<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngabalin Sebut Pemerintah Perlu Waktu untuk Putuskan Nasib WNI Eks ISIS</title><description>Pemerintah perlu waktu untuk melakukan pertimbangan dan pengkajian terkait dengan wacana pemulangan WNI eks ISIS</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/09/337/2165749/ngabalin-sebut-pemerintah-perlu-waktu-untuk-putuskan-nasib-wni-eks-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/09/337/2165749/ngabalin-sebut-pemerintah-perlu-waktu-untuk-putuskan-nasib-wni-eks-isis"/><item><title>Ngabalin Sebut Pemerintah Perlu Waktu untuk Putuskan Nasib WNI Eks ISIS</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/09/337/2165749/ngabalin-sebut-pemerintah-perlu-waktu-untuk-putuskan-nasib-wni-eks-isis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/09/337/2165749/ngabalin-sebut-pemerintah-perlu-waktu-untuk-putuskan-nasib-wni-eks-isis</guid><pubDate>Minggu 09 Februari 2020 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/09/337/2165749/ngabalin-sebut-pemerintah-perlu-waktu-untuk-putuskan-nasib-wni-eks-isis-Op9NFKFvh7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Terorisme (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/09/337/2165749/ngabalin-sebut-pemerintah-perlu-waktu-untuk-putuskan-nasib-wni-eks-isis-Op9NFKFvh7.jpg</image><title>Ilustrasi Terorisme (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia perlu waktu untuk melakukan pertimbangan dan pengkajian terkait dengan wacana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks anggota kelompok Islamic State Iraq Suriah (ISIS) dari Timur Tengah ke Tanah Air.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari BNPT, untuk seorang anak-anak saja dibutuhkan waktu tiga tahun lebih untuk memulihkan idiologinya yang telah terpapar.
&quot;Anak-anak saja saya kasih tahu, menurut keterangan BNPT, itu membutuhkan waktu 3 tahun 8 bulan untuk memulihkan kembali mereka. Menghidupkan kembali ideologi Pancasila, bisa menyanyikan kembali lagu Indonesia itu membutuhkan 3 tahun 8 bulan,&quot; kata Ngabalin dalam sebuah diskusi bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang' di Upnormal Coffe, Jakarta Pusat, Minggu (9/2/2020).

Baca Juga: Komisi III DPR Dukung Jokowi Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS
Menurut Ngabalin, pemulihan pandangan itupun akan lebih sulit menyasar pada orang dewasa. Apalagi, kata dia, apabila seseorang sudah menggunakan aqidah untuk menentukan bergabung pada ISIS.
&quot;Apalagi ini menyangkut ideologi, menyangkut aqidah,&quot; ujar Ngabalin.Tak hanya itu, Ngabalin berpandangan, para WNI tersebut juga telah menyebut bahwa Indonesia adalah negara kafir dan Thoghut. Sebab itu, mereka telah secara sadar memiliki idiologi dan aqidah terhadap ISIS.
&quot;Kalau orang sudah menyebutkan negara Indonesia itu Thoghut misalnya, itu adalah masalah aqidah. Kalau dia sudah menyebut  pemerintahan ini kafir, zalim dan merobek serta membakar paspor, saya  bilang ini masalah ideologi. Karena kedua urusan itulah maka yang bisa  memulihkannya hanyalah Allah SWT,&quot; papar Ngabalin.
Sebelumnya  diketahui berdasarkan keterangan dari wikipedia, Thoghut atau Thaghut  adalah istilah dalam agama Islam yang merujuk kepada setiap yang  disembah selain Allah yang rela dengan peribadatan yang dilakukan oleh  penyembah atau pengikutnya, atau rela dengan ketaatan orang yang  menaatinya dalam melawan perintah Allah.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia perlu waktu untuk melakukan pertimbangan dan pengkajian terkait dengan wacana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks anggota kelompok Islamic State Iraq Suriah (ISIS) dari Timur Tengah ke Tanah Air.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari BNPT, untuk seorang anak-anak saja dibutuhkan waktu tiga tahun lebih untuk memulihkan idiologinya yang telah terpapar.
&quot;Anak-anak saja saya kasih tahu, menurut keterangan BNPT, itu membutuhkan waktu 3 tahun 8 bulan untuk memulihkan kembali mereka. Menghidupkan kembali ideologi Pancasila, bisa menyanyikan kembali lagu Indonesia itu membutuhkan 3 tahun 8 bulan,&quot; kata Ngabalin dalam sebuah diskusi bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang' di Upnormal Coffe, Jakarta Pusat, Minggu (9/2/2020).

Baca Juga: Komisi III DPR Dukung Jokowi Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS
Menurut Ngabalin, pemulihan pandangan itupun akan lebih sulit menyasar pada orang dewasa. Apalagi, kata dia, apabila seseorang sudah menggunakan aqidah untuk menentukan bergabung pada ISIS.
&quot;Apalagi ini menyangkut ideologi, menyangkut aqidah,&quot; ujar Ngabalin.Tak hanya itu, Ngabalin berpandangan, para WNI tersebut juga telah menyebut bahwa Indonesia adalah negara kafir dan Thoghut. Sebab itu, mereka telah secara sadar memiliki idiologi dan aqidah terhadap ISIS.
&quot;Kalau orang sudah menyebutkan negara Indonesia itu Thoghut misalnya, itu adalah masalah aqidah. Kalau dia sudah menyebut  pemerintahan ini kafir, zalim dan merobek serta membakar paspor, saya  bilang ini masalah ideologi. Karena kedua urusan itulah maka yang bisa  memulihkannya hanyalah Allah SWT,&quot; papar Ngabalin.
Sebelumnya  diketahui berdasarkan keterangan dari wikipedia, Thoghut atau Thaghut  adalah istilah dalam agama Islam yang merujuk kepada setiap yang  disembah selain Allah yang rela dengan peribadatan yang dilakukan oleh  penyembah atau pengikutnya, atau rela dengan ketaatan orang yang  menaatinya dalam melawan perintah Allah.</content:encoded></item></channel></rss>
