalkan ilmu tersebut untuk mengobati orang lain, setelah mendapat petunjuk melalui mimpi.
&amp;ldquo;Semua itu atas izin Allah, ada tetangga dusun yang sakit parah bahkan sampai nggak bisa gerak, hanya di atas kasur. Saya bacakan Al Fatihah, langsung bisa duduk. Keluarganya sempat nggak percaya, saya suruh jalan, ternyata sembuh. Dia itu kena santet,&amp;rdquo; beber Ningsih.3. Unggah Video di Youtube
Tidak seperti pengobatan alternatif lainnya, Ningsih Tinampi merekam  aksinya mengobati pasien &amp;ndash; pasiennya. Melalui akun Ningsih Tinampi,  Ningsih pertama kali mengunggah video pertamanya pada 10 Agustus 2018 di  Youtube.
Video dengan judul &amp;lsquo;ANEH...ADA RASA GANJAL DIKAKI, PENGOB ALTER BUK  NING PANDAAN&amp;rsquo; disaksikan oleh 3.875 kali hingga kini. Video inilah yang  menjadi awal mula Ningsih viral.
Menurut Ningsih, ia menggunggah video ke youtube supaya tidak hilang.  Dirinya pun mengaku menggunakan youtube sejak pertama kali melakukan  pengobatan alternatif.
&amp;ldquo;Takut kalau videonya hilang. Makanya aku masukkan ke youtube. Nggak niat apa &amp;ndash; apa,&amp;rdquo; tutur Ningsih.
Tak jarang dari sejumlah video yang diabadikan timnya, harus melalui  proses edit dengan menyensor sejumlah bagian, lantaran ada sejumlah  bagian tubuh yang terbuka.
&amp;ldquo;Sering kali disensor. Ada orang &amp;ndash; orang tidak pakai baju,&amp;rdquo; imbuhnya.
Tak hanya video terkait proses pengobatannya saja, Ningsih juga  menggunggah video di luar pengobatannya. Salah satunya saat Ningsih,  tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci dan kegiatan karnaval 17  Agustusan.
Saat ini sendiri akun youtube Ningsih Tinampi, telah mempunyai 2,32 juta subcriber dengan 2,5 ribu video yang diunggah.

4. Pasien Ningsi Antri hingga 2021 
Semenjak viral dengan pengobatan alternatifnya, setidaknya ada 150  orang pasien setiap harinya yang datang ke kediaman Ningsih Tinampi di  Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan,  Kabupaten Pasuruan.
Bahkan karena terlalu banyaknya pasien, sejumlah pasien harus masuk &amp;lsquo;waiting list&amp;rsquo; alias daftar tunggu yang tak sebentar.
Tercatat dari 2019 lalu, daftar antrian pasien bahkan sampai tahun 2021.
&amp;ldquo;Untuk saat ini, pasien yang sudah terdaftar mencapai 23 ribu hingga tahun 2021,&amp;rdquo; jawab Imam Larsono, Asisten Ningsih Tinampi.
Banyaknya pasien yang hadir membuat Ningsih menutup pendaftaran bagi  pasien baru sejak 4 Oktober 2019 lalu. Pendaftaran baru dibuka sejak 31  Maret 2020.
5. Tarif Ningsih dari Rp 300 ribu hingga Jutaan Rupiah
Menurut Asisten Ningsih Tinampi, Imam Larsono, Ningsih membuka dua cara pendaftaran pasiennya, reguler dan khusus.
&amp;ldquo;Kalau untuk jalur reguler mulai Rp300 ribu pendaftrannya dan gratis  untuk orang yang tidak mampu. Kalau untuk jalur khusus, mulai Rp1,5  juta. Jalur khusus setiap hari 60 pasien, jalur reguler ada 150 pasien,&amp;rdquo;  papar Imam.
Selain dua tarif ditawarkan Ningsih, ada satu tarif lagi yang banyak  diminati oleh kalangan kaya, yakni lepas pocong. Sekali berobat tarif  ini bisa dipatok Rp5,5 juta.
&amp;ldquo;Yang paling mahal lepas tali pocong, paling mahal Rp5.550.000,&amp;rdquo; tambahnya.
6. Kembangkan Perekonomian Masyarakat Sekitar
Ramainya pasien yang berobat ke rumah Ningsih Tinampi, dimanfaatkan   sejumlah masyarakat sekitar kediaman Ningsih untuk membuat usaha   lainnya.
Sejumlah usaha mulai berdagang makanan, pakaian, hingga menyediakan homestay dibuat oleh masyarakat sekitar.
Sejumlah pasien yang datang dari luar Pasuruan, bahkan luar Pulau   Jawa, membuat &amp;lsquo;bisnis&amp;rsquo; homestay atau penginapan ramai. Sambil menunggu   antrian diobati, pasien dan keluarganya menginap di homestay tersebut.
7. Mengaku Bisa Datangkan Malaikat, Nabi, hingga Dajjal
Sejumlah video yang diunggah Ningsih Tinampi cukup menuai   kontroversi, di video saat mengobati seorang mahasiswa misalnya. Pasien   tersebut kerasukan makhluk gaib yang mengaku sebagai anak buah dajjal.
Di lain waktu video Ningsih yang mengaku bisa memanggil nabi dan   malaikat, hal ini membuat Ningsih sempat dikecam oleh sejumlah   masyarakat.
Alhasil Ningsih pun sempat memberikan klarifikasi video yang   terlanjur diunggah di akun youtube miliknya. Menurut Ningsih, apa yang   terjadi di video tersebut karena dirinya sering menangani pasien &amp;ndash;   pasien yang mendapatkan gangguan makhluk gaib.
&amp;ldquo;Saya minta maaf itu karena kecerobohan dan kebodohan saya. Saya   mohon maaf sebesar &amp;ndash; besarnya untuk seluruh warga Indonesia. Memang   terlalu banyak makan demit (setan),&amp;rdquo; lanjutnya.
8. Dapat Perhatian dari Gubernur Jatim
Kian ramainya pasien yang berdatangan ke pengobatan alternatif,   membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun buka suara.   Khofifah bahkan telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) memantau   pengobatan guna memastikan pengobatan tidak destruktif.
&amp;ldquo;Sejauh info yang sampai ke saya, tidak ada sesuatu yang menjadikan   destruktif. Jadi kalau misalkan ada zat-zat kimia tertentu pasien   ditidurkan, dikasih air, bagaimana memastikan airnya tetap air yang   sehat,&amp;rdquo; tutur Khofifah Indar Parawansa.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini juga mengaku telah berkoordinasi   dengan Universitas Airlangga (Unair) yang memiliki program studi   pengobatan tradisional dan RSUD dr. Soetomo terkait aktivitas Ningsih.

9. Disidak oleh Dinkes Jatim atas Perintah Gubernur
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak   (Sidak) ke tempat pengobatan alternatif Ningsih Tinampi. Sidak ini   merupakan perintah dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
&quot;Ada semacam pembinaan dari provinsi karena diperintahkan Gubernur   terkait aktivitasnya (Ningsih),&quot; ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan   Dinjes Kabupaten Pasuruan, Ugik Setyo Darmoko.
Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes   Provinsi Jawa Timur Dian Islam menyebut bahwa pengobatan yang dilakukan   Ningsih Tinampi sebagai sesuatu yang di luar medis. Namun pihaknya   enggan menyebut apakah pengobatan yang dilakukan Ningsih sesuai standar   atau tidak.
&quot;Kita tidak bisa, itu metode beliau. Bukan rani kami. Kalau kami   melihat faskes (Fasilitas Kesehatan), barulah kami bisa mengatakan ini   tidak sesuai SOP atau sesuai. Kalau ini di luar medis, mohon maaf. Belum   bisa kami sampaikan,&quot; ucap Dian Islami.&amp;nbsp;
10. Pemerintah Bina Ningsih Tinampi
Meski apa yang dilakukan Ningsih pengobatan dan terbukti hasilnya,   namun pihak Dinkes Jawa Timur menjelaskan apa yang dilakukan Ningsih   berbeda dengan metode medis, sehingga pasiennya bukan kategori pasien   medis.
Pihaknya hanya meminta Ningsih, untuk me-manage setiap pasien yang mengantri supaya tidak menimbulkan penyakitan baru atau kesakitan baru bagi pasien.
Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan,   Sujarwo menyatakan kunjungan lintas instansi mulai dari Dinkes  provinsi  dan kabupaten, kepolisian, TNI, hingga IDI ke kediaman Ningsih  untuk  memberikan pembinaan dengan memberikan masukan.
&amp;ldquo;Jadi bukan sesuatu yang aneh. Ini kami hanya kunjungan untuk   memberikan pembinaan terhadap Ningsih Tinampi. Kalau teknisnya, dari   Dinkes Jatim saja yang menjelaskan,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>PASURUAN - Ningsih Tinampi, menjadi perhatian publik melalui pengobatan alternatifnya yang disebut-sebut mengundang sejumlah makhluk tak kasat mata. Aksinya gempar setelah menangani pasiennya direkam pada video dan diunggah melalui akun Youtube.
Selain itu terdapat sederet fakta menarik yang dirangkum Okezone, dari perempuan yang membuka prakteknya di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
1. Berawal dari Kondisi Suaminya
Sebelum terkenal mengobati pasien dengan metode pengobatan alternatif, Ningsih Tinampi terlebih dahulu menjadi korban &amp;lsquo;guna&amp;ndash;guna&amp;rsquo; yang dialami sang suami.
&amp;ldquo;Semuanya berawal dari suamiku. Dia punya selingkuhan. Bahkan saya pernah mau dibunuh beberapa kali. Terus tidak menghiraukan anak sama sekali,&amp;rdquo; ungkap Ningsih.
Melihat kondisi suaminya inilah yang membuat Ningsih mencari jalan keluar dengan mendatangi sejumpah dukun, guna mengobati suaminya.
&amp;ldquo;Aku kondisinya galau banget, sedih banget. Ya begitulah, setiap hari pergi ke dukun, satu hari bisa empat kali, enam kali, itu setiap hari. Pokok aku cari cara gimana suamiku sembuh,&amp;rdquo; ujarnya.

Baca Juga: Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi Disidak Dinkes Jatim, Apa Hasilnya?
2. Temukan Obat Melalui Surat Fatihah
Setelah berkali&amp;ndash;kali mengunjungi dukun, Ningsih akhirnya menemukan obat kepada suaminya di seseorang yang tepat. Orang tersebut merupakan tetangga kampungnya dan memberikan resep pengobatan pada Surat Fatihah yang menjadi awal surat dari Alquran.
&amp;ldquo;Ketemu sama orangtua, tetangga kampung, dia bilang &amp;lsquo;jangan diobati suamimu karena ada salah satu ilmu yang sampeyan (kamu) punya semenjak sampeyan ada di kandungan. Suatu hari orang tua itu bilang, ilmu itu sudah masuk ke badanmu. Itu ilmu murni milikmu, berupa Al Fatihah, ilmu Al Fatihah dari Allah, ilmu putih berupa perempuan cantik yang masuk ke badan,&amp;rdquo; terangnya.
Meski sempat bingung pada awalnya, Ningsing pun akhirnya mengamalkan ilmu tersebut untuk mengobati orang lain, setelah mendapat petunjuk melalui mimpi.
&amp;ldquo;Semua itu atas izin Allah, ada tetangga dusun yang sakit parah bahkan sampai nggak bisa gerak, hanya di atas kasur. Saya bacakan Al Fatihah, langsung bisa duduk. Keluarganya sempat nggak percaya, saya suruh jalan, ternyata sembuh. Dia itu kena santet,&amp;rdquo; beber Ningsih.3. Unggah Video di Youtube
Tidak seperti pengobatan alternatif lainnya, Ningsih Tinampi merekam  aksinya mengobati pasien &amp;ndash; pasiennya. Melalui akun Ningsih Tinampi,  Ningsih pertama kali mengunggah video pertamanya pada 10 Agustus 2018 di  Youtube.
Video dengan judul &amp;lsquo;ANEH...ADA RASA GANJAL DIKAKI, PENGOB ALTER BUK  NING PANDAAN&amp;rsquo; disaksikan oleh 3.875 kali hingga kini. Video inilah yang  menjadi awal mula Ningsih viral.
Menurut Ningsih, ia menggunggah video ke youtube supaya tidak hilang.  Dirinya pun mengaku menggunakan youtube sejak pertama kali melakukan  pengobatan alternatif.
&amp;ldquo;Takut kalau videonya hilang. Makanya aku masukkan ke youtube. Nggak niat apa &amp;ndash; apa,&amp;rdquo; tutur Ningsih.
Tak jarang dari sejumlah video yang diabadikan timnya, harus melalui  proses edit dengan menyensor sejumlah bagian, lantaran ada sejumlah  bagian tubuh yang terbuka.
&amp;ldquo;Sering kali disensor. Ada orang &amp;ndash; orang tidak pakai baju,&amp;rdquo; imbuhnya.
Tak hanya video terkait proses pengobatannya saja, Ningsih juga  menggunggah video di luar pengobatannya. Salah satunya saat Ningsih,  tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci dan kegiatan karnaval 17  Agustusan.
Saat ini sendiri akun youtube Ningsih Tinampi, telah mempunyai 2,32 juta subcriber dengan 2,5 ribu video yang diunggah.

4. Pasien Ningsi Antri hingga 2021 
Semenjak viral dengan pengobatan alternatifnya, setidaknya ada 150  orang pasien setiap harinya yang datang ke kediaman Ningsih Tinampi di  Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan,  Kabupaten Pasuruan.
Bahkan karena terlalu banyaknya pasien, sejumlah pasien harus masuk &amp;lsquo;waiting list&amp;rsquo; alias daftar tunggu yang tak sebentar.
Tercatat dari 2019 lalu, daftar antrian pasien bahkan sampai tahun 2021.
&amp;ldquo;Untuk saat ini, pasien yang sudah terdaftar mencapai 23 ribu hingga tahun 2021,&amp;rdquo; jawab Imam Larsono, Asisten Ningsih Tinampi.
Banyaknya pasien yang hadir membuat Ningsih menutup pendaftaran bagi  pasien baru sejak 4 Oktober 2019 lalu. Pendaftaran baru dibuka sejak 31  Maret 2020.
5. Tarif Ningsih dari Rp 300 ribu hingga Jutaan Rupiah
Menurut Asisten Ningsih Tinampi, Imam Larsono, Ningsih membuka dua cara pendaftaran pasiennya, reguler dan khusus.
&amp;ldquo;Kalau untuk jalur reguler mulai Rp300 ribu pendaftrannya dan gratis  untuk orang yang tidak mampu. Kalau untuk jalur khusus, mulai Rp1,5  juta. Jalur khusus setiap hari 60 pasien, jalur reguler ada 150 pasien,&amp;rdquo;  papar Imam.
Selain dua tarif ditawarkan Ningsih, ada satu tarif lagi yang banyak  diminati oleh kalangan kaya, yakni lepas pocong. Sekali berobat tarif  ini bisa dipatok Rp5,5 juta.
&amp;ldquo;Yang paling mahal lepas tali pocong, paling mahal Rp5.550.000,&amp;rdquo; tambahnya.
6. Kembangkan Perekonomian Masyarakat Sekitar
Ramainya pasien yang berobat ke rumah Ningsih Tinampi, dimanfaatkan   sejumlah masyarakat sekitar kediaman Ningsih untuk membuat usaha   lainnya.
Sejumlah usaha mulai berdagang makanan, pakaian, hingga menyediakan homestay dibuat oleh masyarakat sekitar.
Sejumlah pasien yang datang dari luar Pasuruan, bahkan luar Pulau   Jawa, membuat &amp;lsquo;bisnis&amp;rsquo; homestay atau penginapan ramai. Sambil menunggu   antrian diobati, pasien dan keluarganya menginap di homestay tersebut.
7. Mengaku Bisa Datangkan Malaikat, Nabi, hingga Dajjal
Sejumlah video yang diunggah Ningsih Tinampi cukup menuai   kontroversi, di video saat mengobati seorang mahasiswa misalnya. Pasien   tersebut kerasukan makhluk gaib yang mengaku sebagai anak buah dajjal.
Di lain waktu video Ningsih yang mengaku bisa memanggil nabi dan   malaikat, hal ini membuat Ningsih sempat dikecam oleh sejumlah   masyarakat.
Alhasil Ningsih pun sempat memberikan klarifikasi video yang   terlanjur diunggah di akun youtube miliknya. Menurut Ningsih, apa yang   terjadi di video tersebut karena dirinya sering menangani pasien &amp;ndash;   pasien yang mendapatkan gangguan makhluk gaib.
&amp;ldquo;Saya minta maaf itu karena kecerobohan dan kebodohan saya. Saya   mohon maaf sebesar &amp;ndash; besarnya untuk seluruh warga Indonesia. Memang   terlalu banyak makan demit (setan),&amp;rdquo; lanjutnya.
8. Dapat Perhatian dari Gubernur Jatim
Kian ramainya pasien yang berdatangan ke pengobatan alternatif,   membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun buka suara.   Khofifah bahkan telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) memantau   pengobatan guna memastikan pengobatan tidak destruktif.
&amp;ldquo;Sejauh info yang sampai ke saya, tidak ada sesuatu yang menjadikan   destruktif. Jadi kalau misalkan ada zat-zat kimia tertentu pasien   ditidurkan, dikasih air, bagaimana memastikan airnya tetap air yang   sehat,&amp;rdquo; tutur Khofifah Indar Parawansa.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini juga mengaku telah berkoordinasi   dengan Universitas Airlangga (Unair) yang memiliki program studi   pengobatan tradisional dan RSUD dr. Soetomo terkait aktivitas Ningsih.

9. Disidak oleh Dinkes Jatim atas Perintah Gubernur
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak   (Sidak) ke tempat pengobatan alternatif Ningsih Tinampi. Sidak ini   merupakan perintah dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
&quot;Ada semacam pembinaan dari provinsi karena diperintahkan Gubernur   terkait aktivitasnya (Ningsih),&quot; ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan   Dinjes Kabupaten Pasuruan, Ugik Setyo Darmoko.
Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes   Provinsi Jawa Timur Dian Islam menyebut bahwa pengobatan yang dilakukan   Ningsih Tinampi sebagai sesuatu yang di luar medis. Namun pihaknya   enggan menyebut apakah pengobatan yang dilakukan Ningsih sesuai standar   atau tidak.
&quot;Kita tidak bisa, itu metode beliau. Bukan rani kami. Kalau kami   melihat faskes (Fasilitas Kesehatan), barulah kami bisa mengatakan ini   tidak sesuai SOP atau sesuai. Kalau ini di luar medis, mohon maaf. Belum   bisa kami sampaikan,&quot; ucap Dian Islami.&amp;nbsp;
10. Pemerintah Bina Ningsih Tinampi
Meski apa yang dilakukan Ningsih pengobatan dan terbukti hasilnya,   namun pihak Dinkes Jawa Timur menjelaskan apa yang dilakukan Ningsih   berbeda dengan metode medis, sehingga pasiennya bukan kategori pasien   medis.
Pihaknya hanya meminta Ningsih, untuk me-manage setiap pasien yang mengantri supaya tidak menimbulkan penyakitan baru atau kesakitan baru bagi pasien.
Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan,   Sujarwo menyatakan kunjungan lintas instansi mulai dari Dinkes  provinsi  dan kabupaten, kepolisian, TNI, hingga IDI ke kediaman Ningsih  untuk  memberikan pembinaan dengan memberikan masukan.
&amp;ldquo;Jadi bukan sesuatu yang aneh. Ini kami hanya kunjungan untuk   memberikan pembinaan terhadap Ningsih Tinampi. Kalau teknisnya, dari   Dinkes Jatim saja yang menjelaskan,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
